Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire

Dibuang Suami, Dinikahi Millionaire
Tes DNA


__ADS_3

Disini nanti baru diketahui Kairo putra Frans oleh Zelia.. Hal itu membuat zelia stress dan keguguran.


Frans yang mendapatkan panggilan untuk segera ke rumah sakit tentu kalang kabut. Dia benar-benar panik dan takut terjadi sesuatu dengan sang istri. Apalagi suara Zelia terdengar gemetar dan dia benar-benar langsung tancap gas untuk datang kesini.


Pikirannya benar-benar melebur menjadi satu. Kehamilan Zelia memang kata dokter mengkhawatirkan. Perempuan itu tak boleh stress dan terlalu banyak pikiran. Perutnya yang memang tak terlihat karena dia selalu menggunakan baju terusan panjang membuat semua orang selalu mengatakan jika dia masih hamil muda.


Padahal sebenarnya, Zelia sudah memasuki trimester kedua. Namun, kondisi Zelia yang benar-benar mengkhawatirkan terlihat dari perutnya yang memang tak besar seperti seusia yang seharusnya.


Langkah kaki Frans begitu cepat. Dia menerobos banyaknya lalu lalang yang terlihat di rumah sakit. Keadaan rumah sakit memang sedang ramai dan itu membuat Frans sedikit kesulitan.


Namun, itu tak membuat semangatnya luntur. Frans lekas berjalan menuju ruangan yang dikatakan oleh istrinya. Sampai dari ujung, dia mampu melihat sosok istrinya tapi semakin dekat. Langkah kaki Frans melambat saat manik matanya menatap ke arah seseorang yang sangat dia hafal gerak geriknya.


Ahh lebih tepatnya postur tubuhnya juga dia sangat hafal.


Sosok perempuan yang terakhir kali dia ancam agar tak melakukan hal gila.


Sosok perempuan yang memberikan dia fakta tapi tak dia terima. Hal hal gila yang benar-benar membuatnya takut.


Takut jika Zelia meninggalkannya.


"Sayang," panggil Frans yang membuat Zelia membalikkan tubuhnya.


Tentu panggilan itu membuat Zelia dan Clein spontan menoleh bersamaan. Jika Clein menatap Frans seperti penuh harap dengan ketakutan yang besar. Berbeda dengan Zelia. Dia menatap suaminya dengan hal yang terbayang di seluruh benaknya.


Rasa takut dikecewakan. Rasa yang membuatnya berpikir akan kenyataan yang benar-benar terjadi dalam bayangannya. Hal itu tentu membuat perutnya mulai terasa tak nyaman.


Saat Zelia hendak bersuara. Naluri keibuan Clein yang takut terjadi sesuatu pada anaknya membuat otaknya bekerja cepat. Langkah kaki Clein benar-benar mendekat. Dia memeganh lengan Frans dengan air mata yang mulai mengalir.


"Kumohon, Frans. Kumohon bantu putraku! Putraku membutuhkan donor darah. Putraku membutuhkanmu. Tolong selamatkan Kairo!" Pintanya dengan bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Jujur Clein menghilangkan rasa sakit dalam dirinya. Melihat sosok pria yang dia cintai bahagia dengan wanita lain, semua dia kesampingkan. Saat ini dalam pikiran wanita yang penampilan acak-acakan itu hanyalah kondisi Kairo.


Hanya Kairo yang saat ini dia pikirkan. Hanya Kairo yang membuatnya takut kehilangan.


Dia tak peduli pada Frans. Dia tak peduli pada hatinya. Sejak lama dia benar-benar menyimpan luka tentang Frans dan Charly. Maka dari itu lambat laun, lahirnya Kairo benar-benar menjadi obat untuknya.


"Apa yang kau inginkan, Clein?" tanya Frans dengan kasar dan menepis tangan Clein yang memegang lengannya.


"Sayang!" pekik Zelia yang terkejut melihat suaminya kasar.


Selama ini, selama pernikahan mereka Frans tak pernah kasar padanya. Frans tak pernah membentak ataupun berlaku seperti apa yang dia lihat barusan. Hal itu tentu membuat Zelia mulai yakin jika terjadi sesuatu di antara mereka.


Apalagi dengan lancarnya. Apalagi tanpa ragu, Frans menyebut nama wanita di depannya yang tak pernah dia kenal.


