Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire

Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire
Ulah Rio


__ADS_3

"Apa?" Pekik Dayana dengan mata membola saat karyawannya mengatakan hal yang tak pernah dia dapatkan.


"Maaf, Kak Day. Tapi pelanggan kita benar-benar menginginkan Kak Day yang mengantar," Ujarnya yang membuat Dayana hanya mampu menghela nafas berat.


Mau bagaimanapun ya itulah permintaan pelanggan yang terkadang membuat Dayana heran. Namun, mau tak mau akhirnya dia juga menurutinya.


"Bacakan apa pesanan mereka, Joy! Aku akan menyiapkannya sendiri!" Kata Dayana meminta chef terbaiknya membaca pesanan pelanggan VIP.


Tangan lincah gadis dengan dress bunga-bunba selutut itu mulai bergerak. Kakinya yang jenjang tentu bergerak dengan leluasa. Dapur yang luas, bersih dan juga estetik itu membuat Dayana selalu merasa moodnya bertambah jika berada disini.


Hal itulah yang membuat Dayana betah di restoran. Selain dia bisa membuat menu baru dan resep baru. Dia juga bisa membuat makanan untuk para pelanggannya.


"Kak, Day," Panggil seorang karyawan yang membuat Dayana menoleh.


Perempuan dengan tangan yang dibalut sarung tangan itu menaikkan salah satu alisnya.


"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu," Ujarnya yang membuat Dayana mengerutkan keningnya.


"Siapa?"


"Katanya pengacara, Kak," Katanya yang membuat Dayana mengangguk.


"Tolong katakan pada pengacara bahwa aku masih memasak sebentar. Berikan pelayanan yang baik untuknya yah," Ujar Dayana meminta.


Akhirnya perempuan itu mulai fokus dengan masakannya. Tangannya bergerak dengan cepat. Dia benar-benar harus menyelesaikan semuanya dengan segera karena dirinya hampir melupakan pertemuan dengan pengacara dirinya.


"Sudah selesai!" Ucap Dayana melihat tampilan makanan buatannya.


Dia melepas sarung tangannya. Meletakkan piring itu di atas nampan dan melepas apron yang dia pakai. Tak lupa juga Dayana mencuci tangannya. Menatap penampilan dirinya yang harus rapi karena dia akan bertemu pelanggan.


Melatih bibirnya melengkung ke atas agar terlihat ramah dan bahagia saya melayani mereka.


"Ayo temui pelangganmu, Day. Buat mereka suka dengan masakan buatanmu!" Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


Akhirnya Dayana mulai mendorong tempat dimana di atasnya tertata makanan yang dipesan. Saat perempuan cantik itu mulai keluar dan para pelanggan yang mengenalnya tentu saling menyapa.


Dayana tentu membalasnya dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia berjalan dengan agak cepat menuju tempat meja VIP. Sampai tepat di depan pintu, perempuan tersebut tentu lekas mengetuk pintunya.


"Per…" Kata Dayana terhenti saat menatap dua sosok yang sangat dia kenal.


Dirinya tercengang tak percaya melihat dua pria itu bersama.


"Kamu!" Seru Dayana menatap Kairo dengan pandangan kesal.


Wanita itu benar-benar tak percaya jika seseorang yang meminta dirinya mengantar adalah klien yang menyebalkan menurutnya. Terlalu fokus pada Kairo membuatnya hampir lupa dengan sosok pria yang duduk diseberang.


"Halo, Nona Dayana," Sapa Kaisar yang membuat Dayana menoleh.


"Oh, Tuan Kaisar," Jawab Dayana membalas. "Anda… "


"Ya. Ini aku," Ujar Kaisar dengan ramah.

__ADS_1


"Bagaimana Anda bisa bersama…"


Kaisar beranjak berdiri. Dia berpindah tempat dan berdiri di samping Kairo.


"Kenalkan, Kairo ini adalah kakakku," Ujar Kaisar yang membuat Dayana menganga tak percaya.


Dia mengedipkan matanya beberapa kali. Mencoba menatap Kaisar dan Kairo bersamaan. Dirinya benar-benar tak menyangka jika dua pria ini adalah sepasang adik kakak.


"Jangan berdiri seperti patung! Kami kemari untuk makan siang!" Ketus Kairo yang membuat pemikiran Dayana buyar.


Perempuan itu mendelikkan matanya ke arah Kairo dengan kesal.


"Baik, Tuan Kairo. Maafkan saya," Ucap Dayana lalu segera bergerak.


Dia menata makanan itu dengan cekatan. Menyiapkan semua sampai selesai.


"Selamat menikmati makan siang, Tuan-tuan," Ucap Dayana dengan memaksakan senyuman saat Kairo menatapnya.


"Apa Anda tak mau bergabung dengan kami?" Tanya Kaisar yang membuat Dayana menoleh.


Perempuan itu tentu saja menggeleng. "Mohon maaf, Tuan Kaisar. Saya masih memiliki tamu yang menunggu."


