Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire

Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire
Kejujuran Jimmy


__ADS_3

Setelah perkataan tentang nama orang tua Kairo. Ada perbedaan dalam diri Jimmy. Pria itu terlihat lebih banyak diam dan membiarkan putrinya yang telah membuatkan minuman itu mengambil alih berbicara dengan Kairo.


Jujur perubahan sikap Jimmy tentu dilihat jelas oleh Dayana. Namun, perempuan manis itu tak mau membuat papanya semakin terlihat tertekan. Dia akan menunggu papanya untuk siap berbicara kepadanya.


Dia tahu ada yang tak beres. Dia tahu ada sesuatu masalah yang terjadi dan membuat sikap papanya yang tadinya bersemangat dan begitu bersemangat kini berubah seperti memikirkan sesuatu dalam pikirannya.


"Om," Panggil Kairo saat dirinya merasa sudah cukup lama berada di rumah ini.


Jimmy yang sejak tadi masih diam sambil menatap keluar jendela itu menoleh.


"Ya?" Sahut Jimmy dengan singkat.


"Kairo ingin pamit tapi sebelum itu, Kairo benar-benar ingin memastikan. Apakah Om Jimmy merestui hubungan kami berdua?" Tanya Kairo dengan tegas dan sorot mata yang benar-benar yakin tanpa keraguan apapun.


Jimmy terlihat menarik nafasnya begitu dalam. Dia menatap bergantian Kairo dan Dayana yang seakan menunggu jawaban dirinya.


"Apakah kamu yakin orang tuamu setuju dengan hubungan kalian?" Tanya Jimmy pelan tapi cukup membuat perasaan Kairo sedikit tergores.


Bukan menyakitinya. Namun, Kairo sadar jika hanya Zelia yang tahu tentang sosok Dayana. Papanya, Frans belum tahu tentang apapun dan pria itulah yang selama ini selalu menjadi sumber ketakutan dalam dirinya.


"Aku sudah bertemu mamanya Kairo, Pa. Dia sangat menerima Dayana," sahut Dayana dengan yakin.


"Jika tentang mamanya, Papa tak akan sekhawatir ini, Day. Tapi, Papa hanya ingin tahu tentang Papanya Kairo. Apakah Frans sudah mengenalmu dan mengetahui hubungan kalian?"


Jantung Dayana berdegup kencang. Dia melihat tatapan papanya yang berbeda tak seperti biasanya. Tatapan mata yang mengandung banyak ketakutan tapi ada sebuah sarat penyesalan di dalamnya.


"Belum, Om. Papaku belum tahu tentang hubungan ini," jawab Kairo dengan jujur.


Jimmy menarik nafasnya begitu dalam. Dia mulai menarik benang merah. Dia mulai yakin jika saingannya itu. Jika pria itu pasti belum tahu tentang hubungan putranya dengan putrinya.


"Jika kamu bertanya tentang restuku, maka mintalah restu dulu pada Papamu. Restuku tak akan pernah menghambat dirimu untuk memiliki putriku. Cukup melihat anakku bahagia, aku akan memberikannya padamu!" Kata Jimmy dengan yakin dan itu cukup memberi keyakinan dalam diri Kairo yang menatap Jimmy penuh harap.


"Serius, Om?"


"Tentu. Aku akan memberikan restuku jika kamu sudah mendapatkan restu orang tuamu dan meyakinkan mereka jika mereka akan menerima Dayana sebagai menantunya!"


Akhirnya pertemuan hari itu selesai. Dengan Kairo yang begitu bahagia saat berjalan keluar dari rumah Dayana dengan diikuti sang kekasih di sampingnya.

__ADS_1


Meski dirinya takut akan bagaimana respon orang tuanya nanti. Namun, setidaknya restu dari calon mertuanya tak seberat itu. Dirinya seakan mendapatkan keyakinan bahwa calon mertuanya benar-benar menerimanya tanpa syarat apapun. Hanya permintaan kecil tentang orang tuanya yang benar-benar menerima Dayana di keluarga mereka.


"Hati–hati di jalan ya. Sampai rumah kabarin aku!" Kata Dayana pada Kairo saat keduanya sampai di dekat mobil.


Kairo mengangguk. Dirinya memegang tangan Dayana. Menariknya sedikit lalu mencium punggung tangan itu dengan lembut.


"Aku akan meminta restu papaku langsung, Day. Aku akan memastikan orang tuaku menerimamu di keluarga kami!" ucap Kairo dengan suaranya yang tegas.


