
Beberapa hari kemudian..
Tidak terasa Fandy dan Alea telah merawat bayi asing itu tanpa sepengetahuan siapa pun.Dan Alea berjuang keras saat merawat dan mengurusi sang bayi seorang diri.Sebab Fandy seolah tidak mau turun tangan untuk membantunya mengurusi sang bayi.
Suatu ketika,disaat dia sedang sibuk menenangkan sang bayi yang kembali menangis.Membuat kekesalan Alea memuncak.Kala melihat Fandy hanya asik memainkan ponsel nya tanpa peduli dengan dirinya yang tengah kerepotan.
"Hei..Tidak bisakah kau sedikit saja membantu ku?Kenapa kau seharian ini hanya bermain ponsel,tanpa membantu ku sedikit pun mengurus bayi ini." ucap Alea yang protes pada Fandy.
Fandy hanya melirik datar.
"Bukankah itu tugas mu,anggap saja kau sedang berperan menjadi ibu.Karena suatu saat kau akan menjadi ibu." jawab Fandy dengan santai nya.
"Tidak bisa begitu,bayi ini bukan anak kita.Aku juga tidak punya keahlian dalam mengurus bayi sendirian.Seharusnya kau membantu ku." kata Alea yang tidak terima dengan jawaban Fandy.
"Bagaimana jika aku menolak,Aku sangat sibuk.Jadi kau urus saja bayi itu sendirian." jawab Fandy yang menolak permintaan Alea.
__ADS_1
"Kau ini manusia tidak punya perasaan ya?Kalau kau tidak mau membantu ku,kenapa kau tidak laporkan saja bayi ini ke pak RT biar dia cari tahu siapa orang tua yang sudah tega membuangnya." kata Alea menyarankan.
"Kau jangan bertingkah bodoh,kalau kau laporkan bayi ini ke dia.Yang ada malah kita yang akan dituduh.Kita baru saja menikah,jika dia tahu ada bayi di rumah ini,itu cuma akan membuat dia curiga.Paham.!" jawab Fandy mengingatkan.
"Lalu mau sampai kapan aku mengurusi bayi ini?Jujur aku tidak sanggup,rencana ku untuk mencari pekerjaan 'kan jadi gagal karena harus mengurusi bayi ini." protes Alea lagi dengan mengeluh.
"Aku sedang pikirkan,jadi jangan cerewet.!" jawab Fandy dengan nada ketus.
Alea pun langsung memasang wajah cemberut.
"Uwek..Uwek..Hiks." lirih sang bayi yang kembali menangis.
Alea pun bergegas menggendong bayi tersebut.
"Hei tuan.Apakah kau tahu nama bayi ini?Apakah orang tuanya meninggalkan sesuatu yang menyebutkan nama bayi ini?" tanya Alea yang sesaat baru teringat jika belum mengetahui nama sang bayi.
__ADS_1
"Namanya Kenzie." jawab Fandy yang kembali memainkan ponselnya.
"Oh Kenzie..Nama mu bagus sekali bayi kecil..Yuk kita jalan-jalan saja.Kau pasti bosan ya di rumah terus." ujar Alea yang mengajak bicara pada sang bayi.
"Tunggu,kau mau bawa bayi itu keluar?" tanya Fandy memastikan.
"Iya,kenapa?" jawab Alea dan bertanya balik.
"Apa kau gila?Bagaimana jika orang-orang sini melihat mu sedang menggendong bayi?Kau ingin membuat kita dalam masalah?" tanya Fandy mengingatkan Alea.
"Tenang saja,aku akan mengakui bayi ini adakah keponakan ku.Jadi mereka tidak akan curiga.Daripada dia terus menangis dan kau tidak peduli dengan bayi ini." jawab Alea secara tidak langsung menyindir Fandy dan langsung pergi meninggalkan nya.
Fandy hanya melirik datar ke arah Alea yang sudah pergi.
"Dasar perempuan menyebalkan.!" gerutu Fandy menyindir Alea.
__ADS_1
Dan Alea akhirnya membawa Kenzie sang bayi pergi keluar rumah untuk berjalan-jalan ke taman.