"Beritahu aku, Clein! Apa yang kau mau? Kenapa kau datang lagi hah?" bentak Frans yang membuat beberapa manik mata tentu menatap ke arah mereka.


Zelia spontan menarik lengan suaminya. Dia benar-benar tak tahan dengan suara suaminya yang meninggi. Dirinya yang takut akan suara marah itu benar-benar terkejut jika suaminya bisa menaikkan nada suaranya.


"Dia datang ke rumah dengan anaknya yang sakit. Anaknya benar-benar dalam kondisi yang buruk, Frans. Maka dari itu aku membawanya kesini!"


Frans terlihat mengepalkan kedua tangannya. Matanya menatap istrinya dengan tajam.


"Untuk apa kau membantu mereka, Ze?"


"Dasar kemanusiaan, Frans!" bentak Zelia balik.


Dia benar-benar tak tahan dengan sikap suaminya yang berbeda. Dia benar-benar terkejut dengan sikap Frans yang berubah ketika ada wanita itu di antara mereka.


"Bagaimana jika suatu saat nanti aku yang butuh pertolongan orang, hah? Bagaimana jika nanti anak kita sakit dan kamu gak ada?"

__ADS_1


"Aku bakalan selalu ada buat kamu, Ze. Aku gak bakal kemanapun!" seru Frans dengan kekeh.


Zelia benar-benar mengepalkan kedua tangannya. Nafasnya memburu dan dia benar-benar kesal pada suaminya.


"Aku menyuruhmu datang kemari agar membantunya. Membantu anak perempuan itu karena membutuhkan darah dan darahnya sama kayak kamu, Sayang. Kumohon!" lirih Zelia penuh permohonan.


Dia menurunkan nada bicara. Dia benar-benar membujuk suaminya. Frans yang keras kepala awalnya benar-benar tak mau. Namun, Zelia yang memohon, perdebatan di antara keduanya membuat Frans akhirnya mau.


Pria itu akhirnya mau mendonorkan darahnya pada Frans. Dia benar-benar setuju untuk melakukan tes dulu sebelum melakukannya. Hingga tanpa Frans dan Clein tahu. Zelia datang menghampiri dokter dengan diam-diam.


"Kumohon lakukan cek darah juga antara suami saya dan anak itu, Dok. Saya ingin tahu apa dugaan saya benar atau salah."


Itulah perkataan yang membuat bencana dalam hidup Zelia. Ya, dia benar-benar mencari tahu karena takut jika suatu hari nanti terjadi hal tak terduga. Hingga akhirnya tes hasil itu benar-benar keluar beberapa minggu kemudian.


Saat anak Clein benar-benar berhasil diselamatkan dan baru saja pulang dari rumah sakit. Zelia pergi kesana dan mengambil hasil tesnya. Perempuan itu benar-benar takut akan apa yang dia bayangkan.


Dia benar-benar takut jika apa yang dia takutkan benar-benar terjadi. Hingga perlahan dia buka lipatan segel rumah sakit itu dengan pelan. Dirinya mulai menarik nafasnya mencoba menerima apapun yang ada di tulisan itu.


Namun, terlalu memikirkan hasil tes ini. Beberapa hari kemarin dia benar-benar merasa sakit di area perutnya. Zelia benar-benar hampir stress karena takut akan hasilnya.


Wanita mana yang dengan ikhlas menerima kenyataan jika suaminya punya anak dari wanita lain. Wanita mana yang dengan rela menerima sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya. Wanita mana yang terima dengan dugaan jika suaminya selingkuh dengan wanita lain.


Hingga tangan Zelia dengan pelan membuka lipatan kertas itu. Dia mulai membaca deretan tulisan yang tertera di sana. Namun, satu hal yang Zelia takutkan.


Tangan itu gemetaran. Air mata Zelia mulai menggenang saat apa yang dia takutkan tertulis jelas di sana.


"99 persen cocok?" lirih Zelia bersamaan dengan air mata yang menetes di kedua matanya. "Jadi itu tandanya, anak itu adalah anak kandung Kak Frans?"


~Bersambung

__ADS_1


di novel ini bakalan ada beberapa flashback yang keluar kok. Tenang aja, gak perlu khawatir karena novel mbak ze gak lanjut. Aku tetep bakal kasih kok biar gak bingung


__ADS_2