Dokter Cantik Milik Ceo 2

Dokter Cantik Milik Ceo 2
Episode 46


__ADS_3

Hari ini Aran sudah dibawa pulang, semua keluarga terlihat bahagia menyambut kepulangan Aran.


"Papa pulang," Aran menciumi wajah baby Kiara dengan penuh cinta, bayi berusia dua bulan itu bergerak seakan ia tahu jika kini Aran tengah memeluk dengan erat.


"Iya Papa," jawab Veli yang ikut duduk di sofa tepat di samping Aran.


"Anggi aku titip Kiara bentar ya," Aran memberikan Kiara pada Anggia.


"Titip?" Anggia bingung, namun tangannya kini mulai memeluk Kiara.


"Iya," kata Aran mengangguk, dan memastikan apa yang di dengar Anggia memang benar.


"Emang Mas mau kemana?" Veli juga bingung dengan pertanyaan Aran, hatinya bahkan kini ketakutan....takut bila Aran pergi lagi dari hidupnya. Veli tidak siap untuk itu.


"Ke kamar....." Aran mengangkat Veli dan membawanya ke kamar dengan cepat.


"Dasar pasangan gila!" gerutu Bilmar yang sedari tadi hanya menjadi pendengar saja.


Anggia duduk di samping Bilmar, dan ia bisa melihat wajah kesal suaminya, "Abang kenapa?" tanya Anggi, sesekali ia mencium gemas baby Kiara.


"Kesal!" jawab Bilmar.


"Kok bisa?" Anggia bingung dan menatap Bilmar dengan penuh tanya.


"Emang mereka aja yang pingin berduaan? Romantis-romantisan? Abang juga mau Ngi," kata Bilmar meluapkan kekesalannya.


"Abang apasih!" Anggia menggelengkan kepalanya karena Bilmar memang selalu memiliki alasan dalam hal itu, "Mereka baru ketemu lagi Abang setelah sekian lama berpisah," jelas Anggia lagi.


"Kita juga udah berpisah lama Ngi," jawab Bilmar yang tidak mau kalah.


Anggia mengangkat sebelah alis matanya, karena bingung, "Bukannya kita selalu ketemu?"


"Tadi Abang ke kantor kan setengah hari nggak ketemu Ngi."


"Ahahahhaha....." Anggia tertawa mendengar penjelasan Bilmar, "Cuman hitungan jam Abang."


"Satu jam itu rasanya satu tahun Anggi, jadi kalau enam jam itu bisa rasanya seperti satu abad," Bilmar menunjukan wajah sedihnya, seakan ia memang sangat merindukan Anggia.


"Ahahahhaha....." seabad nikah aja baru hitungngan tahun, kata Anggia yang masih terus terus tertawa tanpa henti.

__ADS_1


"CK....kamu yang nggak ngerti rasanya itu" jawab Bilmar lagi.


"Assalamualaikum...." kata Vano dan Arman yang baru saja datang, tidak lupa ada Ziva dan juga Veli.


"Waalaikumsalam...." jawab Anggia sambil melihat kerah empat orang yang mulai melangkah kearah mereka.


"Hay Kiara...." Ziva langsung mendekati baby Kiara, dan mengambil alih dari Anggia, "Uluh....uluh cantiknya anak bunda," Ziva menciumi pipi cabi Kiara dengan gemas.


"Aran dimana?" tanya Vano yang tidak melihat Aran dan Veli, padahal mereka kesana untuk menjenguk Aran tapi yang di jenguk malah tidak terlihat.


"Ck....." Bilmar kembali kesal, karena Vano malah menanyakan Aran, "Di kamar....lagi honeymoon," jawab Bilmar.


"Ada aja lu!" kata Vano yang tidak percaya.


"Serius.....Kiara di titip....dianya langsung bawa bininye ke kamar," jelas Bilmar lagi.


"Gila itu orang, tapi gw juga mau sih," Vano terkekeh sambil melihat Ziva, "Sayang, kita ke kamar tamu yuk.....kasih Kiara sama Anggia lagi," pinta Vano.


"Kurang ajar....lu juga sama parahnya sama Aran," Bilmar ingin sekali menghajar Vano, karena Vano juga malah ingin membuatnya kesal.


