
Ahh lihatlah pasangan dia ini. Memang perkenalan di awal sangat tidak baik. Di antara Dayana ataupun Kairo memang hubungan dimulai dari kesengajaan Kairo yang mencarinya. Kairo yang sengaja mendekat tapi gak mendapatkan feedback yang baik dari Dayana.
Namun, pria itu tak menyerah. Kairo benar-benar membuktikan bagaimana dia mendekati Dayana dengan baik. Berusaha melindungi gadis itu dan menyatakan cintanya.
Kairo hanya tak mau dilewati oleh pria lain. Dia tak mau wanita yang dia cintai jatuh cinta pada pria lain. Saat tahu Dayama bercerai, dia menjadi sosok pertama yang bahagia. Dia yang menjadi sosok pertama semangat untuk mendekati Dayana.
"Habiskan rotinya! Jangan liatin aku terus. Aku gak bakal kabur!" ucap Dayana dengan pipi memerah menahan malu.
Dia benar-benar merasa jantungnya berdegup kencang. Apalagi tatapan mata Kairo yang tak lepas menatapnya. Bagaimana pria itu benar-benar memandangnya penuh minat dan juga cinta yang besar tergambar jelas disana.
Kairo mengangguk. Perlahan dia melanjutkan memakan roti yang dibuat oleh wanita yang dicintainya itu dengan lahap. Roti yang memang biasa dia makan dirumah. Namun, entah kenapa saat ini rasanya berbeda. Lebih enak dan nikmat di lidahnya.
"Kamu tunggu disini dulu yah. Aku mau bantu buka resto dulu," ucap Dayana pamit pada Kairo.
"Aku akan membantu!"
Dayana menggeleng. Dia menunjuk Kairo agar kembali duduk. Perempuan itu tak mungkin mengizinkan Kairo membantunya saat ini.
"Kamu udah pakai baju rapi begini. Jadi duduk diam dan makan. Gak usah aneh-aneh!"
"Tapi… "
"Gak ada tapi-tapian. Kalau kamu ngeyel. Gak usah kesini lagi! Oke?" ancam Dayana dengan galak.
Ahhh entah kenapa melihat wajah Dayana yang galak mengingatkan Kairo ke masa lalu mereka. Bagaimana perempuan itu yang menatapnya dengan tajam. Nafasnya yang selalu naik turun karena kesal dan juga mata memutar malas.
Namun, hal itu tak terjadi lagi saat ini. Tak ada tatapan benci atau marah di mata Dayana. Kairo hanya melihat tatapan hangat dan perhatian wanita itu padanya.
Sedangkan Dayana, gadis itu tersenyum simpul dengan jantung berdebar. Jujur dia hanya mencari alasan untuk menjauh dari Kairo. Tatapan pria itu benar-benar membuat jantungnya tak aman.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia ditatap begitu dalam oleh seorang pria. Untuk pertama kalinya dia merasakan hal yang berbeda saat jatuh cinta.
Menurutnya mencintai Rio dengan menyukai
Kairo adalah dua hal berbeda. Dia merasakan perbedaan yang mendalam. Mungkin karena dulu dia dan Rio menikah karena perjodohan dan keduanya melewati masa sulit lalu saling cinta, hal itulah yang membuat perbedaan keduanya.
Saat Dayana membuka pintu resto. Merapikan meja depan dengan mengusap mejanya dengan kain. Tiba-tiba sebuah mobil yang baru saja datang dan sangat familiar membuatnya mengerutkan keningnya.
"Ini mobil Mas Rio, 'kan?" Gumamnya dalam hati sambil menunggu siapa sosok yang baru saja keluar.
__ADS_1
Perlahan pintu itu terbuka dan muncullah seorang perempuan yang sangat Dayana hafal. Perempuan yang merupakan salah satu orang yang dia jauhi. Wanita yang menghancurkan semua mimpinya untuk menikah sekali seumur hidup.
Wanita yang membuatnya harus mengambil jalan pintas. Perempuan yang membuatnya memilih menghancurkan mimpinya sendiri daripada hidup dengan dua ratu dalam satu rumah.
"Apa yang… "
Plak.
Sebuah tamparan mendarat di pipi Dayana tiba-tiba saat perempuan itu tak siap. Hal itu tentu membuat wajah Dayana spontan terhempas ke kiri.
"Dasar wanita pelacur. Kau sembunyikan Rio dimana hah?" seru Tessa dengan amarah yang menggebu-gebu.
Dayana tentu mulai memegang pipinya yang terasa panas. Dia mulai mengalihkan tatapannya dan menatap ke depan.
"Apa yang kau lakukan, Tessa? Kau gila?" seru Dayana dengan terkejut.
Jujur dirinya tak siap. Dia yang hendak bertanya baik-biak. Mengesampingkan kebencian pada wanita itu dan ingin bertanya tujuannya kemari.
