Dilema Cinta Sahabat

Dilema Cinta Sahabat
episode 27


__ADS_3

"Bibib! Izinkan aku menikah dengan Babang. Dia sangat baik padaku, Bib. Apalagi dengan anak kita, Babang sangat sayang dan perhatian pada baby Ray. Dia sama sepertimu, Bib. Bersamanya aku merasa seperti bersamamu. Terima kasih kau telah memilih calon penggantimu yang baik untuk kami. Aku mencintaimu dan takkan pernah melupakanmu. Selamanya kau akan selalu dihati kami, Bibibku sayang!"


Tetes airmata mengalir pelan dipipi mulus Riri yang tidak menyadari kalau Iyan sudah berdiri didekatnya.


"Kenapa Ayi menangis? Apa Ayi tidak bahagia menikah dengan Babang?" Iyan mengusap lembut pipi basah Riri.


Wajahnya tegang melihat Riri menangis. Iyan takut Riri menyesal telah menikah dengannya.


Riri menggengam tangan Iyan lembut.


"Makasih ya, Babang udah mencintai Ayi dan Ray. Ayi bahagia bisa menjadi istri orang yang baik, perhatian dan penuh kasih sayang seperti Babang. Semoga Babang selalu memberikan cinta dan sayang Babang selamanya untuk Ayi dan Ray." Riri tersenyum manis pada Iyan yang kini sudah berstatus sebagai suaminya.


Iyan mengecup lembut tangan Riri yang menggenggam tangannya.


"Sama-sama, Yi. Babang janji akan menjaga dan mencintai Ayi dan baby seumur hidup Babang. Perhatian dan kasih sayang akan selalu Babang berikan hanya untuk Ayi dan baby. Percayalah!"


Riri mengangguk dan tersenyum penuh cinta.


"Ayi percaya, Bang!"


Iyan pun tersenyum bahagia. Dipeluknya tubuh Riri dan dibalas Riri yang bersandar tenang di dada bidang Iyan.

__ADS_1


"Sekarang Ayi sudah menjadi milik Babang. Apa Babang boleh mencium Ayi?" bisik Iyan pelan. Dikecupnya lembut belakang telinga Riri membuat wanita itu bergidik geli.


"Apaan sih, bang. Geli tau!" wajah Riri terasa panas.


Iyan merasakan tubuh Riri bergetar.


Diciumnya leher mulus Riri dan membuat Riri semakin menggelinjang geli.


Iyan menangkup kedua pipi Riri dan menempelkan dahinya dengan dahi Riri. Rona merah terpancar diwajah cantik Riri.


"I love you, Ayi. Now and forever."


Iyan memagut lembut bibir Riri yang mengalungkan tangannya dileher lelaki yang kini sudah resmi menjadi suaminya.


Riri pun membalas ciuman Iyan dengan sangat bergairah.


************


Lima Tahun kemudian


"Ayah! Bunda! Kita mau kemana?" Ray yang berada digendongan Iyan bertanya ingin tau ketika mereka memasuki gedung tempat acara reunian SMA Riri.

__ADS_1


"Kita mau ketemu sama teman-teman lama Bunda waktu masih sekolah dulu, sayang." Riri mengusap rambut Ray, lembut.


"Apa nanti Ray ada teman juga, Bunda?"


"Iya sayang. Aldi sama Disty pasti juga ada disana." bujuk Iyan yang tau kalau Ray mulai bete karena merasa dia pasti tidak punya teman bermain nanti.


"Benaran, Yah?" Ray menatap Iyan, penuh harap.


Iyan mengangguk, tersenyum.


"Horee! Ray bisa main bareng Aldi sama Disty lagi." Ray kegirangan digendongan Iyan yang tersenyum bahagia melihatnya.


Riri mencubit gemes pipi Ray.


"Bunda... sakit!" Ray merajuk.


Iyan pun memeluknya, menenangkan Ray. Sedangkan Riri hanya terkekeh, geli.


"Riri!" teriakan heboh yang memanggilnya membuat Riri sekeluarga pun menoleh.


"Dela! Yeni!" Riri memeluk dua sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.

__ADS_1


Iyan bergabung dengan suami Yeni dan Helmi. Ray juga asik bermain bersama Aldi, anak Dela dan Helmi, dan Disty, anak Yeni dan Benny.


"Hai, mak lampir!" tiba-tiba Reska datang dan langsung memeluk leher Riri dan menjitak kepala Riri, gemes. Dika dan Tio terkekeh-kekeh melihat ulah Reska yang dari dulu memang suka mengganggu Riri.


__ADS_2