Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire

Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire
Fakta Kairo dan Kaisar


__ADS_3

"Apa yang sedang Kakak lakukan?" Tanya seorang pria yang masuk tanpa mengetuk pintu dan membuat seorang pria yang duduk di kursi kerjanya langsung mendongak.


"Apa kau tak bisa mengetuk pintu dulu, Kaisar?" Tanya Kairo dengan menaikkan salah satu alisnya.


"Memangnya kenapa? Toh disini gak bakal ada siapapun, 'kan? Kakakku ini jomblo setia, jadi ruangan ini pasti aman untuk keluar masuk Kaisar dong?" Ujar Kaisar dengan percaya diri.


Kairo memutar matanya malas. Setiap kali adiknya ini melakukan kesalahan. Kaisar akan memiliki seribu satu alasan untuk menjawabnya.


Namun, bagaimanapun jika itu masih hal baik. Kairo tak pernah marah. Dirinya selalu menyayangi adiknya itu meski hubungan keduanya harus disembunyikan dari sosok papa mereka.


"Kamu dari mana?" Tanya Kairo pada Kaisar sambil berjalan ke arah sofa yang ada di ruang kerjanya


"Basement," Jawab Kaisar dengan malas. "Papa memintaku untuk mengurus perdagangan."


Kairo menarik nafasnya begitu dalam. Jujur dirinya merasa kasihan pada sosok adiknya itu. Kaisar adalah sosok yang menjadi bagian belakang dari bisnis keterbalikannya.


Adiknya itu menjalan bisnis bawah tanah. Melakukan semua pengamanan dan semua hal yang membutuhkan kekerasan akan melalui mereka. Namun, semua itu tetap menjadi rahasia ketiganya.


Rahasia Kaisar, Kairo dan Frans.


"Maafkan Kakak, Kaisar. Kakak… "


"Harusnya Kaisar yang minta maaf," Sela Kaisar dengan menegakkan tubuhnya. "Maafkan Kaisar yang tak bisa melawan Papa. Maafkan Kaisar yang harus bersikap dingin jika ada Papa. Maafin Kaisar, Kak. Maaf."


Kairo mampu melihat kedua mata adiknya penuh penyesalan. Hal itulah yang selama ini keduanya rasakan. Hubungan adik kakak yang masih hangat di belakang orang tua mereka. Hubungan yang terjalin begitu erat. Bahkan keduanya akan liburan bersama tanpa sepengetahuan papa dan mama mereka.


"Kemarilah, Cengeng. Kau ini, mafia apa bukan!" Kata Kairo meminta adiknya mendekat.


Tentu saja Kaisar lekas berpindah tempat duduk. Dia memeluk Kairo dengan erat. Sosok kakaknya ini adalah sosok yang selalu mensupport dirinya. Kairo adalah tempat bersandar dia ketika dirinya lelah.


"Mafia?" Jawab Kaisar beberapa lama.


Nada suara itu terdengar tak senang. Namun, mau bagaimanapun dia tak bisa mengelak dengan nama itu.


"Aku bahkan berpikir apakah Papa tak mau berhenti dengan bisnis ini?"


Kairo melepaskan pelukan adiknya. Memegang tangan kasar Kaisar dengan pelan dan mengusapnya.


"Kalau boleh bertukar tempat. Aku mau menggantikanmu, Kaisar," Ujar Kairo dengan pelan. "Aku tak mau terjadi sesuatu denganmu."


"Lebay!" Lirih Kaisar menghangatkan suasana.

__ADS_1


"Kamu yang lebay!"


"Ya Kakak yang lebay. Aku gak bakal mati, Kak. Aku bakalan disini sama Kak Kairo!" Ucap Kaisar dengan nada suara yakin.


"Kau harus berjanji untuk selalu kuat di setiap keadaan, oke? Aku tak mau kehilanganmu!" Seru Kairo meminta pada adiknya itu.


Kaisar mengangguk. Dia memegang tangan kakaknya dan menatap wajah tampan dan tegas itu.


"Aku berjanji akan menjaga diriku dengan baik. Aku takut jika aku sakit, kakaknya yang cengeng ini akan menangis, aww!"


Kaisar memegang kepalanya yang dipukul pelan dengan kakaknya itu. Kairo hanya mampu mendengus. Adiknya ini benar-benar selalu bisa mencari bahan candaan disaat dirinya serius.


Kaisar dan Kairo tetaplah seperti adik kakak pada umumnya. Ketika keduanya hanya berdua saja, maka hubungan mereka terlihat begitu dekat. Bahkan tak ada batasnya apapun antara Kaisar dan Kairo.