"Mas apasih," Ziva tahu jika ke empat lelaki itu sudah bergabung, mereka sudah memiliki bahan untuk berbicara walau pun apa yang mereka bahas tidak ada yang jelas satupun.


"Kalau kalian bercanda, gw serius....yuk...." Aan menarik lengan Seli bahkan ia sudah berdiri.


"Kakak apasih," Seli juga tidak kalah kesal, karena Arman juga suka sekali berbicara ngaur.


"Berani lu ya....." Bilmar menunjuk Arman karena Arman pun sama saja.


"Ahahahhaha....." semuanya tertawa karena kebodohannya mereka masing-masing.


Sementara Veli dan Aran sedang sibuk di kamar, "Mas apasih, di luar banyak orang....mereka kesini buat jenguk kita lho Ka, terutama Mas," kesal Veli, sebab ia merasa malu karena Aran malah membawa nya ke kamar.


"CK......Mas kangen yang, pengen berduaan aja," Aran memeluk Veli dan tidak ingin melepaskan Veli, "Sekali ya Khumairah sayang.....Mas kange tau," pinta Aran sambil menaik turunkan alis matanya.


"Mas ish..... Ahahahhaha....." Veli tertawa melihat ekspresi Wajah Aran yang aneh.


"Hehehehe....." Aran juga cengengesan, dan ia memeluk istrinya.


Bilmar, Vano dan Arman beserta istri mereka masing-masing masih sibuk dengan cerita mereka. Bahkan kini mereka sudah pindah duduk di ruang keluarga, hingga tidak lama berselang Aran datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Udah lama bro?" tanya Aran, sebab tadi saat ia pergi ke kamar hanya ada Anggia dan Bilmar.


"Udah jamuran!" kesal Vano tanpa menatap Aran.


"Kita udah makan, bahkan udah mau siap-siap pulang," tambah Arman yang juga kesal.


"Ahahahhaha.....maaf lah, maafin gw....jangan ngomong gitu dong," Aran terkekeh melihat wajah yang lain yang terlihat begitu masam.


"Ni kopi, biar otak lu ECER....rambut basah, abis ngadon?" tanya Vano lagi sambil memberikan kopinya pada Aran.


"Pas banget, abis nguras tenagasih gw," jawab Aran sambil menyeruput kopi tersebut.


"Dasar nggak sopan!" kata Bilmar lagi.


"Sorry namanya juga puasa lama...." jawab Aran dan menurutnya itu adalah alasan yang logis.


Anggia bangun dari duduknya, karena Kiara sudah sangat haus dan ia menuju kamar Veli. Anggia langsung masuk sebab ia tahu Aran sudah tidak di kamar, mata Anggia menatap Veli yang masih berada di bawah selimut.


"Vel...." Anggia membangunkan Veli yang tertidur lelap, "Veli....."


Setelah beberapa kali Anggia membangunkan Veli, akhirnya ia terbangun juga. Dengan mata yang terlihat masih sulit untuk di buka dan juga dengan rasa lelahnya.


"Kiara haus Vel," kata Anggia sambil meletakan Kiara di samping Veli.


"Gw ngantuk banget Ngi," Veli merasa tubuhnya remuk, dan ia benar-benar kelelahan sehabis bekerja tadi.


"Ini kasihan Kiara," kata Anggia lagi, sebab Kiara memang tidak mau meminum susu formula.


"Emmm...." Veli berusaha membuka matanya dan melihat Kiara.


"Woy....." Seli dan Ziva juga ikut masuk ke kamar Veli, "Abis ngapain? Tempur?" tanya Seli sambil cekikikan geli.


"Udah lama?" tanya Veli, sebab ia belum tahu ternyata selain Anggia dan Bilmar kini ada Ziva dan Seli juga.


"Jangan tanya....karena kita udah jamuran nungguin kalian," kata Seli.


"Tau nih....tega banget," tambah Ziva yang sedari tadi hanya diam saja, namun kini ia pun ikut bicara.


"Hehehehe....." Seli terkekeh sambil menggaruk kepalanya, "Maafin gw deh....lu kayak nggak paham aja, udah lama nggak ketemu rasanya gimana gitu," terang Veli, karena Aran memang sudah selama satu minggu di rumah sakit. Bahkan Aran sudah sering kali memintanya, namun karena di rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2