Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire

Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire
Alasan Utama


__ADS_3

Jika dalam agama, mungkin nasab Kairo bukan lagi milik Frans melainkan nasab Kairo jatuh dan ikut ke nasab Clein. Namun, untuk hasil tes darah dan anak kandung, ya Kairo adalah murni hasil dari buah cinta Clein dan Frans.


Bagaimanapun memang keduanya memiliki hubungan. Bagaimanapun Frans dan Kairo memang memiliki hubungan ayah dan anak menurut biologis.


Bersamaan dengan itu. Tangan Zelia gemetar ketakutan. Bahkan air mata sudah mengalir deras. Dia bahkan mulia berkeringat dingin dengan kening berkerut saat perutnya kembali terasa sakit.


Tangan itu bahkan sampai meremat hasil kertas itu dengan kuat. Zelia benar-benar tak mampu menahannya lagi. Dia sampai berpegangan ke dinding dan memegang perutnya.


"Akhh!" pekik Zelia sampai jatuh terduduk dan membuat beberapa suster yang ada disana mulai berdatangan.


Tentu saja semua orang mulai panik. Suster mulai membantu Zelia dan menaikkan ke atas ranjang pasien yang dibawa ke arah mereka. Zelia benar-benar tak mampu menahan sakit yang menyerang area perut sampai pinggangnya.


"Sakit, Dokter!" lirih Zelia dengan memegang pinggiran ranjang saat dia mulai dibawa ke ruang UGD.


"Keluarga?"


Zelia tak mampu mengatakan apapun. Dia hanya menunjuk sesuatu yang ada di dalam tasnya dan membuat suster segera mendengar. Entah apa yang Zelia pikirkan sekarang. Namun, tak lama kepalanya terasa sakit. Matanya berkunang-kunang. Ruangan itu berputar hingga tak lama matanya mulai mengedip dengan pelan.


Semakin lama sakit itu semakin terasa tapi matanya tak tahan dan akhirnya Zelia tak sadarkan diri.


Sedangkan Frans, pria itu yang mendapatkan kabar jika istrinya pingsan di rumah sakit spontan segera meninggalkan semua pekerjaannya. Dia benar-benar mengemudi mobil miliknya ke rumah sakit.


Hal yang membuatnya benar-benar berpikir apa yang dilakukan oleh istrinya itu. Untuk urusan Clein dan Kairo, dua orang itu telah keluar dari rumah sakit dan dia sudah mengurusnya. Lalu apalagi yang dilakukan oleh istrinya itu?


Sedang apa Zelia ke rumah sakit?


Bukankah istrinya pamit padanya ingin membeli kue ke toko roti langganannya.


Sampai akhirnya Kairo lekas keluar dari mobil dan berlari masuk ke rumah sakit. Bak setan kebingungan. Frans lekas bertanya dimana tempat wanita yang baru saja pingsan. Tentu saja dia lekas berlari menuju ruangan yang disampaikan dimana tempat istrinya berada.


Namun, saat dia hendak masuk. Seorang suster baru saja keluar dan menahan Frans.


"Tunggu sebentar, Tuan."


"Aku ingin melihat istriku, Suster. Minggir!" Kata Frans dengan suaranya galak.


Dia benar-benar menatap sister di depannya dengan gigi gemelatuk. Ketakutan-ketakutan mulai menghantui dirinya.

__ADS_1


"Dokter akan keluar dan memberitahu kondisi istri Anda. Tunggu sebentar, Tuan!" Pinta suster itu menahan Frans dengan kuat.


Akhirnya Frans hanya mampu memukul angin. Mencoba melampuasan kekhawatiran dirinya pada sang istri. Jujur Frans tahu bagaimana istrinya beberapa minggu ini.


Zelia benar-benar menjauh darinya. Bahkan Frans sering melihat Zelia tidur di kamar lain. Bahkan lebih parahnya, Zelia sering melamun daripada tertawa seperti biasanya. Hal itulah yang membuat Frans tak tahan.


Hal itulah yang membuatnya datang ke rumah Clein beberapa hari yang lalu dan memberikan ancaman agar tak muncul lagi ke kehidupan mereka.


"Bagaimana, Dokter? Bagaimana kabar istriku?" tanya Frans yang dia terkejut jika dokter yang keluar adalah dokter kandungan istrinya.


Seorang wanita dengan pakaian jas putih dan buku di tangannya spontan menatap Frans dengan tatapan sedih.


"Mohon maaf, Tuan Frans. Dengan berat hati, saya harus mengatakan jika kandungan Nona Zelia tak selamat. Anak kalian sudah tak ada harapan di dalam sana. Dia sudah tak bernyawa," kata dokter bak bom atom di hati Frans.


