
Setelah membaca isi surat tersebut,Fandy langsung meremasnya dan membuangnya ke jalanan.
"Sialan,dia pikir dia sedang menitipkan anaknya ke panti asuhan." gerutu Fandy seketika kesal setelah membaca isi surat tersebut.
Sesudah membeli susu formula,Fandy bergegas pulang ke rumah.Dan saat tiba di rumah,sekejap ia melihat sebuah pemandangan yang begitu menyejukkan hatinya.
Terlihat Alea yang tertidur di sofa bersama sang bayi yang juga ikut tertidur.Layaknya seorang ibu yang sedang tertidur di samping anaknya.
Fandy pun mengurungkan niatnya untuk membangunkan Alea.Dan membiarkan Alea dan bayi tersebut tertidur.
Karena biar bagaimana pun ia juga masih memiliki hati nurani dan tidak tega melihat mereka berdua yang sudah tertidur.
Tengah malam,.
Disaat Fandy yang sudah tertidur nyenyak,tiba-tiba waktu istirahatnya langsung terganggu.Karena mendengar suara sang bayi yang kembali menangis.
Fandy pun langsung terbangun dan mengacak-acak rambut.
"Erggh..Kenapa bayi itu menangis lagi?Apa dia tidak tahu kalau ini sudah malam.Ck." gerutu Fandy yang langsung kesal.
__ADS_1
Merasa tangisan bayi itu belum juga berhenti,Fandy pun bergegas bangkit dari ranjangnya dan berjalan keluar dari kamarnya.
Dan ia pun melihat Alea yang sedang sibuk menggendong bayi tersebut sambil berusaha menenangkan nya.
"Hei..Kenapa bayi itu menangis lagi??Apa kau tidak bisa menenangkan dia?" tegur Fandy dengan kesal.
"Kau pikir aku mau membiarkan bayi ini nangis terus??Aku juga pusing melihatnya.!" jawab Alea yang juga kesal.
"Uwek..uwek.."lirih sang bayi yang terus menangis.
"Apa kau sudah memberinya susu?" tanya Fandy.
Sesaat Fandy memperhatikan botol susu yang sudah dibuat Alea.Fandy pun memeriksa isi susu tersebut dan mencoba merasakannya sedikit.
Fandy pun langsung menghela nafas.
"Jelas saja dia tidak mau,susu ini sudah dingin dan tidak ada rasa.Bagaimana dia mau meminumnya." ujar Fandy memberitahu Alea tentang susu yang dibuatnya.
"Hah??Apa iya?Sepertinya aku sudah mencobanya tadi." tukas Alea mengingat saat dirinya membuat susu sang bayi.
__ADS_1
Fandy pun hanya bisa menggelengkan kepala dan langsung membuatkan susu yang baru untuk sang bayi.
Tak berapa lama,Fandy kembali dengan membawakan sebotol susu untuk sang bayi.
"Ini,berikan susunya ke mulut dia." ujar Fandy sembari menyodorkan susu tersebut pada Alea.
Alea pun menerimanya dan menyodorkan susu tersebut ke mulut sang bayi.Dan benar saja,sang bayi langsung diam dan menikmati susu tersebut.
Alea seketika kaget melihat sang bayi langsung diam dan bahkan tertidur saat menyusu dari botol susu tersebut.
"Dia langsung diam?" tanya Alea dengan nada pelan.
"Lain kali diperhatikan waktu kau membuat susu.Biasakan untuk baca keterangannya dulu,jangan asal buat.Begitu saja kau tidak mengerti." sindir Fandy langsung meninggalkan Alea menuju kamarnya.
Alea pun langsung menatap sinis.
"Apa dia lupa,jika sebelumnya aku yang membuatkan susu untuk bayi ini.Dia tidak tahu saja kalau tadi aku begitu panik jadi aku kurang fokus membuat susunya."gerutu Alea bicara sendiri.
Melihat sang bayi sudah tidur nyenyak,Alea pun membawa sang bayi ke kamarnya.Dan meletakkan bayinya di atas ranjangnya.Alea sengaja membiarkan bayi itu tidur disampingnya.Agar dia bisa langsung terbangun saat sang bayi kembali terbangun
__ADS_1