Dinikahi Tuan Muda Galak

Dinikahi Tuan Muda Galak
Bab 35


__ADS_3

Sementara Evy ibu Alea seketika pingsan.Karena tidak bisa menerima kenyataan begitu saja,saat tahu jika Alea mengidap penyakit yang cukup serius.


Evy akhirnya pun ikut dirawat sampai keadaannya kembali membaik.


Fandy pun masih juga tak percaya,jika Alea gadis yang selalu bersemangat dan ceria.Harus mengidap penyakit yang cukup langka.Yang ternyata jarang orang akan mengidap penyakit tersebut.


Fandy pun kini hanya bisa duduk diam,tepat di sisi ranjang.Tempat dimana Alea saat ini masih terbaring dan belum sadar kan diri.


Kenapa ini harus menimpa mu?Disaat aku baru akan memulai semuanya dari awal dengan mu?Tapi kau harus menerima penyakit yang seharusnya tidak kau rasakan.' batin Fandy saat memandangi wajah Alea.


...****************...


Keesokan harinya..


Ketika Fandy masih setia menunggu dan menemani Alea yang belum sadar.Akhirnya Alea pun mulai sadar dan membuka matanya.


Menyadari Alea yang sudah sadar,Fandy langsung menekan tombol untuk memanggil sang perawat dan menghampiri Alea.


"Kau sudah sadar.Apa kau merasa lebih baik?" tanya Fandy dengan perasaan yang cemas.


"Aku dimana?" tanya Alea sesaat memperhatikan suasana ruangan.


"Dirumah sakit." jawab Fandy memberitahu.

__ADS_1


Alea pun mencoba membangunkan tubuhnya.


"Kenapa aku bisa disini?" tanya Alea yang sedikit bingung.


"Kemarij kau jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri semalaman."jawab Fandy memberitahu lagi.


"Pingsan??Kenapa aku tidak ingat?" tanya Alea yang masih bingung.


"Hal itu kau tidak perlu pikirkan.Yang penting kau harus banyak istirahat.Sebentar lagi dokter akan datang." ujar Fandy membantu Alea untuk kembali merebahkan tubuhnya.


Alea pun hanya bisa menuruti perkataan Fandy.


"Apakah ibu ku tahu aku disini?" tanya Alea sesaat teringat akan ibunya.


Belum sempat menjawab,sang dokter dan beberapa perawat pun datang menghampiri mereka.


Sang dokter pun memeriksa keadaan Alea.


"Oke,kondisi nona saat ini cukup baik.Hari ini kita bisa melakukan CT scan dan MRI.Dan disarankan nona untuk melakukan puasa lebih dulu ." ucap sang dokter memberitahu pada Fandy.


Alea yang mendengat pun terlihat bingung.


"CT scan dan MRI?Untuk apa??" tanya Alea yang penasaran.

__ADS_1


Sebelum menjawab sang dokter pun menoleh ke arah Fandy.Seolah sang dokter mengisyaratkan apakah dia harus menjawabnya atau haruskah Fandy yang menjawabnya.


"Hanya untuk melihat kondisi dalam tubuh mu Alea.Jadi kita ikuti saja,demi kesehatan mu." sahut Fandy yang langsung menjawabnya.


Alea pun hanya mengangguk paham.


...****************...


Beberapa hari kemudian..


Alea akhirnya di perbolehkan pulang karena ia merasa tidak betah berada terus dirumah sakit.Fandy pun tak dapat menolak,karena sang dokter pun telah mengijinkan Alea untuk beristirahat di rumah.


Tiba dirumah,Alea pun disambut langsung Renata dan Evy ibunya.


Sang ibu yang bertemu dengan Alea langsung memeluk tubuh Alea.Tangisnya pun langsung pecah,saat Evy mendekap tubuh Alea.Larena dia masih tidak bisa menutupi kesedihan dan kehancuran perasaannya.Saat kenyataan yang bagaikan mimpi benar-benar terjadi pada Alea.Evy pun terus meluapkan kesedihannya dengan terus menangis.


"Alea,anak ku ..Hiks."lirih Evy.


Alea pun langsung merasa bingung dan heran melihat sang ibu terus menangis saat menyambutnya.


Renata dan Fandy pun hanya bisa memandang Evy dengan haru.


"Ibu kenapa?Kenapa tiba-tiba menangis?'kan aku sudah pulang bu?" tanya Alea yang penasaran.

__ADS_1


__ADS_2