"Kau yang gila! Kau sembunyikan dimana suamiku, hah? Kemana Mas Rio? Mas Rio kau sembunyikan dimana, Pelacur!" teriak Tessa yang mengundang perhatian beberapa pejalan kaki dan orang berkendara yang menatap ke arah mereka.
Dan juga beberapa pelayannya yang baru saja datang juga harus melihat dan mendengar hinaan itu.
Plak.
Dayana tentu terpancing. Dia membalas tamparan Tessa dengan kuat sampai gadis itu terjatuh di lantai keramik restoran.
Dia benar-benar sudah menahan sebaik mungkin. Dia benar-benar mencoba menerima semua perlakuan Tessa padanya. Namun, kali ini dia tak akan memaafkan apapun lagi. Apalagi ucapan dan hinaan yang tak berdasar sangat amat membuat dirinya benar-benar marah.
"Kau sedang menghina dirinya sendiri, hah?" seru Dayana dengan menunjuk Tessa. "Kau sedang membicarakan dirimu sendiri?"
"Apa kau perlu kaca, Tess? Apa kau ingin semua orang tahu siapa disini yang menjadi penggoda suami orang? Siapa yang datang dan merebut suamiku lalu berniat menjadi istri kedua?"
"Kau!" Tessa benar-benar marah.
Dia beranjak berdiri dengan tubuh gemetar. Perempuan itu benar-benar sudah dikuasai oleh amarah. Hatinya benar-benar begitu panas dengan sikap Rio lalu sekarang ditambah sikap Dayana yang benar-benar berani padanya.
"Apa!"
Tessa benar-benar sudah marah. Saat dia hendak menyerang Dayana. Sebuah tangan besar memegang tangannya dan menghempaskan dia lagi sampai terjatuh ke lantai membuat dua wanita itu kaget.
__ADS_1
Dayana spontan menoleh dan terkejut melihat Kairo disana dengan tatapan mata penuh amarah.
"Jangan berani menyentuh Dayana!"
Tessa tentu terkejut. Apalagi saat dia melihat seorang pria dengan pakaian kantor yang rapi dan terlihat begitu dekat dengan Dayana membuatnya menaikkan salah satu alisnya.
Tessa tentu beranjak berdiri. Dia benar-benar menatap Kairo dan Dayana bergantian.
"Apa ini targetmu yang baru, Day?" tanya Tessa meremehkan. "Sepertinya seleramu memang tinggi yah!"
"Aku tebak dia pasti orang kaya, naiknya mobil dan juga kantoran. Betul kan?" tebak Tessa dengan benar-benar menatap Dayana penuh hina.
"Seleramu memang selalu sama bukan. Kau dan aku tak ada perbedaan atau jangan-jangan. Dia juga suami orang!"
"Kau!" Saat Dayana hendak menampar lagi.
Kairo spontan memegang tangan Dayana dan menurunkannya. Tentu hal itu membuat Dayana menatap kedua bola mata pria yang terlihat tersenyum padanya.
Tessa yang melihatnya semakin melipat kedua tangannya di depan dada. Dia menatap aksi keduanya dengan senyuman miring.
"Drama sempurna ya kan? Benar-benar pandai memikat!" sindir Tessa yang membuat Kairo mengalihkan tatapannya.
Tak ada lagi senyuman disana. Tak ada lagi mata berbinar di kedua bola mata Kairo. Dia benar-benar seperti singa hidup yang akan menerkam musuhnya sekarang. Dia benar-benar malas dan mual dengan semua hinaan yang Tessa katakan.
Dia tadi juga sebenarnya terkejut. Baru saja dia keluar dari kamar mandi, telinganya mendengar keributan.
"Kau!" seru Kairo dengan pelan dan menunjuk Tessa yang seakan tak ada takut padanya.
"Tessa, seorang perempuan yang pulang ke Indonesia karena pria yang dulu menjadi pacarnya memilih menikah dengan wanita lain dan meninggalkan Tessa bak sampai yang dibuang!"
Wajah Tessa terkejut. Dia benar-benar tak menyangka jika apa yang dia sembunyikan sendiri ternyata diketahui oleh pria di depannya.
"Apa maksudmu?"
Kairo tersenyum licik. Dia maju beberapa langkah dan menunjuk Tessa dari atas sampai bawah.
"Jangan pernah menyamakan Dayana denganmu wanita yang rela menjual dirinya hanya demi uang. Rela ditiduri demi kau bisa pulang kemari! Kau benar-benar berbeda dengan Dayana. Kau wanita murahan dan bisa dibeli lalu dibuang bak sampah. Sedangkan Dayana, dia permata yang dibuang oleh pria gila yang terpesona dengan barang rongsokan sepertimu!"
~Bersambung
__ADS_1
Huee Kairo kalau udah mode julid, pedes juga.