Dayana tersenyum. Dia menganggukkan kepalanya dan yakin akan ucapan kekasihnya itu. Dia percaya jika Kairo pasti akan melakukan segalanya agar mereka bisa bersatu.


"Aku akan menunggu disini!"


Akhirnya Kairo mulai masuk ke dalam mobil. Dengan Dayana melambaikan tangannya saat mobil itu mulai berjalan pergi meninggalkan halaman rumahnya.


Setelah memastikan Kairo tak terlihat. Kekasihnya itu sudah tak nampak di mata. Dayana mulai berbalik. Namun, bibirnya langsung melengkung ke atas saat melihat papanya berdiri disana menunggu.


"Papa!"


"Ada sesuatu yang ingin papa katakan!"


***


"Ada apa, Pa?"


Jimmy terlihat menata dirinya. Dia tak akan menutupi apapun dari sosok putrinya itu. Hal ini diluar batas kemampuannya. Hal ini terjadi karena sudah kehendak Tuhan.


"Papa?"


"Kairo adalah putra dari wanita yang pernah Papa cintai dulu, Day."


Deg.


Jantung Dayana berdegup kencang. Wanita itu sampai menutup mulutnya menatap papanya yang baru saja mengatakan hal besar untuknya.


"Kairo adalah putra dari wanita yang pernah papa tinggalkan dulu. Kairo… "


Jimmy tak bisa mengatakan apapun saat matanya menatap air mata yang menetes dari sudut mata putrinya. Dia benar-benar merasa bersalah pada Dayana. Dia benar-benar merasa takut jika karena dirinya, hubungan putrinya akan gagal.

__ADS_1


"Papa minta maaf, Day. Papa… "


"Papa gak perlu minta maaf," ucap Dayana dengan spontan lalu memeluk Jimmy dengan erat. "Papa gak perlu minta maaf. Papa gak salah!"


Dayana mengatakan itu dengan cepat dan tegas. Bahkan kepalanya sambil menggeleng untuk meyakinkan papanya bahwa ini bukan kesalahannya. Bahwa ini semua sudah takdir Tuhan yang diberikan kepadanya.


Jimmy hanya mampu membalas pelukan putrinya. Jujur dirinya benar-benar takut. Takut jika suatu hari nanti karena masa lalu dirinya yang buruk akan menghambat kebahagiaan Dayana.


Seumur hidupnya. Dayana memang bukan putrinya. Namun, merawatnya dari kecil, mendidiknya adalah suatu hal yang luar biasa yang Jimmy dapatkan. Dirinya tak pernah menyesal. Dirinya tak pernah memikirkan hal yang buruk saat merawat Dayana.


Dia tulus membesarkan Dayana dengan jiwanya sendiri. Melewati segala hal masalah dengan keluarganya sampai akhirnya mereka menerima keberadaan dirinya dan Dayana di antara mereka.


Pelukan itu perlahan terlepas. Dayana mengingat sesuatu hal. Dirinya menghapus air matanya lalu berganti mengusap air mata papanya yang juga ikut mengalir.


"Day boleh tanya satu hal, Papa?" Tanya Dayana pelan saat dia ingin memastikan satu hal.


"Tentu, Nak. Katakan!"


"Apakah Mama Zelia adalah wanita yang papa tinggalkan demi Mama Kara?" Tanya Dayana pelan sambil menatap papanya dengan penuh ketakutan.


Jimmy tentu diam. Dia hanya mampu menatap bola mata putrinya yang menunggu jawabannya.


"Papa! Apa benar?"


Jimmy mengalihkan tatapannya. Dirinya menatap pohon rindang yang ada di taman. Keduanya memang memilih berbicara di samping rumah karena memang pembicaraan mereka kali ini mungkin butuh tempat yang sangat nyaman.


"Benar. Tapi Papa tak meninggalkan Zelia untuk mamamu, Day. Papa hanya ingin melindungi Mamamu dari kelakuan Papamu itu!"


"Dengan mengorbankan cinta papa pada Mama Zelia bukan?" Balas Dayana dengan pelan tapi mampu menusuk hati Jimmy yang masih basah akan luka penyesalan.


"Day!"


"Papa!" Sela Dayana dengan pelan. "Day tak marah. Day tak dendam pada Mama Kara. Day bahkan tak marah ketika Day tahu Mama mencintai Papa Jimmy dulu saat masih bersama Papa Reynand!"


Jantung Jimmy hampir mencelos saat ucapan putrinya itu padanya. Dia menatap Dayana dengan lekat saat apa yang disimpan selama ini diketahui putrinya.


"Papa pasti bingung kan? Darimana Dayana tahu semua ini! Betul bukan?"

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2