Dinikahi Tuan Muda Galak

Dinikahi Tuan Muda Galak
Bab 39


__ADS_3

Seketika membuat Fandy diam dan syok.Ketika sang dokter benar-benar memvonis kondisi Alea yang tidak akan pernah sembuh.


Dan tanpa diduga Alea mendengar semua percakapan sang dokter dengan Fandy.Yang membuat Alea juga ikut merasa syok dan terduduk lemas dilantai.


Alea masih tak percaya jika ternyata dirinya sedang mengidap penyakit yang begitu serius.Dan hal itu tanpa diberitahu kan langsung oleh Fandy padanya.


Setelah obrolan itu,Fandy pun menemui Ale diruang perawatan.Fandy terlihat terheran melihat Alea yang ternyata sedang duduk termenung dengan menghadap ke jendela luar.


"Alea." panggil Fandy dengan nada pelan.


Alea pun menoleh ke arah Fandy dengan wajah sendunya.


"Apa kau sudah lebih baik?" tanya Fandy.


"Kenapa kau tidak memberitahu ku?" tanya Alea dengan nada yang tidak begitu bersemangat.


"Memberitahu apa?" tanya Fandy menghampiri Alea.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak memberitahuku jika saat ini kondisi ku mengidap penyakit yang parah?" tanya Alea mengungkapkan kondisinya.


Fandy pun langsung terkejut,karena tak mengira jika Alea sudah mengetahuinya.


"Dari mana kau tahu itu?" tanya balik Fandy.


"Aku mendengar semuanya.Kenapa??Kenapa kau harus menyembunyikan hal ini dari ku??Apakah penyakit ini membuatku akan mati?" tanya Alea yang mulai tak bisa mengendalikan perasaan syok nya.


"Tidak Alea.Kau jangan berpikir begitu.Kau pasti akan sembuh,kau harus tenang." ucap Fandy mencoba menenangkan Alea.


"Kau bohong.!Aku sudah dengar semuanya.!! dokter bilang penyakit ku tidak akan bisa disembuhkan.Penyakit ini pelan-pelan akan mengakhiri hidup ku.!!Huua.." teriak Alea yang langsung histeris.Seakan ia meluapkan seluruh kekesalan dan kesedihannya.


"Pergi..!!Hiks..Aku tidak mau melihat mu.!!Huua.." Isak Alea yang menangis dengan histerisnya.


Fandy pun tak dapat mendekati Alea yang menolak dirinya untuk didekati.Ia juga tak bisa berbuat apa pun.Karena menyadari dirinya memang salah.Yang sebenarnya tidak berniat ingin menutupi penyakit itu dari Alea.Sebab ia tidak mau membuat Alea sedih jika mengetahui penyakit itu akan membuatnya menghabisi waktu di kursi roda atau pun di tempat tidur.


...****************...

__ADS_1


Beberapa hari kemudian..


Alea tampak hanya duduk termenung didepan jendela kamarnya.Tak ada yang bisa ia lakukan selain duduk sendirian dikamar.


Saat ia mengetahui akan kondisi penyakitnya,dunia Alea seakan runtuh.Hidupnya pun serasa tidak ada semangat.Karena perlahan ia baru menyadari jika apa pun yang akan ia lakukan.Mulai menghambat aktifitasnya.


Fandy pun yang melihat serasa tidak tega juga.Yang selama ini ia lihat ceria kini Alea berubah menjadi gadis yang pemurung.Hingga ia pun tak bisa berbuat banyak melihat Alea yang lebih memilih merenung dan menyendiri.


Fandy langsung menghampiri Alea yang masih tak menyadari jika dirinya masuk ke kamar.


"Alea." panggil Fandy.


Alea masih tak bergeming dan tetap menatap arah luar jendela.


"Apakah kau mau makan?aku sudah menyiapkan makanan enak untuk mu." tanya Fandy


Alea hanya menggelengkan kepala tanpa menjawab dan menoleh ke arah Fandy.

__ADS_1


"Tolong jangan menyiksa dirimu seperti ini.Kau harus makan,kau harus memenuhi nutrisi tubuh mu." ucap Fandy mengingatkan Alea.


"Untuk apa memenuhi nutrisi tubuh kalau pada akhirnya aku akan tetap mati." jawab Alea dengan nada dingin.


__ADS_2