Dinikahi Tuan Muda Galak

Dinikahi Tuan Muda Galak
Bab 6


__ADS_3

Fandy pergi menuju kediaman Alvin,karna ia merasa jenuh dirumah.Terlebih jika harus bertemu dengan sang ibu,yang selalu akan membahas tentang perjodohannya.


Tiba dikediaman Alvin,Fandy menekan tombol rumah Alvin.Dan tak berapa lama pintu pun langsung terbuka.Terlihat Alvin yang sudah berpenampilan rapi karna akan bersiap-siap pergi bekerja.


"Loh..Ada apa pagi-pagi kau datang kesini??"tanya Alvin terheran,karna Fandy tidak memberitahu dirinya jika akan datang.


"Aku bosan,biarkan aku menghabiskan waktu disini." jawab Fandy yang datar dan mencoba memasuki rumah Alvin.


Namun,Alvin dengan pelan mendorong tubuh Fandy untuk mundur sebelum memasuki rumahnya.


"Maaf bos..hari ini tidak bisa." ujar Alvin menolak Fandy masuk kedalam rumahnya.


"Kenapa??" tanya Fandy bingung.


"Hari ini aku harus kekantor." jawab Alvin.


"Ya sudah,kalau kau mau kekantor silakan pergi saja.. aku tidak akan menahan mu." jawab Fandy dengan santainya.


Sesaat membuat Alvin menatap datar pada Fandy.

__ADS_1


"Masalahnya dirumahku sedang ada ibuku.. semalam dia tiba-tiba datang,dan berencana akan tinggal disini dalam waktu yang lama." jawab Alvin menjelaskan.


"Ibumu??bukankah ibumu masih diluar negeri??" tanya Fandy yang ia tahu.


"Yah,tapi semalam dia tiba-tiba muncul dan memutuskan untuk tinggal disini..Karena dia anggap aku sudah melalaikan pekerjaan ku karena perempuan lain." jawab Alvin menjelaskannya lagi pada Fandy.


"Cih..Playboy biawak,nyali mu seketika ciut juga kalau sudah berurusan dengan penguasa rumah.." sindir Fandy pada Alvin.Karena yang dia tahu Alvin memang lelaki yang suka menghabiskan waktu untuk main dan berganti pacar.


Alvin masih menatap datar pada Fandy.


"Berisik..daripada kau perjaka tidak jelas..Sudah lah,sebaiknya kau pulang saja..Aku sudah hampir terlambat..Nanti malam saja kalau kau mau ngumpul.." sindir balik Alvin dan langsung mengusir Fandy untuk pulang.


Dengan berat hati Fandy akhirnya kembali pulang kerumah.Dan lebih memilih menghabiskan waktunya seharian dikamar untuk tidur.


Malamnya,Renata mencari keberadaan Fandy di kamarnya.


Tok..Tok..


"Fandy..Keluar nak,ayo temani ibu pergi.." sahut Renata memanggil Fandy yang berada didalam kamar.

__ADS_1


Tok..Tok..


"Fandy..Buka donk pintunya..Mau sampai kapan kau dikamar terus??kau sudah seharian tidur nak." panggil Renata lagi pada Fandy.


Tak berapa lama pintu pun terbuka dan terlihat Fandy dengan penampilan yang kusut,karna baru bangun tidur.


Renata yang melihat hanya bisa menghela nafas,melihat kebiasaan Fandy yang selalu tidur hingga seharian.


"Mau bagaimana kau bisa cepat dapat jodoh,jika kebiasaan mu yang seperti ini saja tidak bisa hilang." sindir Renata pada Fandy.


Fandy yang masih dalam keadaan wajah kusut,hanya menatap datar pada ibunya.


"Ibu mau apa??"tanya Fandy.


"Ayo cepat ganti baju mu dengan baju yang rapi dan wangi..Setelah ini temani ibu pergi pergi." ujar Renata menyuruh Fandy.


"Temani pergi kemana??"tanya Fandy ingin tahu.


"Nanti kau juga akan tahu,sekarang cepat ganti bajumu..Atau lebih baik sekalian saja kau mandi..Sudah berumur tapi tingkahmu sama sekali tidak menunjukkan sikap pria dewasa..Ayo cepat mandi sana..ibu tunggu diruang tamu." ujar Renata lagi menyuruh Fandy untuk mandi.

__ADS_1


Renata sedikit kesal melihat tingkah laku Fandy yang sama sekali tidak bisa bersikap dewasa sesuai usianya.Sikapnya yang cuek dan dingin,tidak pernah memperdulikan apa pun yang dikatakan Renata.


__ADS_2