
"Heii..!!! apa kau tidak bisa mengalah sedikit??kau kan selalu menghabiskan waktu dikamar.. sudah kembali saja ke kamar dan berikan remote itu padaku..!!" ujar Alea yang tetap memaksa minta remote nya pada Fandy.
"Tidak.." jawabnya yang terus tidak.
Alea yang merasa kesabarannya habis karena sikap Fandy yang tidak mau mengalah,memilih memaksa mengambil remote tersebut dari tangan Fandy.
"Kau pikir aku akan mengalah tuan astral..!!kembali kan cepat.." ujar Alea langsung bertindak menyerang Fandy dengan memaksa mengambil remote tersebut.
Fandy pun justru tetap bertahan dan tidak memberikan remote itu pada Alea.Karna tujuannya hanya ingin membuat Alea kesal dan menyerah.
Tapi Alea bukan tipe gadis yang gampang menyerah.Ia tetap berusaha mengambil remote tersebut dari tangan Fandy.
Fandy pun menaikkan tangannya keatas agar Alea tidak bisa menggapai remote itu dari tangannya.
Alea yang tidak peduli seberapa caranya Fandy mempertahankan remote itu.Alea dengan refleknya langsung melompat dengan menindih tepat di atas tubuh Fandy.
Seketika membuat mereka pun terdiam dan saling tatap memandang.Jarak wajah mereka pun sangat dekat,yang hanya beberapa centi.Khay pun dapat merasakan aroma tubuh Alea yang begitu wangi dan tanpa sadar sesuatu yang dia miliki pun menunjukkan reaksi.
__ADS_1
Alea yang posisinya berada tepat di atas tubuh Fandy.Langsung terkejut,kala sesuatu mengganjal dibawah tubuhnya.Alea langsung melirik dan membulatkan kedua matanya.
Dan secara reflek Alea langsung menampar wajah Fandy dengan kuat.
Plak..
"Dasar kau mesuuuuummm..!!!!" teriak Alea histeris yang beranjak bangkit dan langsung kabur ke kamarnya.
"Akh...kau..- " rintih Fandy langsung memegangi pipinya yang bekas ditampar oleh Alea.
Sementara Alea langsung mengunci pintu kamarnya.Dia takut Fandy akan mengejarnya sampai kamar.Alea dengan perasaan yang seolah syok dan kaget saat merasakan sesuatu yang mengganjal tadi.
"Apa itu??apakah itu junior miliknya??ihhh.. menjijikkan sekali dia.." gerutu Alea yang merasa geli dengan sesuatu milik Fandy yaitu area sensitifnya.
Fandy pun tidak tidak sadar dan bingung jika bagian areanya akan begitu sensitif dan langsung menunjukkan reaksi saat hanya mencium aroma wangi tubuh Alea.
Dia hanya bisa mengacak-acak rambutnya dengan kesal.Tidak mengira jika ia akan mempermalukan dirinya sendiri hanya karena juniornya yang tidak bisa diajak kompromi.
__ADS_1
"Dasar sial..bisa-bisanya kau mempermalukan ku." gerutu Fandy lagi yang bicara pada juniornya.
...****************...
Esok harinya,Alea yang sudah terbangun langsung keluar kamar.Dan sesaat mengawasi situasi yang dirinya ingin berjaga-jaga saat harus bertemu dengan Khay.Mengingat kejadian semalam membuatnya masih terbayang dan merasa jijik.Padahal itu sudah biasa terjadi pada lelaki jika sesuatu yang merangsang hasratnya hanya mencium bau harum tubuh Alea.Alea yang pengetahuannya masih minim,belum mengerti untuk hal yang seperti itu.
Merasa aman Alea pun berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi,karena perutnya sudah meminta untuk makan sesuatu.
Tapi saat baru melewati meja makan,tanpa sengaja ia melirik kearah meja makan dan melihat beberapa macam hidangan makanan yang sudah tersedia di atas meja.
Seketika membuat Alea tersenyum lebar dan bersemangat.
"Woah..Sarapan sudah tersedia,apa mahluk astral itu yang sengaja menyiapkan nya?dia pasti merasa malu karena ulah nya semalam..Hehe..tapi aku tidak peduli,yang penting makanan ini bisa langsung ku makan.." ujar Alea yang bergegas duduk untuk menikmati sarapannya.
"Tapi tunggu,aku baru sadar bagaimana caranya dia bisa menyiapkan makanan??bukankah dia masih belum bisa jalan??" tanya Alea yang sesaat teringat akan kondisi Fandy.Tapi dengan masa bodohnya dia pun tetap akan menikmati sarapannya.
Dan dari balik pintu kamar,terlihat Fandy sedang mengintip Alea yang akan mulai menyantap sarapan paginya,yang sesaat Fandy langsung tersenyum miring.
__ADS_1