
Mendengar insiden yang terjadi pada Fandy,Renata langsung bergegas ke rumah sakit.Tempat dimana Fandy ditangani oleh tim medis,Evy pun ikut menemani Renata.
Tiba dirumah sakit,terlihat Alea yang sedang berdiri dengan sedikit cemas dan bingung.
Renata dan Evy yang melihat,langsung menghampiri Alea.
"Alea.." sahut Evy memanggil Alea.
Alea pun menoleh kearah Evy ibunya.
"Bu..-" seru Alea.
"Alea..Apa yang sudah terjadi pada anak saya??kenapa Fandy bisa mengalami kecelakaan??" tanya Renata dengan perasaan yang begitu panik dan takut.
__ADS_1
"Maaf nyonya..Sebenarnya itu karna tuan muda sedang menyebrang jalan,dan tidak lihat kalau ada sepeda motor melaju kencang kearahnya..Jadi tuan muda tidak sempat menghindar.. dan sekarang dokter sedang menangani tuan muda nyonya." jawab Alea menjelaskan apa apa adanya.Namun ia tidak berani mengatakan yang sebenarnya,jika Fandy kecelakaan karna mengejar dirinya.
"ya Tuhan.. Anakku..Hiks,bagaimana bisa kau mengalami ini nak..Hiks..Jangan sampai kau meninggalkan ibu nak..Huhu." isak Renata yang akhirnya menangis karna merasa syok setelah mendengar penjelasan Alea.
Renata pun langsung terduduk lemas,pikirannya mulai kacau dan perasaannya seketika hancur mengetahui anak kesayangannya mengalami kecelakaan.
Evy yang melihat dengan cepat menenangkan Renata agar perasaannya lebih tenang.
"Nyonya..Sabar,kita doakan saja semoga tidak terjadi hal yang buruk pada tuan muda."sahut Evy berusaha menenangkan Renata dengan mengusap punggung Renata.
Alea yang melihat Renata yang begitu hancur perasaannya,merasa kasihan dan bersalah pada Renata.Karna dirinya,membuat anak kesayangannya kecelakaan.
Tanpa sadar air mata Alea pun menetes,merasakan apa yang dirasakan Renata saat ini. Sangat sedih jika harus kehilangan orang yang kita cintai.Walaupun Alea belum pernah merasakan kehilangan orang yang dicintainya.
__ADS_1
"Apa menurut ibu aku benar-benar sudah mati sekarang??" sahut Fandy yang tiba-tiba keluar dari ruang perawatan tapi dengan duduk dikursi roda.
Seketika membuat Renata,Evy dan Alea menoleh kearah Fandy dengan sangat terkejut.
"Fandy..!!!" seru Renata langsung beranjak bangkit dan menghampiri Fandy.
"Kau baik-baik saja nak??bagaimana dengan kondisimu??mana yang sakit nak??kau hampir membuat ibu hampir ingin mati bunuh diri kalau kau benar-benar akan mat.-" ujar Renata dengan segala pertanyaan karna sangat paniknya.
"Ibu..!! jangan sebut kalimat horor itu.!! aku tidak apa-apa.Aku belum mati." sentak Fandy dengan kesal,karna melihat sikap ibunya yang sudah sangat berlebihan.
Seketika membuat Renata bersikap seperti semula,seolah tidak terjadi apa-apa.
"Maaf nak..itu karna ibu sangat mencemaskan keadaanmu. Ibu takut sesuatu yang tidak ibu inginkan terjadi padamu nak..Kau tahu kan cuma kau satu-satunya yang ibu miliki." ujar Renata mengutarakan perasaan khawatirnya.
__ADS_1
"Cukup bu..Sudah kubilang aku tidak apa-apa,aku cuma mengalami kecelakaan kecil..tapi membuat kaki ku hampir lumpuh.." jawab Fandy sesaat langsung melirik tajam kearah Alea sambil mendengus.
Alea yang paham dengan tatapan tajam Fandy,langsung mengalihkan pandangannya.Seolah ia merasa tidak bersalah.