
Gadis tengil,berani sekali kau mengalihkan wajahmu..seolah kau merasa tidak bersalah..kau lihat saja nanti,aku akan membuatmu nangis darah.. batin Fandy merasa mulai dendam dengan Alea,karna sudah membuatnya hampir lumpuh.
"Bu..Aku ingin percepat pernikahan kami,sepertinya aku sudah tidak sabar untuk menikahi anak bi Evy." sahut Fandy dengan nada serius.
Seketika membuat Alea langsung tercengang dengan membulatkan matanya dan menoleh kearah Fandy.
"Apaaa...!!!" seru Alea yang terkejut dengan nada tinggi.Membuat mereka pun langsung menoleh kearahnya.
...****************...
Hari pernikahan..
Hari dimana yang selalu ditunggu oleh setiap mempelai pengantin dengan perasaan yang bercampur aduk.Antara gugup dan bahagia yang seharusnya dirasakan.
__ADS_1
Tapi tidak dengan Alea dan Fandy,yang justru memasang wajah sinis.tidak ada sedikit pun terpasang wajah bahagia yang ditunjukkan oleh mereka berdua.seolah pernikahan mereka memang benar-benar keterpaksaan yang harus diterima dan dilakukan.
Terlebih untuk Alea,yang akhirnya tidak bisa menentang lagi perjodohannya.Demi membalas jasa Renata pada ibunya dan rasa bersalahnya karna sudah membuat Khay celaka.Alea cuma bisa mengikhlaskan dan mengorbankan hatinya untuk pernikahan yang tidak pernah dia inginkan.
Setelah acara pernikahan selesai,Alea dan Fandy diantar ke sebuah hotel berbintang 5 untuk menginap disana.
Renata sengaja memberikan sebuah hadiah pernikahan pada mereka berdua,dengan menginap satu malam dihotel tersebut. Agar bisa melewatkan malam pertama yang romantis disana.Sekaligus menyuruh pihak hotel mendekorasi kamar tersebut secantik dan seromantis mungkin.
Alea sesaat memperhatikan kamar tersebut yang terlihat sangat luas dan mewah.Ia begitu tercengang kala melihat dekorasi kamar tersebut yang sangat romantis.Karna baginya itu adalah pengalaman pertama menginjakkan kakinya dihotel mewah yang saat ini dia berada.
"Kenapa kau diam disitu??apakah kau syok melihat suasana kamar yang mewah ini??Dasar kampungan." sahut Fandy bertanya dan menyindir Alea dengan kata tajam.
Seketika membuat suasana perasaan Alea yang tadinya tersentuh bahagia karna melihat kamar tersebut menjadi suram dan gelap.
__ADS_1
Sialan..dasar lelaki astral..kalau tidak ingat kau sekarang sudah jadi suamiku,mungkin sekarang sudah kucekik leher mu..' batin Alea menggerutu kesal.
"Jangan berharap kita akan melewati malam pertama layaknya sepasang pengantin baru..Karna aku tidak akan sedikit pun menyentuh gadis hantu sepertimu.." hardik Fandy memberi peringatan dengan nada sombong.
"Ck.. Kau ternyata sangat percaya diri sekali ya tuan..Kau pikir aku sudi disentuh olehmu.. aku akan langsung mandi kembang tujuh rupa,jika sedikit saja kau berani menyentuhku..Paham.." jawab Alea membalas ucapan Fandy dengan lantangnya.
Fandy pun seketika melihat Alea dengan tatapan tajam.
"Kau harus tahu,menikah dengan ku cuma akan jadi mimpi buruk untukmu..Jangan berharap aku akan memperlakukan mu sebagai istriku..karna tujuanku mempercepat menikah denganmu, hanya untuk membalas semua yang sudah kau lakukan padaku.." ucap Fandy kembali memberi peringatan pada Alea.
"Hoho..Aku jadi takut dengan ancaman mu tuan..Tapi sayangnya itu cuma dalam mimpi mu saja ..Aku tidak peduli apa pun yang kau katakan..Aku menerima pernikahan ini juga bukan karna aku tertarik pada pria astral sepertimu. Tapi lebih menghargai kebaikan ibumu dan menebus kesalahanku karna sudah membuatmu hampir lumpuh..Jadi silakan saja apa pun yang akan kau perbuat padaku ku tuan.." jawab Alea yang menunjukkan bahwa dirinya merasa tidak takut dengan Fandy.
"Karena aku tetap tidak akan merasa takut,jangan pikir aku akan pasrah dan menangis menerima perlakuan suami dzolim seperti di sinetron-sinetron..Yang penting aku tidak durhaka pada suami dan tetap menjalankan tugas sebagai istrimu..heuh.." jawab Alea panjang lebar yang berbalik memberi peringatan pada Fandy.
__ADS_1