Dokter Cantik Milik Ceo 2

Dokter Cantik Milik Ceo 2
Episode 40


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang gelap, lebih tepatnya di tengah hutan ada seorang pria yang tengah terikat. Wajah pria itu tampak membiru karena seringkali mendapatkan perlakuan kasar, mata elangnya tertutup dan ia tertunduk dengan tubuh yang terasa lemah. Berbeda dengan seorang pria yang tengah duduk dengan angkuh di sebuah kursi, ia menatap pria yang tengah ia jadikan sandera sebagai bahan tertawa. Dan merasa kemenangan sudah menjadi miliknya.


Byurr...


Satu ember berisi air ia guyur pada tubuh sanderanya, bibirnya tertarik pada masing-masing sudutnya hingga membentuk sebuah senyuman.


"Apa kau masih dengan keras kepala mu itu?!" Harlan bertanya sambil menatap Aran yang hanya tertunduk, pria itu menginginkan Aran memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginannya. Namun sampai satu bulan ini Aran masih memilih diam, tanpaknya cukup sulit sekali untuk mengajaknya melakukan kerja sama.


Aran yang tertunduk perlahan mendongkak, ia menatap Harlan yang juga menatapnya. Aran sejenak mengingat saat mobilnya dihadang oleh beberapa tubuh kekar, hingga pria-pria itu berhasil membawanya ke hutan yang ia pun tidak ketahui entah di hutan mata kini ia di bawa. Sudut bibirnya terlihat mengeluarkan cairan merah, dengan rambut yang kini gondrong dan tubuh yang acak-acakan. Di tambah lagi dengan guyuran air yang haru saja membasahi tubuhnya, rasanya tubuh pria itu memang sangat memprihatinkan sekali.


"Apa yang kau pikirkan Aran Rianda?!" Harlan setengah berjongkok agar saling berhadapan dengan Aran yang duduk terikat, "Aku hanya memberikan mu satu penawaran dan kau tidak punya pilihan bukan? Dan penawaran ini aku rasa tidak merugikan mu sama sekali," Harlan mencengkram dagu Aran, "Aku hanya ingin kau menikahi adik ku itu saja!" Harlan menghempaskan wajah Aran, begitu saja kemudian ia berdiri.


Aran tidak menjawab satu patah kata pun, otak nya masih berusaha berpikir cara lolos dari tempat tersebut.


"Kenapa kau hanya diam?!" Harlan memiringkan senyumannya, "Apa kau pikir keluarga mu atau istri mu masih mengharapkan mu?! Kau salah besar Aran!" Harlan tersenyum miring sambil tertawa dengan lebar, "Mereka menyangka kau itu sudah mati karena jet milik mu itu mengalami kecelakaan, jadi mereka berpikir kau pun ikut terbakar di dalamnya," jelas Harlan, agar Aran tahu tentang kejadian itu.


Aran masih setia tertunduk, ia tidak tahu sudah berapa lama terkurung dalam gudang yang sangat sempit dan minimnya udara yang masuk. Yang jelas ia cukup shock saat tahu jet miliknya mengalami kecelakaan.

__ADS_1


"Ayolah Aran, kalau kau mau menikahi adik ku Maharani.....kau akan bebas dari siksaan ini, tapi dengan syarat kau tidak boleh kembali pada istri mu itu!" tegas Harlan lagi.


"Kau dan adik mu sama gila nya!" jawab Aran yang sama sekali tidak tertarik pada tawaran Harlan.


"Apa?!" Harlan kembali mendekat dan tangan kirinya kembali mencengkram dagu Aran, "Adik ku itu gila karena kau! Dia terlalu mencintai mu dan aku ingin adik ku sembuh, satu-satunya cara agar adik ku sembuh itu dengan menikahkan mu dengannya!" Harlan membenturkan Aran pada dinding, kaki serta tangannya yang terikat kencang membuat Aran hanya bisa menerima segala perlakuan kasar Harlan pada dirinya.


