
Alina hendak melangkah pergi namun dia dikagetkan dengan Delia yang tiba-tiba berdiri dibelakangnya dengan tatapan sinis.
"Katakan padaku, kau mempunyai hubungan yang lebih kan dengan Arkan?" Tanya Delia.
"Apa kau mendengar percakapan kami tadi?" Tanya balik Alina.
"Jawab saja pertanyaan ku dulu!" Sentak Delia.
Alina hanya diam tak merespon.
"Apa kau bisu?" Tanya Delia lagi.
"Maafkan aku, aku ingin melanjutkan pekerjaanku dulu." Kata Alina tersenyum lalu melangkah pergi dari hadapan Arkan.
Delia merasa geram melihat sikap Alina yang tak menghiraukan pertanyaannya. Dia berbalik badan dan langsung meraih lengan Alina.
"Kau sudah tidur kan dengannya?" Tanya Delia dengan mata melotot.
Kali ini Alina terperanjat saat mendengar pertanyaan yang Delia lontarkan.
"Kenapa terdiam? ucapan ku benarkan?"
"Sekalipun aku tidur dengannya, itu bukan urusanmu." Ujar Alina.
"Apa....jadi benar kau sudah tidur dengannya?" Delia semakin geram mendengarnya.
Alina kemudian melanjutkan langkahnya, meninggalkan Delia yang masih berdiri mematung.
Delia menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya secara perlahan.
Sore harinya saat akan hendak pulang.
Langkah Arkan tiba-tiba terhenti saat Delia memanggil dirinya.
"Ada apa?" Tanya Arkan.
"Aku ingin bicara sebentar denganmu." Jawab Delia.
__ADS_1
"Aku tidak punya waktu untuk itu." Ucap Arkan singkat, lalu melanjutkan langkahnya lagi.
"Kenapa harus Alina?" Tanya Delia tiba-tiba.
Sontak langkah Arkan terhenti mendengar Delia berucap seperti itu. Dia berbalik badan, lalu menatap Delia dengan penuh tanda tanya.
"Apa katamu tadi?" Tanya balik Arkan.
"Aku ada, kenapa harus Alina?"
"Aku sungguh tidak mengerti dengan ucapan mu." Ujar Arkan.
"Aku menyukaimu dari awal, sudah sejak lama waktu kita masih kuliah. Aku rasa kau tahu tentang ini." Ungkap Delia memberanikan diri.
"Aku tahu. Tapi maaf, kau hanya teman bagiku. Tidak lebih!" Kata Arkan lalu berlalu begitu saja masuk ke dalam mobilnya.
Delia yang mendengar itu hanya terdiam sambil menundukkan kepala. Rasa sakit dan malu kini berkecamuk dalam hatinya.
Delia sendiri tidak tahu menahu bahwa pria yang ia sukai itu ternyata sudah menikah.
Bagaimana tidak tahu, sementara Arkan dan Alice saja menikah diluar negeri dan itupun hanya di hadiri oleh kerabat terdekat saja.
"Ini malam sebelum nyonya pulang, tuan Arkan pergi ke salah satu rumah kontrakan yang berada dipinggiran kota." Ucap Dirga sambil memberikan beberapa lembar foto kepada Alice.
Dirga sendiri adalah orang kepercayaan Alice. Sudah beberapa tahun ini Dirga mengabdi kepada Alice atas perintah orangtua Alice sendiri.
Alice memandangi foto tersebut, foto dimana suaminya tengah berpelukan dengan sorang wanita yang wajahnya tak kelihatan.
"Siapa wanita ini?" Tanya Alice.
"Dia adalah seorang office girl di perusahaan tuam Arkan, nyonya." Jawab Dirga.
Entah mengapa ketika melihat foto yang sekarang, Alice malah merasakan kecemburuan di dalam hatinya.
Awalnya Alice memang tidak mencintai Arkan. Namun, seiring berjalannya waktu, membuat wanita itu akhirnya merasakan perasaan lebih pada pria berwajah tampan itu.
Arkan memang memliki wajah tampan dengan rahang tegas dan bola mata yang kecoklatan, sehingga semakin lama semakin membuat Alice jatuh cinta.
__ADS_1
Alice perlahan merobek foto tersebut lalu membuangnya ke tong sampah.
"Kau boleh pergi sekarang!" Ujar Alice pada Dirga.
Dirga tertegun melihat sikap Alice yang biasa-biasa saja. Padahal yang ia tahu Alice telah diselingkuhi oleh suaminya sendiri.
"Apa kau tidak dengar?" Tanya Alice.
"Baik nyonya!" Dirga mengangguk lalu melangkah pergi dari hadapan Alice.
"Meski begitu, kau tetaplah suamiku." Lirih Alice dengan mata memerah.
Sementara saat ini pintu kamar terbuka dan masuklah Arkan yang baru pulang ke rumah.
Alice masih dengan posisi yang sama yaitu berdiri menghadap ke arah luar jendela dengan tangan dilipat ke dada.
"Sampai sejauh mana?" Tanya Alice tiba-tiba membuka suara.
Arkan hanya diam tak menghiraukan apa yang baru saja istrinya itu ucapkan.
"Sampai sejauh mana kau dengannya?" Sekali lagi, Alice mengulang pertanyaannya.
Arkan mendongak dan membawa pandangannya pada Alice kala mendengar kata kau dengannya.
"Apa maksudmu itu?" Tanya balik Arkan.
"Jangan pura-pura tidak tahu, karena aku tahu semuanya." Jawab Alice.
Alice memutar kepalanya lalu menatap Arkan dengan tatapan serius.
"Sejak kapan kau berselingkuh di belakangku?" Tanya Alice.
Deeg.....
Arkan kembali diam, mulutnya seketika tergagap. Tak tahu ingin berbicara apa. Dia merasa bingung darimana Alice tahu bahwa ia berselingkuh?
"Kenapa diam? tinggal jawab saja apa susahnya!" Kata Alice.
__ADS_1
"Darimana kau tahu?" Tanya Arkan dengan pembawaan yang dingin