
"Jadi siapa sebenarnya orang tua baby Kenzie ?" tanya Alea penasaran.
"Soal itu kau tidak perlu tahu,yang jelas kau tidak akan direpotkan lagi dengan bayi itu." jawab Fandy yang telah selesai memasak.
"Makan lah selagi hangat." ucap Fandy menyuruh Alea makan.
Alea pun mengangguk dengan semangat. "Terima kasih untuk makanannya,selamat makan." ucap Alea langsung menyantap makan malam buatan Fandy.
Selesai makan,Fandy pun membereskan piring kotor bekas makan mereka.Alea pun membantu Fandy membereskannya.
"Biar aku saja,kau pergi mandi saja." ujar Alea menyuruh Fandy.
"Tidak usah,kau saja yang pergi istirahat.Biar semua ini aku bereskan." jawab Fandy menolak Alea yang membereskan.
"Tidak apa-apa.Justru aku merasa tidak enak karena kau sudah membuat makanan yang enak malam ini.Jadi sebagai tanda terima kasih ku,biar aku saja yang bereskan ini semua.Oke." tukas Alea yang tetap memaksa.
Sesaat Fandy pun menatap serius ke arah Alea.Membuat Alea langsung merasa gugup.
"Apa kau masih meragukan perubahan sikap ku?" tanya Fandy dengan nada serius.
Alea pun memandang Fandy sambil mengernyitkan alisnya ke atas.
"Bukan,justru aku cuma merasa tidak enak saja." jawab Alea.
"Kenapa harus merasa tidak enak hati dengan suami mu sendiri." ujar Fandy langsung membereskan piring kotor yang di atas meja dan tidak membiarkan Alea membereskannya.
Alea pun sedikit merasa bingung dan aneh. Saat mendengar kata Fandy yang menyebut dirinya sebagai suami.
Aku masih tidak percaya kalau dia benar-benar sudah berubah.' batin Alea masih bingung.
...****************...
Keesokan harinya ..
Alea tampak sudah bersiap-siap akan pergi ke kampus.Fandy yang melihat langsung menghampiri Alea.
"Kau sudah siap?" tanya Fandy.
"Iya,hari ini aku ada jadwal di kampus." jawab Alea.
"Kalau begitu kita sarapan dulu,ayo." kata Fandy langsung menarik tangan Alea untuk mengajaknya sarapan bersama.
Alea pun langsung menuruti ajakan Fandy.
Beberapa saat,Alea kembali tercengang dengan sarapan yang telah disiapkan oleh Fandy.
"Ini kau semua yang buat juga?" tanya Alea.
"Menurut mu?Duduk lah." kata Fandy menyuruh Alea untuk duduk.
__ADS_1
"Woah..Ini sarapan luar biasa,terima kasih tuan." puji Alea seketika tidak sabar ingin menyantap sarapan yang telah dibuat Fandy.
"Tolong berhenti memanggil ku tuan." ujar Fandy menegur Alea.
"Kenapa?" tanya Alea.
"Aku suami mu,bukan tuan mu.Mulai sekarang kita perbaiki hubungan ini.Akunminta maaf atas sikap ku selama ini.Aku menyesal dan mengakui kesalahan ku karena aku tidak menghargai mu sebagai istri ku.Aku sudah bersikap berlebih hingga membenci mu." ungkap Fandy panjang lebar.
"Lalu aku harus memanggil mu apa?" tanya Alea.
"Apa saja,asal jangan panggil kata tuan lagi." jawab Fandy.
"Oke,aku akan memanggil mu mas Fandy, Bagaimana?" tanya Alea.
"Boleh saja."
"Dan untuk memulai hubungan ini lagi,aku tidak masalah.Sebenarnya aku juga tidak pernah menyimpan dendam atau sakit hati atas sikap mu selama ini.Aku hanya merasa kecewa,tapi aku juga tidak ingin terlalu memikirkannya."ungkap Alea sambil tersenyum.
"Apakah selama ini kau merasa hidup mu lebih tenang?Saat kita tidak saling bertemu dan komunikasi?" tanya Fandy sengaja ingin tahu.
"Bukan lebih tenang,tapi lebih sedikit nyaman.Ibu mu sangat baik padaku,tapi terkadang aku merasa tidak enak hati karena sudah terlalu banyak merepotkan dia. Jadi karena kebaikannya aku sampai sulit untuk menolak semua keinginannya.Termasuk meminta ku untuk kuliah." jelas Alea panjang lebar.
