Dinikahi Tuan Muda Galak

Dinikahi Tuan Muda Galak
Bab 16


__ADS_3

Seminggu kemudian..


Fandy benar-benar mengajak Alea pindah dari kediaman ibunya.Menganggap setelah menikah adalah haknya untuk tinggal terpisah. Terlebih rencananya yang ingin membalas Alea yang sudah membuatnya sial berturut-turut.


Fandy memilih sebuah rumah yang lingkungannya tidak begitu ramai pnghuninya.karna Fandy menyukai tempat yang tenang dan tidak suka suara yang berisik.


Seketika membuat Alea merasa aneh dengan suasana lingkungan rumah mereka yang baru.


"Kau yakin kita akan tinggal disini??"tanya Alea memastikan sebelum ia mengikuti Fandy memasuki rumah mereka yang baru.


Fandy pun menoleh dengan tatapan datar.


"Memangnya kenapa??kau keberatan??"tanya balik Fandy.


"Bukan ..tapi kenapa suasana lingkungan disini sangat sepi??seperti tidak ada penghuninya..Memangnya kau mau uji nyali tinggal dengan lingkungan sepi begini??" tanya Alea.


"Dasar kampungan." celoteh Fandy pada Alea


Alea pun langsung memasang wajah cemberut.


"Ini masih perumahan baru,wajar saja masih sepi..dan aku tidak suka suasana lingkungan yang ramai..dan kau selama tinggal bersama ku jangan coba membuat keributan..Atau aku akan menanggung resikonya." jawab Fandy menjelaskannya dengan tegas.

__ADS_1


Membuat Alea langsung melirik sinis kearah Fandy.


"Dasar beruang kutub."gerutu Alea dengan pelan yang menyindir Fandy.


"Kau bilang apa?" sahut Fandy langsung menoleh tajam.


"Ah tidak.disini banyak nyamuk ya.."jawab Alea dengan santainya sambil berpura-pura menepuk tangannya,seolah sedang menangkap nyamuk.


Fandy berbalik dan berjalan kearah pintu rumah untuk membukanya.


Fandy dan Alea pun memasuki rumah baru mereka.Alea pun sesaat tercengang saat melihat suasana rumah baru Fandy


Rumah itu pun terlihat sedikit klasik tapi interior yang modern.rupanya sebelum menempati rumah tersebut,Fandy sudah lama membelinya dan mengisinya dengan barang-barang yang cukup mahal dan mewah.


Alea pun langsung menatap sinis.


"Jawabanku pun juga sama..tidak sudi sekamar dengan beruang kutub..ck.." jawab Alea dengan sewot dan langsung membawa kopernya menuju kamar barunya.


Sedangkan Fandy hanya memandang Alea dengan dingin.


...****************...

__ADS_1


Malam harinya..


Alea tanpa sadar tertidur seharian dikamarnya.Sampai ia tidak tahu jika sudah malam.Dan membuat sesaat perutnya bunyi karena lapar.


Kruukk..


"Ah..perutku lapar,kira-kira ada makanan tidak ya??" ujar Alea menggerutu sambil memegangi perutnya.


Sambil memegangi perutnya,tanpa sadar ia mencium bau makanan yang enak.Alea yang memiliki penciuman hidung yang sangat tajam.Sampai ia bisa merasakan aroma makanan yang begitu menusuk hidungnya.


Alea langsung beranjak bangkit dan perlahan membuka pintu nya.Ia mencoba mengintip dari balik pintu kamar nya.


"Rupanya dia yang sedang masak." ujar Alea dengan nada pelan.Saat ia melihat Fandy ternyata sedang sibuk di dapur.


Alea sedikit heran,tak mengira jika Fandy mau masak di dapur.


Alea pun menutup kembali pintu kamar nya.Dan mengurungkan niatnya untuk keluar kamar.


Karena ia tahu,Fandy tidak akan mengajaknya untuk makan bersama,terlebih Fandy memasaknya sendiri.


Alea kembali merebahkan dirinya di atas kasur sambil menarik nafas panjangnya.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menunggu dulu,sampai dia sudah tidak di dapur..dia pasti tidak mau mengajak ku makan bersama.." celoteh Alea sendiri.


"Tapi perut ku lapar..huaa." keluh Alea langsung menutupi wajahnya dengan bantal.


__ADS_2