
"Karena kami sudah menikah,aku memutuskan untuk pindah..jadi biar mama dan ibu Evy yang tinggal disini." ucap Fandy
"Tapi Fan,kenapa harus pindah??lebih baik tinggal disini,supaya Alea bisa menemani mama..Supaya keadaan rumah ini juga tidak sepi.." kata Renata yang protes dengan keputusan Fandy.
"Mama tidak sendiri disini,masih ada ibu Evy,asisten rumah tangga dan sopir..jadi jangan mencari alasan,dan tidak ada satu pun yang bisa menentang keputusan ku.." jawab Fandy langsung meninggalkan meja makan dan mengarahkan kursi rodanya kembali ke kamar.
Alea dan Evy tidak bisa berbuat banyak.Hanya bisa diam dan tidak mencampuri urusan Renata dan Fandy.Sementara Renata hanya bisa menghela nafas dengan perasaan yang kecewa dengan sikap dan keputusan Fandy.
Selesai makan,Alea berniat menemui Fandy di kamar nya.Saat memasuki kamarnya,Alea merasa merinding.Sebab merasakan aura kamarnya yang begitu dingin,seperti aura yang mistis.
Alea sesaat memperhatikan suasana kamar Fandy.Karna sebenarnya ia belum sempat memasuki kamar Fandy.Ia lebih memilih bersama ibunya.Dibanding bersama Fandy yang selalu menatap horor padanya.
Alea mencoba masuk dan memperhatikan suasana kamar Fandy seperti orang yang mengendap.
__ADS_1
Dia dimana ya??kenapa kamarnya sepi??'batin Alea yang mencari keberadaan Fandy.
"Mau apa kau??masuk mengendap seperti pencuri ." sahut Fandy dari belakang Alea.Yang membuat Alea seketika terkejut dan menoleh kebelakang.
"Ibumu menyuruhku untuk bicara denganmu.'"ujar Alea dengan sikap cueknya.
Fandy hanya menatap datar sambil melipatkan kedua tangannya di dada.
"Soal pindah itu,apa kau serius ingin pindah??"tanya Alea kembali membahas rencana Fandy yang ingin pindah.
"Coba pikirkan lagi,lebih baik tidak usah pindah..Biarkan kita disini supaya bisa menemani kedua orang tua kita..Mereka butuh teman seperti kita." ujar Alea mencoba membujuk Fandy.
Karena sebenarnya Renata memang meminta Alea untuk mencoba membujuk Fandy.Agar tidak mengurungkan niatnya untuk pindah.
__ADS_1
"Apa kau pikir mereka terlihat seperti anak kecil??jangan coba mencari alasan..Sekali lagi aku tegaskan,tidak akan ada satu pun orang yang bisa menentang keputusanku..Bahkan ibu ku sendiri..Keluar.." jawab Fandy dengan tegas.
Alea langsung melihat dengan Fandy dengan sinis.
"Aku tahu kenapa kau ingin pindah..Kau pasti ingin balas dendam padaku kan??" tanya Alea menebak rencana Fandy.
"Dengar ya,tuan muda yang menyebalkan..aku tidak masalah kalau kau mau balas dendam padaku..asal kau tidak bertindak kasar padaku..Jika sedikit saja ada kekerasan dalam rumah tangga,aku anggap itu kartu mati..Dan silakan saja kalau kau mau berbuat sesuka hatimu pada ku.. aku ikhlas..Oke .." ucap Alea panjang lebar sambil tersenyum sesaat,dan langsung merubah wajahnya kembali sinis saat melihat Fandy.
Alea pun langsung meninggalkan kamar Fandy.Sementara Fandy memilih tidak menanggapi ucapan Alea
"Heuh..Kita lihat saja,setelah pindah nanti aku jamin kau tidak akan sanggup hidup bersamaku gadis tengil." ujar Fandy bicara sendiri.
Sementara Alea yang sudah meninggalkan kamar Fandy,langsung berjalan menuju kamar ibunya.tapi Renata yang melihat langsung menghampiri Alea
__ADS_1
"Alea sayang..Bagaimana nak??apakah kau berhasil membujuk Fandy??"tanya Renata yang ternyata sudah menunggu Alea setelah bicara dengan Fandy.
Alea hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya