Dinikahi Tuan Muda Galak

Dinikahi Tuan Muda Galak
Bab 7


__ADS_3

Dengan perasaan kecewa,akhirnya Alea pulang kerumah.Karna ia masih gagal dalam mencari pekerjaan,setelah seharian berjalan mendatangi setiap tempat yang ingin ia masukin lamaran kerja.


Evy sang ibu menyambut Alea dengan perasaan bingung.


"Alea,kenapa dengan wajahmu nak??kenapa terlihat lesu??"tanya Evy penasaran.


Sesaat Alea menatap ibunya dan seketika langsung memeluk ibunya dengan sangat erat.


"Maaf bu,hari ini aku gagal lagi mencari pekerjaan..Semua tempat yang sudah ku datangi,mereka menolak ku karna hanya lulusan SMA..Huaaa..Aku jadi semakin putus asa bu.." ujar Alea yang mengadu pada Evy dengan perasaan yang sedih.


Evy pun mengusap rambut Alea dengan lembut.


"Sudah,jangan dipikirkan nak..Mungkin kamu belum menemukan jalannya..memang tidak mudah mencari pekerjaan di jaman sekarang..Semua harus butuh keterampilan dan lulusan pendidikan yang terjamin.. " ucap Evy menghibur Alea.


Alea hanya diam dan tetap memeluk sang ibu.


"Sudah.. lupakan hari ini..masih ada hari besok yang akan lebih baik lagi dari hari ini." ucap Evy pada Alea.


Alea pun melepas pelukannya dan menatap sang ibu.


"Aku tidak bisa bayangkan jika didunia ini aku tidak punya ibu. Hidupku pasti tidak akan berarti bu.." ujar Alea.


Evy pun seketika tersenyum dengan ucapan Alea.

__ADS_1


"Dan hidup ibu juga tidak akan berarti jika tidak memiliki anak sebaikmu nak." puji Evy pada Alea.


Alea yang merasa perasaannya membaik dan terhibur,jadi ikut tersenyum.


"Sekarang lebih baik kamu mandi dulu,setelah ini kita makan malam.." ujar Evy menyuruh Alea.


Alea pun langsung mengangguk dan menuruti perkataan Evy.


Ia langsung berjalan ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai membersihkan tubuh dan berganti baju.Alea keluar kamar dan berjalan menghampiri Evy yang sudah menunggunya untuk makan malam.


"Ayo nak..Kita makan malam dulu." ajak Evy pada Alea.


Mereka pun makan malam bersama.


Selesai makan malam Evy dan Alea bersantai diruang tv.Saat sedang bersantai,tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.Membuat mereka menoleh secara bersamaan.


"Biar ibu saja yang buka pintunya." ujar Evy beranjak bangkit.


Alea hanya mengangguk.Evy pun menuju pintu untuk membukakan pintunya.


Evy seketika terkejut dengan kedatangan orang tidak asing baginya.

__ADS_1


"Halo bi..Maaf saya menganggu waktu istirahat kalian." sahut Renata yang ternyata datang tanpa memberitahu Evy sang asisten rumah tangganya.


Sementara Khay terlihat berdiri dibelakang Renata.Ia juga terpaksa harus ikut dengan ajakan ibunya yang tidak mengira akan diajak mengunjungi rumah bibi yang bekerja dirumahnya.


"Nyonya.. Astaga,saya tidak tahu kalau nyonya mau datang kerumah saya." sahut Evy yang masih terkejut.


"Iya,salah saya karna tidak memberitahu bibi.." ujar Renata sambil tersenyum


"Ayo,silakan masuk nyonya..Maaf,rumah saya kecil.." ucap Evy mempersilakan Renata masuk kerumahnya.Dan tidak menyadari jika Khay yang berada dibelakang Renata.Membuat Evy sesaat juga bingung dan heran.


"Ah..Bibi jangan bicara begitu,memangnya saya datang kesini untuk melihat rumah bibi..Saya masuk ya,ayo Fan." ujar Renata mengajak Fandy masuk.


Fandy dengan wajah datarnya hanya mengangguk dan mengikuti ajakan ibunya.


"Oh.. tuan Fandy juga ikut datang..Ayo,silakan duduk tuan.." ucap Evy pada Fandy.


"Terima kasih bi." jawab Fandy langsung duduk di kursi tamu Evy.


Alea yang masih menikmati acara menontonnya,merasa sedikit terganggu dengan suara yang cukup berisik dari ruang tamu.


"Kenapa ibu lama sekali??memangnya siapa yang datang??" tanya Alea pada dirinya sembari bangkit dan berjalan untuk mengintip.


Dan saat ia baru mengintip,Alea menyipitkan kedua matanya memperhatikan dua orang yang asing baginya.

__ADS_1


__ADS_2