
Alea membawa baby Kenzie menuju sebuah taman.Alea membawa baby Kenzie dengan menggunakan sebuah stroller yang telah dibelikan oleh Fandy.
Tiba di taman,Alea pun duduk disebuah kursi taman.Udara yang begitu sejuk dan tidak begitu panas.Membuat ia dapat menikmati suasana taman yang cukup tenang dan angin yang bertiup cukup pelan.
Sesaat Alea menarik nafas dengan panjangnya. "Cuaca dan udara hari ini cukup bagus,dan kau baby Kenzie sepertinya tahu ya kalau akan dibawa keluar rumah.Kau terlihat begitu tenang dan tidak rewel." ujar Alea sesaat berbicara pada baby Kenzie.
"Tapi kenapa setiap dirumah kau selalu menangis??Apa mahluk astral itu menakuti mu?Apa kau takut dengan nya?Sebenarnya aku juga cukup takut karena sikapnya memang seperti monster." ujar Alea lagi bicara sendiri.Seolah ia tengah curhat dengan baby Kenzie.Sebab ia merasa tidak memiliki teman untuk bisa diajak bicara untuk saat ini.
Setidaknya dengan ia mencurahkan sedikit isi hatinya,Alea merasa sedikit lega dan tenang.Walau pun ia tahu ia seperti orang aneh,karena berbicara dengan seorang bayi.
"Tapi aku penasaran,siapa ya kira-kira orang tua yang sudah tega membuang mu??Pasti ada alasannya kenapa mereka membuang mu."
"Tapi kau tidak perlu khawatir baby Kenzie,kau masih punya aku.Aku akan menjadi ibu pengganti mu untuk sementara waktu.Dan ku harap orang tua mu dapat berubah pikirannya." ujar Alea meyakinkan dirinya pada baby Kenzie.
Disaat Alea masih tengah asik bicara sendiri,Alea tidak menyadari jika seseorang sedang memperhatikan nya.
"Maaf,apa kau sedang bicara sendirian?" tanya seorang pria asing berusia 29thun.
Alea pun langsung menoleh kearah pria asing itu. "Ah,tidak..Aku sedang bicara dengan bayi ku." jawab Alea sambil menunjuk ke arah baby Kenzie.
__ADS_1
Pria itu pun langsung memandang heran.Kala melihat Alea yang masih begitu muda tapi ternyata sudah memiliki bayi.
"Boleh aku duduk?" tanya pria bernama Alex.
"Iya silakan." jawab Alea langsung menggeserkan dirinya.
"Jadi dia bayi mu?" tanya Alex memastikan.
"Iya." jawab Alea mengangguk.
"Oh,aku tidak tahu jika gadis muda seperti mu sudah memiliki bayi." ujar Alex yang masih terheran.
"Yah,itu hak masing-masing.Dan dimana suami mu?Kenapa kau cuma sendiri disini?" tanya Alex ingin tahu.
"Ada,tapi dia tidak peduli dengan ku." jawab Alea.
Alex pun memandang Alea dengan penasaran.
"Kenapa?" tanya Alex semakin ingin tahu.
__ADS_1
Alea pun sesama mengernyitkan tatapannya ke arah Alex.
"Maaf,kita tidak saling kenal.Kenapa kau seakan sudah akrab dengan ku?" tanya Alea.
"Oh,maaf.Aku cuma penasaran saja.Aku tidak bermaksud ikut campur tentang pribadi mu." kata Alex.
"Oh begitu."
"Kenalkan aku Alex..Boleh aku tahu siapa nama mu?" ujar Alex sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada Alea.
"Aku Alea." jawab Alea tanpa menerima jabat tangan dari Alex.
Alex pun hanya tersenyum.
"Apa kau tinggal di daerah ini?" tanya Alex mengalihkan pembicaraannya.
"Iyah,masih 1wilayah di daerah sini." jawab Alea.
"Begitu,aku harus pergi.Ini kartu nama ku.Sebenarnya aku sedang mencari orang untuk bekerja di perusahaan ku.Jika kau mengenal seseorang untuk mencari pekerjaan.Bisakah kau menghubungi ku?" ujat Alex sembari memberikan kartu namanya pada Alea.
__ADS_1