Dilema Cinta Sahabat

Dilema Cinta Sahabat
episode 23


__ADS_3

Iyan mencium gemas pipi baby Ray yang gembul. Bayi itu benar-benar membuat Iyan jatuh cinta. Sejak masih didalam kandungan Iyan selalu memperhatikan kondisi baby Ray dan perkembangannya. Tak sedikitpun waktu dilewatinya untuk selalu menjaga dan melindungi baby.


"Anak ayah makin ganteng aja. Mirip siapa sih?"


Seperti hari ini, Iyan sedang asik bercengkrama dengan baby Ray di taman belakang rumah mama Alvi.


Baby Ray yang saat ini sudah berusia lima bulan sudah bisa merespon setiap orang yang mengajaknya berbicara. Baby Ray yang berada digendongan Iyan menggerak- gerakkan tangannya meraba wajah Iyan disertai dengan tawa polosnya membalas perlakuan Iyan.


Gemas melihat tingkah baby Ray, Iyan menggelitiki tubuh baby Ray dengan dagunya sehingga baby pun terkekeh-kekeh geli.


"Ayah gigit ya?" Iyan menggigit gemes tangan baby yang membuat baby teriak menangis.


Iyan tertawa gembira dan kemudian segera menenangkan baby dengan menggelitiknya lagi. Baby pun tertawa lagi.


Riri yang melihat tingkah keduanya dari jendela dapur hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum, geli.


"Bib, apa aku salah menyukai babang? Kamu tau dia orang baik. Ketulusannya tidak kuragukan. Hanya saja, aku merasa tak pantas untuknya."


Huff!!!


Riri menghela napas berat. Kemudian dia menghampiri Iyan dan baby Ray.


"Baby, bunda dateng tuh." Iyan menunjuk baby Ray kearah Riri.


Ray menggapai tangannya pada Riri dengan tawanya yang menggemaskan.


"Anak bunda ganteng, sini bunda gendong." Riri mengambil alih menggendong Ray.


Iyan mengeluarkan ponselnya.


"Kita foto bertiga ya?" Iyan mengarahkan kamera ponselnya.

__ADS_1


Cekrekk!


Iyan tersenyum puas melihat hasil fotonya.


"Lihat dong, bang!"


Iyan menunjukkan pada Riri dan Riri pun tersenyum manis melihat foto mereka bertiga.


"Babang pengen kita bertiga selamanya bahagia seperti ini, Yi. Apa kamu juga menginginkannya?" Iyan menatap Riri dengan penuh harap.


Riri tersenyum dan mengangguk malu.


Iyan terperangah menatap Riri. Senyumnya pun mengembang.


Sedetik kemudian,


"Makasih, Yi. Babang bahagia banget. Babang janji akan selalu menjaga dan membahagiakan Ayi dan juga baby Ray." Iyan memeluk Riri dan baby Ray. Diciumnya lembut kening dua orang yang sangat ia sayangi itu.


Riri pun tersenyum bahagia. Ia kini telah menautkan hatinya pada teman masa kecilnya yang sejak dulu tulus menyayanginya.


Iyan lalu mengambil Ray dari gendongan Riri. Diangkatnya tinggi tubuh montok baby Ray yang terus tertawa lucu.


"Sayang! Sekarang kamu anak ayah seutuhnya. Ayah sayang kamu!" Iyan berputar-putar membawa Ray ikut berputar bersamanya.


Mereka pun tertawa bahagia. Dan Riri pun berharap kebahagiaannya kekal selamanya.


"Bibib sayang! Restui kami dan doakan kami semoga tercapai akhir yang bahagia untuk aku, baby Ray... dan babang."


🎵Walaupun jiwaku pernah terluka


hingga nyaris bunuh diri

__ADS_1


wanita mana yang sanggup


hidup sendiri di dunia ini


Walaupun t'lah kututup mata hati


begitu pun telingaku


namun bila dikala cinta memanggilmu


dengarlah ini...


Walaupun dirimu tak bersayap


ku akan percaya


kau mampu terbang bawa diriku


tanpa takut dan ragu


Walaupun mulutku pernah bersumpah


tak sudi lagi jatuh cinta


wanita seperti diriku pun ternyata


mudah menyerah


Walaupun kau bukan titisan dewa


ku takkan kecewa

__ADS_1


karna kau jadikanku sang dewi


dalam taman surgawi...


__ADS_2