Pria itu sempat oleng ke belakang tapi segera berpegangan dengan dinding. Jantungnya berdegup kencang dengan matanya yang memanas.


Dia benar-benar menatap lantai itu dengan tatapan kosong. Berusaha tak percaya dan kembali menatap dokter di depannya dengan penuh harap.


"Apa tak ada harapan lagi, Dok? Apa tak ada lagi harapan untuk anakku?"


Dokter itu menggeleng. Dia benar-benar tak bisa melakukan apapun selain harus segera mengeluarkan anak yang sudah tak bernyawa itu dari dalam perut Zelia.


Ahh marah pada dirinya sendiri.


Marah pada keadaan.


Namun, hal utama adalah dia marah pada Clein. Kenapa wanita itu datang ke rumahnya. Kenapa wanita itu berani membawa anak itu ke rumah dan menemui istrinya.


Hal yang benar-benar membuat Frans menatap penuh marah. Membuat sesuatu dalam diri Frans benar-benar meletup dan menjadi benci yang membesar.


"Semua ini karena kalian. Kalian harus membayar semuanya. Anakku pergi dariku. Kalian harus tanggung jawab!" ucap Frans dengan tatapan penuh amarah.


Hal yang benar-benar menakutkan. Hal yang benar-benar terjadi dimasa lalu itu membuat Clein meneteskan air mata saat harus menceritakan lagi kisah itu pada putranya.


Perempuan yang sudah tak lagi muda itu sampai sesenggukan saat menceritakan hal itu. Hal yang mengejutkan untuk Kairo. Hal yang membuat pria itu menatap ibunya dengan tak percaya.


Matanya bahkan sampai berair dan dia berusaha menerima kenyataan itu. Kenyataan yang baru saja dia dengar. Kenyataan yang selama ini tak pernah dia tahu.

__ADS_1


"Jadi… "


Clein mengangguk. Dia menatap putranya dengan air mata yang masih mengalir.


"Maafin Ibu yah. Maaf karena Ibupen, kamu dibenci papamu. Maaf," kata Clein dengan tatapan penuh penyesalan.


Kairo menggeleng. Dia memegang tangan ibunya dan menggenggamnya.


"Ibu gak salah," ucap Kairo dengan pelan. "Ibu waktu itu panik karena aku sakit. Ibu benar-benar terdesak."


Clein benar-benar merasa bersalah pada putranya. Dia benar-benar merasa berdosa pada putranya itu. Dengan pelan Clein memeluk anaknya dan membuat Kairo membiarkan ibunya melampiaskan segala hal yang selama ini dia pendam.


"Ibu, jangan merasa bersalah. Kairo menerima semua perlakuan Papa!"


Clein mengangguk. Dia tak meragukan kebaktian anaknya pada mantan kekasihnya itu. Dia tak meragukan bagaimana semangat anaknya untuk meraih hati mantan kekasihnya itu.


Kairo selalu menceritakan perjuangan dia. Kairo selalu menulis kisahnya di sebuah buku hingga tepat ketika Kairo berumur 17 tahun, dia mulai mencari jalan menemui Clein seorang diri.


"Ibu," lirih Kairo dengan pelan dan melepaskan pelukan.


Clein mengangguk. Dia menatap wajahnya putranya dengan penuh sayang.


"Jadi Papa meminta tebusan aku untuk anaknya yang meninggal?" tanya Kairo dengan pelan.


Clein menggeleng. Dia mengusap wajah anaknya dengan pelan.


"Setelah Mama Ze kehilangan anaknya, dia mengalami gangguan jiwa. Stress dan seri g menangis. Dia banyak diam di kamar. Tak mau bersosialisasi. Sampai akhirnya, Ibu membawa kamu untuk menemui Mama Ze."


Clein mengatakan dengan pelan. Dia benar-benar berhati-hati menceritakan pada putranya. Dia tak mau anaknya salah paham dengan masa lalu di antara mereka.


"Saat Mama Ze melihatmu, ada secercah harapan di matanya. Dia gendong kamu dengan baik, meski waktu itu usia kamu udah anak-anak. Tingkah kamu yang lucu menarik jiwa Mama Ze yang hilang dan akhirnya Papa Frans yang meminta kamu dari Mama.


"Dia bilang ingin merawat kamu bersama Mama Ze."


"Lalu Ibu, diminta pergi dari kehidupan mereka?" tebak Kairo dengan pelan dan itu membuat wajah Clein menunduk.


~Bersambung

__ADS_1


Mbak Ze bakal tetap lanjut kok. Tapi bentar tunggu aku pulang kerja yang senggang. Aku pulang kerja sore terus. ngetik ini aja, bener-bener tiap malam nunggu bocil tidur.


__ADS_2