
Beberapa hari kemudian..
Fandy dengan sabarnya mengurusi dan merawat Alea.Awalnya Alea merasa heran dengan sikap Fandy yang begitu sangat memperhatikan dirinya.
Karena setiap hal yang ingin ia lakukan,Fandy dengan cepat membantunya.Bahkan ia pun tidak diperbolehkan untuk melakukan apa pun.Hingga Fandy juga memakai jasa art,agar bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah.Sementara Alea sama sekali tidak dibolehkan melakukan apa pun.
Disaat akan sarapan,Fandy pun tetap menuntun Alea untuk berjalan menuju meja makan.Hal itu jelas membuat Alea semakin heran dan aneh.Karena ia merasa bisa berjalan sendiri tanpa harus dituntun.
Dan disaat akan mulai makan pun,Fandy tetap membantunya dengan menyuapi makanan ke mulutnya.
"Tunggu " sahut Alea.
Membuat Fandy sesaat berhenti menyuapi Alea.
__ADS_1
"Aku bisa melakukannya sendiri,aku bisa makan sendiri.Kenapa kau memperlakukan ku sangat berlebihan?" ujar Alea sekaligus bertanya.
"Tapi aku tidak mau kau melakukannya sendiri." jawab Fandy.
"Memangnya kenapa?Kenapa kau memperlakukan ku seperti orang sakit?Bukankah kau bisa lihat,aku baik-baik saja?" tanya Alea yang sebenarnya ingin protes.
"Aku tahu,tapi kata dokter kau masih butuh perhatian khusus.Dan aku tidak bisa membiarkan mu melakukan apa pun sendirian.Apa pun akan ku lakukan demi kau tidak merasa kesusahan melakukannya sendiri." jawab Fandy menjelaskan.
Membuat Fandy pun langsung tersentak dan bingung dengan pertanyaan Alea.
"Tidak,kau jangan berpikir begitu.Aku hanya ingin memberikan seluruh perhatian ku untuk mu.Bukankah kau sudah tahu bahwa aku ingin berubah dan memperlakukan mu sebagai istri mu Jadi kau jangan berpikir yang tidak-tidak.Fokus saja dengan diri mu,kuharap kau tidak terlalu banyak pikiran.Mengerti?" ucap Fandy yang belum ingin mengatakan yang sebenarnya jika Alea sudah mengidap penyakit yang langka.
Fandy sengaja tidak ingin memberitahu Alea dulu.Karena ia ingin pikiran Alea terbebani karena sesuatu yang seharusnya tidak dia terima.
__ADS_1
Fandy begitu terpuruk dan sedih,jika gadis yang baru akan ia anggap sebagai istrinya dan ingin memperbaiki hubungannya sebagai suami istri.Harus menerima kenyataan yang pahit.Yang suatu saat ia bisa kehilangan sosok Alea.
"Baik lah,tapi ku minta kau tidak harus berlebihan seperti ini.Aku merasa aneh jika kau memperlakukan secara berlebihan.Aku justru lebih nyaman kita seperti dulu.Aku merindukan sifat mu yang galak itu." ucap Alea mengutarakan keinginannya.
"Iya,aku mengerti.Sekarang lebih kita sarapan dulu.Setelah itu kau harus minum obat." kata Fandy mengingatkan Alea.
Alea pun mengangguk dan menuruti perkataan Fandy.
Alea langsung memulai untuk makan,tapi saat ia baru akan mengambil gelas untuk ia minum.Tiba-tiba saja ia merasa tangannya tidak dapat meraih gelas itu.Seakan tangannya tidak tepat saat diarahkan untuk mengambil gelas tersebut.Alea pun merasa heran dan bingung.Ia kembali mencoba untuk mengambil gelas tersebut,tapi lagi-lagi tangannya tetap tidak terarah kan ke gelas tersebut.
Fandy yang melihat pun langsung bertanya. "Ada apa?" tanya Fandy.
"Kenapa tangan ku tidak bisa mengambil gelas ini??Arah tengah ku seperti tidak tepat meraih gelas ini?" tanya Alea yang bingung.
__ADS_1