Dokter Cantik Milik Ceo 2

Dokter Cantik Milik Ceo 2
Episode 54


__ADS_3

Setelah kepulangan Nenek dan Kakek korban dari bocil depan itu, tinggal Ziva, Anggia, Bilmar, Vano dan Aran juga Veli.


"Ngi....aku nitip anak-anak satu hari aja," kata Anggia.


"Kok nitip?" tanya Anggia bingung.


"Sayang kok nitip sih?" tanya Vano yang tidak kalah bingung.


"Ziva butuh refreshing Mas, buat nenangin otak," jawab Ziva, "Jadi aku titip nanti malam aku jemput ya Ngi."


"Ide bagus," kata Vano.


"Emang kenapa?" tanya Ziva, karena tiba-tiba Vano tersenyum dan setuju saja.


Vano mendekati Ziva dan berbisik, "Anak-anak di sini aja dulu, kita pacaran di rumah," Vano menjauhkan diri nya dan menaik turunkan alis matanya.


Ziva juga membalas tatapan Vano, dan ia juga berpikir apa yang di katakan suaminya ada benarnya juga, "Setuju!" Ziva tersenyum pada Vano.


"Kalian berdua kenapaasih?" tanya Anggia bingung.


"Tau.....kesambet kali!" celetuk Veli.


"CK..... kita titip anak-anak!" kata Ziva lagi, dan ia berbalik pergi sambil memeluk lengan Vano.


"Ziva!!" Anggia tentu saja tidak setuju, karena ia juga pusing dengan anak-anak nya, "Aku juga mau nitip anak-anak ke kamu," seru Anggia.


Ziva berbaik dan melihat Anggia, "Kamu dulu yang jaga anak-anak!!" setelah mengatakan itu Ziva cepat-cepat pergi bersama Vano.


"Aduh!" Anggia menepuk dahinya, "Kalian semua Mommy hukum!!!" seru Anggia pada delapan bocah nakal yang terus saja membuat onar, rasanya Anggia susah tidak tahan dan harus menghukum para bocah itu berharap kedepannya lebih baik.


"Mom, hukumannya apa? Cari menantu buat Mommy?" kata Davit sambil berdiri dengan angkuhnya, "Gampang, Davit sama ibu guru udah jadian tadi di sekolah...." kata Davit lagi.


"Mmmmfffffpp......" Bilmar menahan tawa melihat Davit, karena Davit persis seperti Ayahnya Vano sewaktu mereka kecil.


"Ya ampun," Anggia memijat kepalanya, "Anaknya Mas Vano, sama Ziva ini parah banget..... pantes dia nitip selama satu hari," gumam Anggia, "Calon mantu apanya?" Anggia kesal sambil berkacak pinggang, "Anak kecil nggak boleh sok dewasa!"


"Davit udah dewasa Mom!" jawab Davit lagi.


"Sudah!!!!" teriak Ziva.


"Mmmmfffffpp....." Veli langsung duduk di sofa, karena tidak tahan melihat Anggia marah.


"Kalian semua kuras kolam renang!" titah Anggia.


"Mommy kolam renang itu besar...." Chandra seperti nya tidak setuju dengan hukuman Anggia.


"Mom, Alfa capek...." kata Alfa juga.


"Cepat sekarang kalian ke belakang kuras kolam renang!!!" seru Anggia.


"Kasihani Kevin Mi...." pinta Kevin dengan melas.


"Nggak ada! Cepat kuras kolam berenang sek....KA....RANG!!!!!!" teriak Anggia.


"Iiii.....iiiya Mom....."

__ADS_1


Delapan bocah itu langsung berlari menuju kolam renang yang terletak di belakang rumah, karena mereka takut Anggia semakin mengamuk.


"Ahahahhaha.." Veli tertawa melihat Anggia emosi.


"Apa!!" kesal Anggia pada Veli, "Bagi!" Anggia langsung mengambil minuman milik Veli yang ia pegang dan meminumnya.


"Eh....itu tadi jorok udah di ludahin Davit," kata Veli pada minuman yang sudah di minum Anggia.


Huuueeekkkk.....


Anggia memuntahkan nya dengan cepat.


"Ahahahhaha......" Veli tertawa terbahak-bahak, "Bercanda! Nggak ada di ludah sama Davit," kata Veli lagi sambil memegang perutnya karena ia tertawa tanpa henti.


"Kurang ajar!" kesal Anggia dan ia juga ikut duduk di sofa.


"Uhuk.....uhuk....uhuk....." karena terlalu banyak tertawa Veli tersedak.


"Mampus!" kata Anggia dengan bahagia, "Azab!"