Dayana lekas pamit pergi. Dia membawa kereta dorong yang digunakan membawa makanan itu dan segera menutup pintu VIP dengan pelan.


Dia lekas meminta bantuan karyawan untuk meletakkan kereta itu lagi. Lalu dirinya mulai berjalan ke arah pengacara yang menunggunya di meja paling ujung.


Tanpa Dayana ketahui, jika dua orang pria yang berada di ruang VIP menatap kemana dirinya melangkah. Ya, keunggulan ruang VIP adalah dari luar orang lain tak bisa melihat ke dalam. Namun, dari dalam mereka bisa melihat bagian luar.


"Selamat siang, Pak," Sapa Dayana dengan ramah.


Perempuan itu menyodorkan tangannya untuk bersalaman lalu segera duduk tepat didepan pengacara dari suaminya.


"Apa ada sesuatu yang hendak disampaikan pada saya, Pak?" Tanya Dayana dengan penasaran.


Pengacara itu mengangguk. Dirinya memberikan sebuah surat yang membuat Dayana lekas menerimanya.


"Tuan Rio ingin saya memberikan ini pada anda," Ucap pengacara itu yang membuat Dayana menatap amplop putih tertutup itu dengan seksama.


Dirinya mulai penasaran. Sebelum membukanya, Dayana menatap pengacara itu sekali lagi lalu mulai membuka amplop dari mantan suaminya itu.


Dia lekas membuka lipatan itu dan mulai terlihat coretan tangan khas suaminya disana.


Dayana tentu mulai membaca semuanya. Membaca semua tulisan yang ada disana.


"Apa-apaan ini, Pak? Apa maksud Rio ingin menuntut saya?" Tanya Dayana dengan heran.


"Tuan Rio ingin menuntut anda karena menurutnya. Anda telah membohongi Tuan Rio selama ini. Bisnis yang Anda punya sekarang, bisa saja memakai uang Tuan Rio. Beliau meminta keuntungan dari uang yang dia pakai oleh bisnis anda," Kata pengacara itu yang membuat Dayana menaikkan salah satu alisnya.


Dia benar-benar tak habis pikir. Bagaimana bisa mantan suaminya itu tanpa tahu malu meminta apa yang bukan miliknya.


"Apa anda tahu, Pak?" Seru Dayana mulai lelah dengan sikap mantan suaminya itu.

__ADS_1


Dia melempar kertas itu di atas meja lalu menatap pengacara itu dengan tegas.


"Restoran ini berdiri sebelum saya menikah!" Seru Dayana dengan tegas. "Modal bisnis ini tak memakai yang Mas Rio sedikitpun!"


"Sebaliknya, keuntungan restoran membuat saya bisa menutupi segala kebutuhan keluarganya!" Ujar Dayana benar-benar murka.


Selama ini dia diam bukan karena takut. Selama ini dia mengalah bukan karena tak bisa melakukan apapun. Melainkan dia malas untuk membalas semuanya.


"Mohon maaf, Nona. Tapi klien saya…"


Dayana beranjak berdiri. Dia meletakkan kedua tangannya di atas meja dan menujuk pengacara mantan suaminya itu.


"Katakan pada klien anda. Saya Dayana, siap untuk melawan dia di pengadilan!"


"Nona… "


"Saya akan membawa kasus ini ke pengadilan. Anda tak perlu repot-repor mengurus semuanya."


"Nona, klien saya… "


"Apa yang terjadi disini?" Seru seseorang yang datang dan membuat Dayana serta pengacara itu menoleh.


Disana, Kairo dengan aura tegasnya menatap Dayana dan pengacara itu bergantian. Tak mendapatkan jawaban, Kairo tentu melihat selembar kertas dia atas meja.


Hal itu membuat Kairo meraihnya.


"Jangan ikut campur!"


"Diam!" Seru Kairo dengan wajah tegasnya.


Entah kenapa itu berhasil. Dayana membiarkan Kairo melihat surat yang diberikan oleh mantan suaminya itu.


Tak lama Kairo lekas menyerahkan surat itu dan menatap ke arah Dayana sebentar.


"Kenapa?" Tanya Dayana dengan heran.


"Kau ingin melawannya bukan?"


Dayana tentu mengangguk. Dirinya akan melawan apa yang memang menjadi haknya. Tak akan dia biarkan seseorang mengusik apa yang menjadi miliknya.


Kairo lekas mengalihkan tatapannya. Dia menatap ke arah pengacara itu dengan tajam.


"Katakan pada klienmu itu. Besok surat dari pengadilan akan datang untuknya!" Seru Kairo dengan tegas dan membuat Dayana tentu terkejut.


Perempuan itu menatap wajah Kairo yang serius. Dia benar-benar terpanah dengan sosok pria itu yang datang dan melindunginya.


"Siapa dia sebenarnya?" Gumam Dayana dalam hati. "Kenapa dia mau membantuku untuk melawan Mas Rio."


~Bersambung


Hiya Bang Kairo mulai tebar pesona ini mahh. hihi

__ADS_1


__ADS_2