Dia Anakku, Bukan Anakmu

Dia Anakku, Bukan Anakmu
Bab 27


__ADS_3

Hancur rasanya hati ini melihat mas Riki bermain belakang dengan mbak Aurel, ternyata prasaan dengan mbak Aurel belum hilang sepenuh nya.


Pantas saja mas Riki melarang ku untuk datang ke kantor ternyata ia akan bertemu dengan mbak Aurel di sana, bahkan mereka ...


"Ya tuhan apa seperti ini cobaan mu pada ku?" Gunam ku.


Aku mematung saat melihat mas Riki dengan mbak Aurel saling bertautan, aku tidak mengerti lagi dengan nya.


Sungguh saat ini hati ku sangat terasa sakit sekali, aku bingung dengan apa yang ia katakan sangat berbeda jauh dengan apa yang ia perbuat.


Ia selalu berkata jika ia tidak pernah ada lagi prasaan apapun dengan mbak Aurel, tetapi kenyataannya? Mereka bahkan saling menikmati satu sama lain di dalam ruangan suamiku.


Mas Riki terus mengajak ku berbicara tetapi aku tetap bungkam, aku tidak mau berbicara apapun dulu dengan nya.


Sampai ketika ia membentak ku dengan keras, ia tidak terima jika aku diam kan terus bahkan dia berkata jika mas Riki tidak mau aku kembali dengan Devan.


Ia cemburu jika aku di pandang oleh laki-laki lain termasuk Devan, tetapi ia melakukan hal yang lebih dari itu di belakang ku.


"Sayang, ayolah jangan seperti ini!"

__ADS_1


"Apa mas? Lebih baik tidur saja ini sudah malam, dan besok harus bekerja lagi kan?"


"Kamu berhenti saja lah, kita cari karyawan baru untuk menggantikan mu bekerja. Atau kita suruh saja si Dea teman mu itu untuk bekerja di sana!"


"Aku tidak akan berhenti bekerja, jadi tidak perlu repot-repot mencari pengganti ku!"


"Kenapa kamu seperti ini? Apa karena satu kesalahan ku, kamu melupakan semua kebaikan ku? Bahkan aku sudah menerima anak mu seperti anak kandung ku!"


Deg


Ia membahas nya lagi, untuk kedua kali nya aku merasa terluka dengan perkataan nya itu. Belum sembuh luka ku yang kemarin sekarang di tambah lagi. Sungguh keterlaluan kamu mas!


"Astaghfirullah sayang, istighfar jangan bicara seperti itu. Pernikahan itu bukan untuk main-main sayang, aku tidak menyesal sungguh! Maafkan aku jika perkataan ku menyakiti mu tapi percaya lah aku tidak bermaksud seperti itu sayang."


Aku bangkit dari duduk ku dan pergi menuju kamar mandi, aku menangis di sana aku sangat kecewa dengan perkataan mas Riki.


Ia sudah berhasil membuat ku terluka untuk kesekian kali nya. Mas Riki terus berusaha untuk membuat ku membuka pintu kamar mandi.


Namun, aku tak kunjung membuka nya.

__ADS_1


"Ya tuhan maaf kan aku jika aku telah berdosa karena mendiami suami ku seperti ini!" Gunam ku.


Tok ... Tok ... Tok ...


"Sayang buka pintu nya, apa kamu menangis di sana? Sayang aku minta maaf aku tahu aku salah tapi tolong buka lah pintu nya, kita bicarakan kembali dengan kepala dingin jangan seperti ini sayang."


Gubrak ...


Aku terjatuh ke lantai kamar mandi karena aku merasa sangat pusing sekali kepala ini.


"Mas ... Mas Riki ... To ... Tolong ..."


Aku memanggil mas Riki untuk membantu ku bangun namun seperti nya ia tidak mendengar kan teriakan ku barusan.


"Mas Riki ..." Teriak ku sekuat tenaga.


"Sayang apa kamu baik-baik saja?" Teriak mas Riki di luar sana.


Itulah terkahir aku mendengar suara nya sebelum aku jatuh pingsan dan tidak mengingat apapun lagi setelah itu. sungguh kepalaku sangat pusing.

__ADS_1


__ADS_2