Veli, Aran, Bilmar dan Anggia duduk dengan santai di ruang keluarga. Namun tiba-tiba terdengar suara teriakan.


"Aaaaaa!!!!!"


"Suara apa tu Ngi?" tanya Veli.


"CK....paling bocah nakal itu...." kata Anggia dengan malas.


Brak!!!


"Ampun tuan!!!" seru seorang Art.


"Ya ampun Ngi...." cepat-cepat Veli meletakan majalah di tangannya, dan melihat asal suara.


"Apa lagi yang di kerjakan bocah itu!" Anggia bangun dari duduknya, dan segera menuju dapur. Sedangkan Veli mengikut dari belakang Anggia. Sampai di dapur Anggia melihat Art tengah duduk di lantai dengan basah kuyup, dan ada sebuah panci mungkin itu yang barusan terjatuh tebak Anggia, "Ada apa ini?"


"Bu, saya nggak kuat lagi kerja di sini, saya mengundurkan diri saja," kata Art tersebut, kemudian ia cepat-cepat pergi menuju kamarnya. Dan membereskan pakaian nya.


"Tunggu dulu ini ada apa?" tanya Anggia sesaat pembantu itu sudah siap dengan tas di tangannya, dan keluar dari kamar.


"Saya di kerjain terus Bu saya nggak kuat," jawab pembantu itu lagi.


"Alif, Alfa.....semuanya.....cepat keluar dari persembunyian kalian!!!" kata Anggia.


"Ampun Mom," kata Alfin.


"Maaf Mom," kata Candra yang juga keluar dari persembunyian nya.


Dan yang lainnya juga ikut keluar.


"Kenapa kalian ngerjain Bik Mina?" tanya Anggia.


"Selamat ulang tahun Bik Mina," Davit membawa kue bolu, dan ada lilin di atasnya.


Anggia diam, ia hatinya yang panas seketika mendingin karena kelakuan manis anak-anak nya.

__ADS_1


"Maaf ya Bik, tapi kita cuman mau rayain ulang tahun Bibi," kata Chandra.


"Makasih ya tuan," Bik Mina terharu dan ia meletakan tas yang berisi baju di tangannya pada lantai karena ia sangat terharu.


"Bik Mina nggak jadi pergi?" tanya Kevin.


"Enggak tuan...." Buk Mina tersenyum.


Pak.


Pak.


Pak.


Lemparan telur mendarat di kepala Bik Mina, tapi tidak ada yang marah. Karena Bik Mina ulang tahun dan semua malah terharu bertapa baiknya anak-anak itu.


"Bik tiup lilinnya dong," kata Bastian.


Seketika semua mata melihat kue yabg di pegang Davit sudah rusak, dan ada bekas gigitan. Dan sepertinya Davit sendiri yang mengigit nya karena kulit Davit penuh dengan coklat.


"Ada-ada saja," Anggia dan Veli geleng-geleng melihatnya.


"Hehehehe......" Davit cengengesan sambil mengunyah kue tart yang seharusnya u tuk Bik Mina.


"Selamat ulang tahun Bik Mina."


Plak.


Kue tersebut di lemparkan pada wajah Bik Mina, hingga membuat wajah Bik Mina berlumur cokelat. Dan anak-anak itu langsung berlari ke kamar.


"Bibik Mina selamat ulang tahun," ucap Anggia.


"Bik Mina ulang tahun yang ke berapa?" timpal Veli.


"Kok diam?" tanya Anggia.


"Bu, saya kan ulang tahun bulan April, kok malah sekarang yang di rayakan?" tanya Bik Mina bingung.


"Aduh," Veli memijat kepalanya.


"Berarti Bik Mina nggak ulang tahun?" tanya Anggia.


"Enggak Bu...." Bik Mina menggeleng lemah, dan melihat tubuhnya yang penuh telor busuk dan kue.


"Terus kenapa nggak bilang dari tadi?" tanya Anggia.


"Abisnya saya terharu Bu, nggak tau nya saya di kerjain tuan-tuan muda," Mina merinding dan ingin muntah mencium bau tubuhnya sendiri.


"Kali ini kamu salah, kenapa tadi diam saja," kata Anggia sambil ingin tertawa dan pergi begitu saja.


"Tuan-tuan Muda!!!!!" seru Bik Mina dengan kesal.


Sementara bocah nakal itu tertawa di kamarnya, "Ide aku keren kan?" kata Bastian dengan bangganya.


"Iya, gara-gara kita rayain ulang tahun Bik Mina kita nggak jadi nguras Kolam renang!" timpal Kevin.

__ADS_1


"Ahahahhaha......"


__ADS_2