
Fandy dan Alea pun langsung bergegas keluar dan melihat asal suara yang sedikit menganggu mereka.
Saat dilihat,Fandy dan Alea begitu terkejut saat melihat seorang bayi yang hanya terbungkus kain gendong dengan sepucuk surat yang diletakkan di samping sang bayi.
Bayi tersebut tampak kedinginan menggigil sambil terus menangis tanpa henti.
"Uwek..Uwek.." isak sang bayi yang terus menangis.
Alea dengan cepat langsung menghampiri bayi tersebut.
"Ini bayi siapa??Siapa yang sudah tega menaruh bayi ini disini?" tanya Alea yang langsung menggendong bayi tersebut karena terus menangis.
"Aku juga tidak tahu,kau pikir aku yang sengaja menaruhnya disini."jawab Fandy yang langsung panik.
"Terus kita harus bagaimana?" tanya Alea yang ikut panik.
"Kita bawa dulu ke dalam."ujar Fandy menyuruh Alea untuk membawa sang bayi ke dalam rumah.
Alea pun menurutinya dan langsung masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Saat sudah berada di dalam rumah,Alea masih terus menggendong bayi tersebut.Karena bayi tersebut masih saja menangis.
"Bagaimana ini,dia terus menangis.Aku rasa dia haus." ujar Alea.
"Kalau begitu kasih saja dia susu." ujar Fandy sesaat memperhatikan secarik kertas yang tadi ia pungut saat berada di samping bayi tersebut.
"Susu dari mana?Sepertinya orang tua bayi ini tidak meninggalkan susu untuknya.Tega sekali orang tuanya." ujar Alea sedikit kesal.
"Ya sudah kau berikan saja asi mu." kata Fandy.
"Asi??Asi yang mana?" tanya Alea yang sesaat tidak paham dengan maksud Fandy.
Sontak membuat Alea kaget dengan ucapan Fandy sambil menunjuk ke arah dadanya.
"Hei..Bicara apa kau.!Enak saja kau menunjuk ke arah dada ku.!" tegur Alea yang langsung kesal.Namun ia tak bisa menutupi dadanya dengan kedua tangannya.Sebab ia masih menggendong sang bayi tersebut.
"Jadi kau pikir aku bisa memberi nya asi?Kalau begitu beli saja susu formula." kata Fandy menyarankan Alea.
"Ya sudah,kalau begitu cepat pergi beli susu formulanya." kata Alea yang menyuruh Fandy begitu saja.
__ADS_1
Seketika membuat Fandy langsung menatap tajam.
"Hei.Enak saja kau memberi perintah padaku.Kau saja yang pergi beli."jawab Fandy yang justru menolak perintah Alea.
"Kau tidak lihat bayi ini masih terus menangis,jika aku yang pergi beli apa kau bisa menjaganya dulu?" tanya Alea yang sengaja.
Sesaat Fandy pun melirik ke arah sang bayi yang memang masih terus menangis.Dan akhirnya ia pun memilih untuk pergi membeli susu formula di sebuah minimarket.
Sebab ia tidak mau merepotkan dirinya hanya untuk menjaga sang bayi asing.
Fandy pun segera menuju minimarket terdekat dengan berjalan kaki.Diperjalanan ia terus menggerutu karena ia merasa telah direpotkan juga oleh Alea.Yang sengaja memanfaatkan dirinya.
"Sial..Kenapa jadi aku yang harus membeli susu untuk bayi itu.Ck." gerutu Fandy sedikit kesal
Dan selama ia berjalan,ia pun sesaat membaca secarik kertas yang masih belum sempat ia baca.
Yang ternyata isi surat tersebut adalah.
Mohon untuk rawat bayi ku untuk sementara waktu.Jika sudah tiba waktunya aku akan mengambil kembali bayi ku kembali..Dan panggilan untuk nama bayi ku adalah Kenzie..Terima kasih.
__ADS_1