Dinikahi Tuan Muda Galak

Dinikahi Tuan Muda Galak
Bab 14


__ADS_3

Keesokan harinya..


Fandy dan Alea keluar dari hotel dan dijemput mang Ujang,sang sopir pribadi Renata.Didalam perjalanan tidak ada sedikit pun pembicaraan dari mereka,dan membuat mang Ujang sesaat melirik mereka dengan heran.Karna bukan hanya diam yang ditunjukkan oleh mereka,tapi mereka juga saling buang muka.Seolah sedang melakukan perang dingin diantara mereka.


Kenapa dengan raut wajah mereka??bukankah baru saja menikah,seharusnya mereka kan senang??'batin mang Ujang yang heran.


Tiba dikediaman,Renata langsung menyambut kedatangan Fandy dan Alea dengan senyum bahagia.


"Halo anak mama dan mantu kesayangan mama.." sahut Renata yang mencoba memeluk Fandy saat disamperin.


Tapi Fandy justru langsung menepis dengan ketus dan mengarahkan kursi rodanya memasuki rumahnya.


Renata yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala.


"Abaikan saja dia,ayo masuk sayang.." ujar Renata mengajak Alea memasuki kediaman Renata.


Alea saat memasuki kediaman Renata yang begitu mewah dan besar,membuatnya sesaat tercengang.

__ADS_1


Wah.. rumahnya ternyata besar sekali..pantas saja orang itu sombong sekali .kukira dia cuma kaya biasa,rupanya sudah seperti sultan..'batin Alea.


"Nah,Alea mulai sekarang kamu akan tinggal disini..Jangan malu dan jangan sungkan ya..mama akan memperlakukan mu seperti anak mama..santai saja,jangan takut sama mama ya,mama bukan mertua yang jahat seperti dalam novel..hihi.." ujar Renata dengan akrabnya.


Alea pun mengangguk sambil tersenyum.Ia sedikit terkesan dengan sikap Renata yang sangat baik dan ramah terhadapnya.


Sepertinya ibu mertua ku lebih asik dari anaknya yang menyebalkan.. setidaknya ada berpihak padaku..' batin Alea.


...****************...


Malam harinya..


Tapi ibunya juga diperbolehkan tinggal bersama mereka.Membuat Alea sedikit merasa lega dan tidak akan tertekan jika menghadapi sikap Fandy yang baginya sangat menyebalkan.


"Alea,mulai sekarang kau boleh melakukan apa saja dirumah ini. karna rumah ini sekarang juga rumah mu..Sekarang kita adalah keluarga..Mama harap kamu jangan merasa canggung,begitu juga dengan ibu Evy..Kita sudah berbesan jangan sungkan pada saya ya." sahut Renata disela makan malam mereka.


"Iya nyonya .." sahut Evy ibu Alea.

__ADS_1


"ibu Evy ini bagaimana,jangan panggil saya nyonya lagi donk..Panggil saya juga ibu Renata..Kan kita sudah berbesan..hehe." ujar Renata sambil bercanda.


"Eh..iya bu Renata,kami sangat berterima kasih sudah diterima di keluarga ibu..Iya kan nak." kata Evy merasa senang dan sesaat menoleh kearah Alea.


"Iya bu..Iya ma,terima kasih juga sudah menerima saya jadi menantunya mama.."sahut Alea tersenyum.


Mereka pun saling tersenyum bahagia.


Tapi tidak dengan Fandy,yang justru menatap sinis kearah Alea dan ibunya.Seakan mereka sedang mengabaikan dirinya.Dan menganggap jika dirinya sudah menerima Alea sebagai Istrinya.


"Siapa yang bilang kalau kami akan tinggal disini??" sahut Fandy dengan nada tegas.


Membuat mereka menoleh bersamaan kearah Fandy.


"Apa maksudmu Fan??"tanya Renata yang bingung.


"Minggu depan kami akan pindah." ucap Fandy memberitahukan pada mereka.

__ADS_1


Sontak membuat mereka terkejut dengan ucapan Fandy.


"Apa pindah??untuk apa Fan??kan sudah bagus kalau kalian tinggal disini saja??" tanya Renata yang heran dengan ucapan Fandy.


__ADS_2