
Tanpa sadar Alea pun tertidur kembali.Dan terbangun tengah malam.Alea pun langsung bangun dan keluar kamar.
Ia berjalan mengendap-endap seperti pencuri.Mengawasi situasi yang dianggapnya akan aman.
Alea langsung menuju dapur,untuk mencari makanan di kulkas.Berharap masih ada stok makanan yang bisa ia masak.Walau pun ia sedikit ragu untuk masak hari yang sudah tengah malam.Tapi ia juga tidak bisa menahan rasa perut nya yang sangat lapar.
Alea membuka kulkas dengan pelan,dan mencari apa yang bisa dia makan.Tapi sayangnya dia tidak menemukan sedikit pun stok makanan.Alea merasa kecewa dan putus asa.Karna tidak ada hanya dalam kulkas saja yang sudah ia cari,bahkan didalam lemari pun dia tidak menemukannya.
"Huft..Sama sekali tidak ada stok makanan..Bisa-bisanya dia sama sekali tidak menyisakan makanan untuk istrinya.." keluh Alea yang merasa kecewa.
"Kenapa kau tidak lihat dulu dimeja makan,daripada menggerutu sendirian.." sahut Fandy yang tiba-tiba muncul.
Seketika membuat Alea terkejut.
"Kau.."seru Alea.
Fandy memasang wajah datar dan berjalan kearah meja makan.Membuka tudung saji yang ada di atas meja.
__ADS_1
"Cari sesuatu pakai mata,bukan pakai mulut. Seharusnya kau yang menyediakan aku makanan..Bukan tidur seharian dikamar seperti ba*i.." sindir Fandy langsung meninggalkan Alea.
Alea hanya memandang sinis kearah Fandy yang sudah masuk kamar.
"Kalau aku yang masak,apa kau tidak takut aku racuni." gerutu Alea lagi sembari melihat hidangan di atas meja.
Dan ternyata benar,Fandy sudah menyisihkan makanan untuknya.Alea tak menyangka jika Fandy masih memikirkan dirinya yang belum makan.
Alea yang merasa sudah sangat lapar,langsung menyantap makanan tersebut.Dan Alea langsung tersenyum kegirangan,saat ia merasakan makanan yang begitu enak di mulutnya.
Wah..makanannya ternyata enak sekali..aku tidak tahu kalau dia bisa masak..Asal dia tidak meracuni ku saja..'ujar Alea dalam hatinya.
Esok harinya..
Alea lebih dulu bangun dan langsung berbelanja dengan tukang sayur yang kebetulan lewat.Ia berniat ingin membalas kebaikan Fandy dengan bergantian membuatkan makanan.
Alea memang tidak begitu pintar masak,tapi jika hanya masakan yang mudah dia bisa melakukannya.
__ADS_1
Selesai masak,Alea dengan semangatnya menunggu Fandy bangun.
Tapi jam yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi,membuat Alea merasa heran.Sebab sudah hampir siang Fandy masih belum juga bangun.
"Apa orang itu tidak bekerja??ini kan sudah siang??" tanya Alea yang masih bingung dan heran.
Merasa penasaran,Alea mencoba ingin membangunkan Fandy.Dengan berniat mengetuk pintu kamarnya.Tapi sesaat ia mengurungkan niatnya.
"Tunggu,kalau ku bangunkan dia pasti mengomel..dan aku pasti akan jadi sasaran dia.." gerutu Alea bicara sendiri.
"Ah.. sudah lah,biarkan saja..terserah dia mau bangun jam berapa,mungkin dia masih cuti.."ujar Alea yang meninggalkan kamar Fandy.Karna tidak jadi membangunkan Fandy.
Hingga siang hari,tepatnya pukul 2 siang,Fandy terbangun dan keluar kamar.Alea yang sedang menonton tv,langsung melirik kearah Fandy yang masih dalam keadaan mengantuk.
Fandy berjalan kedapur untuk minum,sedangkan Alea masih terus memperhatikan Fandy yang ia pikir akan langsung melihat hidangan makanan yang sudah ia siapkan dari tadi.
Tapi ternyata,Fandy justru kembali kekamar untuk tidur lagi.
__ADS_1
Seketika membuat Alea menatap aneh dan heran.
"Hah??dia keluar cuma untuk minum?? " ujar Alea yang bingung.