"Adik mu itu tidak mencintaiku Harlan, dia hanya terobsesi.....cinta itu merelakan bukan memaksa! Aku bingung dengan mu mengapa kau tidak mengerti apa itu cinta, apa jangan-jangan kau tidak pernah merasakan jatuh cinta?" jawab Aran.


"Tidak usah membawa-bawa aku! Aku ingin adik ku sembuh dan dia akan sembuh bila kau mau menikahinya aku yakin itu!"


Aran tersenyum miring, "Adik mu itu sudah gila Harlan! Dan aku tidak Sudi menikahi wanita gila....kalau kau memang mau adik mu itu sembuh kau seharusnya bukan menikahkan adik mu dengan ku! Tapi kau membawa adik mu itu pada psikiater.......kalau salah tempat Harlan....." Aran terkekeh dan menunjukan senyum sinis pada Harlan.


Buuk....


Harlan memberi bogem pada Aran, sebab ia tidak terima di katakan demikian oleh Aran, "Kalau harus menikahi adik ku! Kalau tidak kau harus aku habisi!"


"Sepertinya aku rela dihabisi dari pada menikah dengan asi mu Harlan, aku tidak Sudi!"

__ADS_1


"Jangan membuat ku semakin berbuat lebih dari ini Aran, aku hanya ingin kau mengikuti keinginan ku.....dan kau harus mau menikahi adik, hidup selamanya dengan adik ku!" tegas Harlan lagi.


"Istri ku tidak mau dimadu dan aku pun tidak berniat memberikan madu untuknya!" jawab Aran to the point.


"Baiklah, kalau itu alasan mu bagaimana kalau aku habisi saja istri mu.....bila perlu bersamaan dengan bayi mu itu!" Harlan merasa mendapatkan ide cemerlang, mungkin dengan menghabisi Veli Aran akan bersedia menikahi adik nya yang sangat terobsesi pada Aran.


"Kenapa kau yakin jika aku menikahi adik mu maka dia bisa sembuh?" Aran tidak ingin terjadi sesuatu pada Veli, dan ia tahu saat ini tidak ada yang melindungi Veli dengan begitu ketat sebab semua mengira Aran mengalami kecelakaan saat menumpangi jet pribadi miliknya. Padahal sebenarnya kini ia tengah di sekap, Aran kini tidak ingin berdiam diri apa pun harus ia lakukan asalkan bisa lepas dari Harlan.


"Karena dia hanya menyebut nama mu!"


"Kalau aku menikahinya apa kau yakin tidak akan mencelakai istri dan anak ku?" tanya Aran, ia kini ingin mencari jalan keluar bagaimana juga caranya. Setelah ia lolos barulah ia pikirkan cara selanjutnya.


"Waw......" Harlan tersenyum lebar sebab sepertinya tujuannya sebentar lagi akan segera tercapai, "Kalau kau bisa di ajak kerjasama.....semua akan berjalan dengan baik kawan!" lanjut Harlan dengan bahagia.


Aran kembali terdiam, entah apa yang kini tengah ia susun di dalam otaknya.


"Jangan pernah bermimpi untuk bisa melarikan diri!" tebak Harlan, ia yakin Aran kini sedang memikirkan cara untuk pergi dan bila ia kembali pada keluarga besarnya maka lawannya bukan hanya Aran saja.

__ADS_1


"Aku tidak berpikir untuk itu, aku hanya ingin kau memegang janji mu untuk tidak mengusik istri dan anak ku!" pinta Aran.


"Itu akan aku lakukan, dan persiapkan diri mu karena malam ini kau akan menikah dengan adik ku......kau akan menjadi adik mu juga....." Harlan melangkah ke arah pintu namun ia kembali menghentikan langkah kakinya, matanya menatap pada anak buah nya yang berdiri di sana, "Lepas ikatannya, bersihkan luka itu dan berikan dia pakaian karena dia akan segera menikah dengan adik ku!" setelah mengetakan itu Harlan langsung pergi begitu saja, hatinya kini terlihat bahagia karena adiknya akan kembali menjadi gadis yang waras seperti dulu.


__ADS_2