Dinikahi Tuan Muda Galak

Dinikahi Tuan Muda Galak
Bab 9


__ADS_3

Alea pun menyuguhkan minuman tersebut di atas meja.


"Nyonya..Ini anak saya,Yang sudah sering saya ceritakan..Alea ayo nak,sapa nyonya Renata dan juga tuan muda Fandy." ujar Evy memperkenalkan Alea pada Renata dan Fandy.


"Halo nyonya.. aku Alea,salam kenal.." sapa Alea dengan berpura-pura memasang wajah yang ramah sambil tersenyum.


"Halo sayang..aku Renata,ibumu sudah sering menceritakan tentangmu..Ternyata kamu gadis yang manis ya.." sapa balik Renata dengan ramahnya.


Alea masih tersenyum .


"Dan kenalkan juga anak saya,dia adalah Fandy..Fandy ini anak adalah anak bibi Evy ayo nak sapa Alea." ujar Renata yang bergantian memperkenalkan Fandy.


Alea pun mencoba mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada Fandy.


Namun,Fandy justru diam dan justru menatap sinis kearah Alea.Yang seketika membuat Alea bingung dan menarik kembali tangannya.


Sepertinya dia lupa dengan kejadian kemarin..batin Fandy.


Mendapat sikap yang tidak menyenangkan dari Fandy,membuat Alea membalas dengan tatapan sinis.


Cih.. manusia astral.. dia pikir aku mau menyentuh tangannya.. kalau bukan karna ibumu,mungkin gelas ini sudah melayang kewajahmu..' batin Alea yang menggerutu melihat sikap Fandy yang langsung menolak untuk berjabat tangan dengannya.

__ADS_1


Melihat sikap Fandy yang menolak untuk berjabat tangan,Renata langsung menyentak tangan Fandy sambil melirik tajam.Seolah memberi isyarat untuk menjaga sikapnya.


Tapi Fandy justru tetap bersikap cuek dan dingin.


"Aku keluar sebentar..Aku butuh udara segar." sahut Fandy langsung bangkit dan keluar.


Membuat Renata tidak bisa menahan Fandy untuk tetap duduk dan hanya bisa mendengus kesal.


Alea dan Evy hanya melihat sikap Fandy dengan bingung.


"Maaf ya Alea..kalau sikap Fandy seperti itu.. Dia memang sulit diajak ketempat orang .."sahut Renata menjelaskan pada Alea.


"Iya tidak apa-apa nyonya.. saya mengerti." jawab Alea senyum terpaksa.


"Silakan diminum tehnya nyonya." sahut Evy mempersilakan Renata untuk minum.


"Terima kasih bim" jawab Renata langsung meneguk teh yang sudah disuguhkan Alea dan Evy.


"Euh..bu,katanya mau beli detergen kan??kalau begitu aku pergi dulu ya bu..Nyonya maaf saya tinggal dulu,silakan nyonya mengobrol dulu dengan ibu saya..Permisi nyonya." ujar Alea beranjak bangkit dan langsung pergi meninggalkan mereka.


Evy pun terkejut melihat sikap Alea yang tiba-tiba pergi.

__ADS_1


"Ta..tapi nak.-" seru Evy yang tak sempat melarang Alea untuk pergi.


"Maaf nyonya,Alea tidak biasanya bersikap begitu jika ada tamu datang..saya jadi merasa tidak enak sama nyonya." ujar Evy yang merasa sungkan pada Renata,karna sikap Alea yang sudah tidak sopan terhadap Renata.


"Tidak apa-apa bi,saya paham anak muda memang suka begitu.." ujar Renata hanya tersenyum dan mengerti.


Alea bergegas cepat meninggalkan rumah menuju minimarket,demi menghindari obrolan mereka tentang perjodohannya.


Alea berjalan dengan santainya setelah sudah menjauh dari rumahnya.


Tapi,Alea tidak sadar jika Fandy sudah mengikutinya dari belakang.Fandy berjalan dengan tenangnya mengikuti langkah Alea.


"Hei..Gadis gila." sahut Fandy memanggil Alea dari belakang.


Alea pun seketika menoleh kearah belakang.


"Apa kau bilang??" tanya Alea langsung menatap sinis kearah Fandy.


"Ya..Kau gadis gila,apa kau lupa padaku??atau kau cuma berpura-pura amnesia??" tanya Fandy mengungkit kejadian sebelumnya pada Alea dengan nada dingin.


Ale yang memiliki ingatan minim,selalu mudah lupa apa yang harusnya ia ingat.

__ADS_1


Alea langsung menyipitkan tatapannya pada Khay.Mencoba mengingat apa yang dimaksud Fandy.


__ADS_2