Semua rahasia mereka, rasa lelah dan bahagia. Masalah apapun selalu diceritakan di antara keduanya.


"Kak," Panggil Kaisar yang membuat Kairo menoleh.


"Apa?"


"Soal cewek kemarin… "


"Dayana?" Seru Kairo dengan cepat. "Kenapa sama Dayana?"


" Dayana cantik ya, Kak. Imut lucu gitu. Aku jadi ingin… "


"Jangan aneh-aneh!" Sela Kairo dengan langsung.


"Jangan aneh-aneh apaan? Kaisar gak aneh-aneh. Kaisar kan bicara fakta. Cewek cantik kayak gitu gak bisa dianggurin. Kaisar bisa maju gak sih, Kak!"


Kaisar memancing. Dirinya benar-benar ingin menggoda kakaknya itu. Dirinya sudah bisa melihat dari tingkah laku kakaknya sejak semalam jika Kairo pasti menyukai wanita yang pernah bertemu dengannya itu.


"Gak bisa!"


"Kenapa gak bisa?" Tanya Kaisar dengan memasang wajah yang menyebalkan. "Sepertinya dia jomblo. Kaisar juga suka dengan tipikal kayak Dayana. Dia… "


"Kakak menyukainya!" Ucap Kairo secara langsung yang membuat senyuman lebar di bibir Kaisar terlihat.


"Nahh, kena kau!" Pekik Kaisar dengan tertawa terbahak.


Pria yang usianya lebih muda dari Kairo itu tertawa sambil bertepuk tangan. Hal itu yang membuat Kairo menyadari jika sang adik tengah menggodanya.

__ADS_1


"Kaisar kau…"


"Jika tak digoda, kau tak akan mengatakannya bukan?" Ledek Kaisar dengan menaikkan salah satu alisnya.


"Brengsek kau!" Umpat Kairo sambil meninju pelan lengan adiknya itu. "Kau memang suka menggodaku!"


"Karena menggoda kakak membuatku awet muda!"


"Dan kau ingin bilang kakak sudah tua begitu?" Sambut Kairo yang membuat Kaisar mengusap rambutnya ke belakang.


"Bukan aku yang mengatakannya yah! Kakak sendiri yang bilang kalau Kakak sudah tua!" Ledek Kaisar yang membuat Kairo kesal bukan main.


Akhirnya pria itu lekas menarik tangan adiknya dan menggelitik perut Kaisar sampai tawa keduanya pecah.


"Hahha ampun, Kak! Ampun!"


"Kau memang harus dihukum! Kau benar-benar anak nakal!"


Canda tawa itu tentu membuat keduanya tak sadar. Jika di depan pintu terdapat seorang perempuan yang menatap interaksi mereka dengan kedua mata yang berkaca-kaca.


Jujur melihat bagaimana hubungan kedua pria itu membuat seorang perempuan dengan dress uang melekat di tubuhnya terharu. Namun, tak lama air mata yang menetes segera dihapus dan menutup pintu ruangan itu dengan rapat agar seorang pria yang usianya tak lagi muda dan sedang berjalan ke arahnya tak tahu dengan apa yang terjadi di dalam.


"Kenapa diam disini, Sayang?" Tanya Frans yang melihat istrinya berdiri di depan pintu.


"Kita besok aja ke Kairo ya, Sayang. Sepertinya dia ada tamu sekarang," Ujar Zelia dengan menarik lengan suaminya.


Namun, Frans tetaplah Frans. Dia tak mungkin lepas begitu saja.


"Apa yang sedang kau tutupi, Ze?" Tanya Frans dengan pelan.


Zelia tentu terlihat menelan ludahnya secara paksa. Dia bingung harus menjawab apa. Namun, dirinya benar-benar paling tak bisa membohongi suaminya itu.


"Zelia… "


"Kaisar ada di dalam," Lirih Zelia pada akhirnya dengan kepala menunduk.


Terlihat hembusan nafas berat dari mulut Frans. Hal itu membuat Zelia perlahan memegang lengan suaminya


"Biarkan mereka bersama, Sayang. Biarkan Kairo bersama adiknya," Lirih Zelia memohon.


Mata wanita itu menatap Frans dengan pandangan memohon. Zelia benar-benar meminta suaminya agar lebih lembut hatinya.

__ADS_1


"Tapi Kaisar bukan adik Kairo, Ze!"


~Bersambung


__ADS_2