
Namun,saat ia merasa situasi merasa aman karena Fandy kembali masuk ke kamarnya.Alea bergegas kabur meninggalkan rumah,sebelum ketahuan Fandy.
Dan disaat itu pula,Fandy keluar kamar dan tidak melihat keberadaan Alea.
"Sial..Beraninya dia kabur..Awas saja kalau nanti kau pulang gadis rubah." gerutunya tidak bisa berbuat apa-apa.Karena mengetahui Alea sudah kabur.
Alea pun pergi menemui temannya Tony yang bekerja di mini market.Kebetulan Tony sedang libur bekerja.
"Carikan aku pekerjaan." ujar Alea meminta bantuan pada Tony.
"Pekerjaan??bukannya kau sudah menikah??" tanya Tony balik merasa heran.
"Iya,tapi aku butuh pekerjaan..Menikah membuat hidup ku hampir gila..karena menghadapi pria gila yang sekarang jadi suamiku." jawab Alea.
"Haha..Memangnya kenapa dengan suami mu??apa dia menyiksa mu?seperti dalam novel??" tanya Tony menebak.
"Justru kebalikannya.." jawab Alea singkat.
Tony hanya mengernyitkan alisnya keatas dengan bingung.
"Maksudmu??" tanya Tony yang bingung.
__ADS_1
"Dia lelaki menyebalkan dan tidak waras.Jika bukan karena jasa ibunya,aku menolak mentah-mentah menikah sama lelaki stres seperti dia." jawab Alea menjelaskannya dengan ketus.
"Haha..ya sudah jalanin saja..Jangan dipikirkan..Nanti kalian juga akan terbiasa..Ingat sebuah hubungan yang diawali dengan kebencian akan berakhir dengan cinta..dan itu kalian tidak akan bisa menghindarinya ." ujar Tony sesaat tertawa.
Alea pun langsung melirik sinis ke arah Tony.Seakan ia tidak menerima apa yang dikatakan Tony.
"Amit-amit aku akan jatuh cinta padanya..Lebih baik tidak jatuh cinta sama sekali daripada harus mencintai pria gila itu.' jawab Alea sewot.
Tony hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
...****************...
Kenapa rumah tiba-tiba gelap??apa dia sedang pergi?' ujar Alea berjalan mengendap-endap saat memasuki rumah.
Ia pun berjalan menuju kamarnya,dan tanpa di duga lampu tiba-tiba menyala,membuat Alea langsung kaget.
"Bagus ya,jam segini kau baru pulang.Apa kau pikir ini rumah mu?kau bisa bebas pulang jam berapa pun?" sahut Fandy menegur Alea dengan nada dingin dari belakang dengan tatapan dingin juga.
Alea pun langsung menoleh dan tersenyum nyengir.Seolah merasa menunjukkan ekspresi yang tak bersalah.
"Jangan cengar cengir,kau tidak bisa mengelabuhi ku gadis rubah." tegur Fandy dengan tegas.
__ADS_1
Alea pun langsung memasang wajah yang datar.
"Kali ini kau tidak akan lolos dari ku.." sahut Fandy langsung menarik kerah baju Alea dari belakang.Dengan melakukan layaknya seperti anak kecil.
Namun,baru akan membawa Alea kebelakang.Tiba-tiba mereka mendengar suara tangisan bayi dari luar.
"Uwek..Uwek..Huaa..uwek.." lirih suara seorang bayi dari luar.
Alea dan Fandy pun saling pandang.
"Kau dengar sesuatu??" tanya Alea.
"Jangan coba mengalihkan,itu suara anak tetangga..Ayo cepat." jawab Fandy tidak mempercayai Alea.
Alea pun langsung menepis tangan Fandy dari kerah bajunya.
"Hei..Itu suara bayi..apa kau tuli??"ujar Alea dan bertanya.
"Tapi itu pasti bayi tetangga.!" jawab Fandy dengan sewot.
"Kurasa ada yang salah dengan pendengaran mu..Sudah jelas itu suara bayi ada diluar rumah ini..Ck." ujar Alea dengan nada kesal dan langsung berjalan menuju pintu untuk melihat keadaan diluar.Karena suara tangisan bayi itu semakin kuat didengar.
__ADS_1