"Itu sebabnya kau memilih kuliah karena ibu ku.?"
Alea pun mengangguk " Iyah,dia ingin aku meneruskan pendidikan ku demi mengejar impian ku.Sebab ibu mu merasa bersalah karena sudah menikah kan aku dengan mu." jelas Alea menceritakannya pada Fandy.
Sesaat membuat Fandy langsung menghela nafas nya.
"Jadi kau benar-benar serius sudah berubah?"
Sesaat Fandy pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan berdiri dihadapan Alea.Alea pun mendongakkan kepalanya dan memandang Fandy dengan bingung.
"Kenapa?" tanya Alea penasaran.
Tanpa menjawab,Fandy justru menarik tengkuk leher Alea dan mendaratkan sebuah ciuman manis ke bibir Alea.
Seketika membuat Alea terkejut dan diam mematung.Seolah membiarkan apa yang dilakukan Fandy padanya.
Beberapa saat Fandy melepaskan ciumannya dan memandang kembali wajah Alea.
"Apa ini belum cukup untuk membuktikan keseriusan ku.Bahwa aku benar-benar sudah berubah Alea istri ku." ucap Fandy dengan nada yang begitu dalam.
Alea yang terlihat seperti orang yang syok hanya bisa mengangguk pelan.
Alea masih tak menyangka dengan apa yang dilakukan Fandy padanya.Karena untuk pertama kalinya ia mendapatkan ciuman dari seorang lelaki.Dan lelaki itu pun tidak lain adalah Fandy,suaminya sendiri.Baginya seperti mimpi tapi nyata.
Fandy pun seketika tersenyum sambil mengusap rambut Alea dengan lembut.
"Cepat habiskan sarapan mu setelah itu aku akan mengantarmu ke kampus." kata Fandy kembali duduk ke kursi.
__ADS_1
"I..Iya ." jawab Alea dengan nada terbata karena gugup.
Setelah sarapan,Fandy pun langsung mengantarkan Alea berangkat ke kampus.Alea pun sedikit merasa senang,karena Fandy mau mengantarnya ke kampus.Seakan ia masih tida percaya jika sekarang dia dan Fandy telah berdamai.Karena Fandy telah menunjukkan bukti bahwa dirinya telah berubah.
Setibanya di kampus,Fandy menghentika laju mobilnya tepat di depan gerbang kampus.
"Nanti aku akan menjemput mu.Hubungi aku jika jadwal kuliah mu sudah selesai."kata Fandy mengingatkan Alea.
"Oke." jawab Alea tersenyum dan akan keluar dari mobil Fandy.
Tapi,belum sempat turun Fandy justru menarik tangan Alea dan membalikkan tubuh Alea ke arahnya.Tanpa bicara apa pun,Fandy langsung memeluk erat tubuh Alea.
Alea pun kembali terkejut dengan tindakan Fandy.
"Belajar yang semangat ya istri ku." ucap Fandy dengan nada lembut.
Membuat Alea merasa malu.Dan Alea pun kembali membiarkan Fandy memeluk tubunya.Karena ia pun merasakan kenyamanan saat Fandy memeluk tubuhnya.
Setelah mengantar Alea,Fandy pun akhirnya meninggalkan kampus Alea dan melaju kan mobilnya menuju pulang ke rumah.
...****************...
Malam harinya..
Fandy ingin mengajak Alea pergi makan malam diluar.Sebuah cafe yang sudah ia pesan khusus.
Fandy pun menunggu Alea yang sedang bersiap-siap.Dengan sabarnya Fandy menunggu Alea di ruang tamu.
Tak berapa lama Alea pun keluar dari kamar,dengan penampilan yang sangat cantik dan manis.
Membuat Fandy pun langsung tercengang melihat penampilan Alea yang begitu cantik di matanya.
Fandy pun menghampiri Alea.
"Ternyata istri ku sangat cantik." puji Fandy sambil menyelipkan helaian rambut Alea ke belakang telinga Alea.
"Terima kasih untuk pujiannya."jawab Alea merasa malu.
"Sudah seharusnya aku sebagai suami mu memuji kecantikan istri ku " ujar Fandy.
Alea pun hanya bisa tersenyum malu.
"Kau sudah siap??Sudah bisa kita berangkat?" tanya Fandy memastikan dulu.
"Iya." jawab Alea mengangguk.
Fandy pun langsung menggandeng tangan Alea untuk berangkat.
Namun,baru akan melangkah keluar dari rumah.
__ADS_1
Tiba-tiba saja..