Dilema Cinta Sahabat

Dilema Cinta Sahabat
episode 25


__ADS_3

"Sella! Gue sedih lihat Andre nasibnya gini amat. Gak dapet gue dia rela membujang sekian lama, eh sekalinya dapet bini cemburuannya na'udzubillah. Tau Andre apes gini lebih baik Andre dulu ama gue aja. Gue kan gak cemburuan juga gak suka sirik ama orang!" Riri segaja memancing agar emosi Sella lebih besar padanya dan Sella pasti akan memukulnya habis-habisan sampai ia pingsan dan bahkan mati. Itu lebih baik daripada dia dijadikan budak napsu preman bayaran Sella.


"Apa lo bilang?!"


Plakk. Plakk.


Tamparan, pukulan tendangan dan bahkan benturan sudah Riri terima dari Sella dengan penuh amarah. Bahkan Sella sengaja menginjak tangan Riri dengan ujung high heelsnya yang lancip hingga kulit tangan Riri robek cukup dalam.


Riri berusaha menahan sakit disekujur tubuhnya yang terasa remuk semua. Penglihatannya mulai berkunang-kunang dan taklama Riri pun terkulai, pingsan.


Iyan terus memandang wajah Riri yang terpasang selang oksigen. Sudah seminggu Riri belum sadarkan diri dari koma. Benturan keras akibat benda tumpul dikepalanya membuat Riri mengalami gegar otak ringan.


Wajah kakunya menampakkan amarah yang tak tertahankan lagi. Kepalan tangan dan gemeretak geraham keras penuh emosi Iyan menghembuskan napas, geram.


flashback on


"Bang Iyan, Riri sekarang dalam bahaya!" Erwin Aries menemui Iyan diruangannya.


"Apa maksudmu?" tanya Iyan tak mengerti. Dihatinya timbul was-was.


Erwin memberikan rekaman diponselnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu rencanakan, Sella?"


"Kamu tidak perlu tau apa yang aku perbuat."


"Jangan katakan kamu punya rencana buruk pada Riri?".


Terdengar tawa mengejek dari Sella.


"Kenapa, Andre? Kamu masih mencintainya? Hahahaaaa! Jangan pernah bermimpi kamu akan mendapatkan Riri lagi karena aku akan segera membunuhnya."


"Tolong Sella, jangan lakukan itu. Kasihan anaknya masih kecil..."


"Apa peduliku! Aku malah akan membunuh anaknya juga kalau perlu!"


"Jangan memohon padaku, Andre! Kamu tau, dengan melihatmu memohon seperti ini membuatku makin membencinya. Mengerti?!!"


"Sella! Sella!"


Erwin mematikan rekaman percakapan antara Sella dan Andre diponselnya.


"Darimana kamu mendapatkan rekaman itu, Dek?" tanya Iyan.

__ADS_1


"Andre yang memberikan padaku. Katanya Sella menjebak Riri dan menahannya disebuah gudang tua dipinggir kota."


"Sekarang kita segera bertindak sebelum terlambat."


Iyan mengambil jaketnya dan langsung bergerak menuju lokasi setelah berkoordinasi dengan anggotanya untuk mengepung tempat Sella menahan Riri.


Dorrrrrrr!!!


"Angkat tangan kalian!"


Sebuah tembakan keatas membuat preman-preman sewaan Sella lari kocar-kacir. Tapi dengan sigap, anggota tim polisi yang berjaga langsung menangkap mereka tanpa perlawanan.


Sella pun dibawa kekantor polisi bersama anak buahnya. Kepalanya tertunduk ketika melihat Andre yang tersenyum sinis melihatnya.


"Selamat atas hasil keras kepala batumu, Sella. Dan terima kasih karena aku tak akan sungkan lagi untuk menceraikanmu sekarang." Andre berkata dengan nada sinis.


Sella terus menunduk dengan tangan diborgol. Polisi menggiringnya masuk kedalam mobil patroli.


Selama ini Andre tak pernah mencintai Sella. Namun karena Andre merasa berhutang budi dengan papa Sella sehingga dia menerima untuk menikah dengan Sella yang sudah rusak baik fisiknya maupun mental.


Iyan bergegas menggendong tubuh Riri yang terkulai tak sadarkan diri. Luka ditangannya terus mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Ayi, bangun sayang!" Iyan terus memanggil Riri sambil memeluknya erat. Hatinya sakit melihat seluruh wajah dan tubuh Riri yang penuh luka bekas penganiayaan yang Sella lakukan.


flashback off


__ADS_2