Dokter Cantik Milik Ceo 2

Dokter Cantik Milik Ceo 2
Episode 47


__ADS_3

"Sayang ayo tebak, buah apa yang tidak ada tangkainya?" tanya Aran.


"Buah semua bertangkai Mas, kecuali satu!" jawab Veli yang duduk di pangkuan Aran.


"Apa?" Aran menantikan jawab Veli.


"Buah cinta kita...." lanjut Veli lagi dengan cekikikan.


"Ahahahahah....." Aran menarik kedua telinga Veli, "Pintar sekali istri ku ini ya!" kata Aran.


"Sakit Mas!" Veli memukul tangan Aran, karena Aran cukup kuat menarik telinganya.


"Mas punya tebakan lagi...."


"Apa?" Veli menantikan apa yang akan di katakan oleh Aran.


"Radio apa yang paling cerewet, kalau pun radionya rusak tapi tetap bersuara?" tanya Aran.


"Mas sakit?" Veli memegang dahi Aran, seolah ia bingung karena pertanyaan Aran yang tidak masuk akal.


"Kok sakit sih!" kesal Veli.


"Pertanyaan nya aneh!" Veli memutar bola matanya dengan jenuh.


"Alah bilang aja nggak tau jawabannya apa!"


"Tanya nya juga gila gitu siapa yang bisa jawab coba!"


"Bisa jawab gak?"


"Nggak!" ketus Veli.


"Kamu!"

__ADS_1


Veli langsung memutar lehernya dan menatap Aran penuh tanya, "Veli?" Veli menunjuk dirinya sendiri, dan ia masih cukup bingung sekali.


"Iya, kan kamu cerewet kerja nya ngomel terus!" lanjut Aran lagi.


"Ish...." Veli langsung turun dari pangkuan Aran, kemudian ia mengambil bantal sofa dan memukuli suami jahilnya itu.


"Ahahahhaha......" Aran berusaha melindungi dirinya, dengan tangan. Tapi Veli tetap saja terus memukuli Aran, hingga sampai bantal tersebut rusak dan mengeluarkan banyak bulu dari dalamnya.


"Mas jahat, pokonya Mas nggak boleh tidur sama Veli!" kes Veli.


"Nggak papa Mas bisa tidur di rumah tetangga sebelah, Mas baru tahu ternyata dia janda yang baru di tinggal suaminya kan dia pasti sedang kesepian...." seloroh Aran.


Aran sebenarnya tidak mungkin melakukan itu, di suguhkan wanita yang masih belum pernah di sentuh sekalipun ia tidak akan mau. Hanya saja ia sangat merindukan saat-saat bersama dengan Veli, rindu tawa dan canda Veli saat seperti ini. Dan kini ia bisa melihat wajah istrinya dengan sepuasnya.


"Ya udah sana keluar!" Veli menunjukan arah pintu, ia benar-benar sangat emosi bercampur cemburu. Bahkan ia berpikir mungkin setelah Aran lama menghilang cinta untuknya sudah tidak ada lagi, bahkan Veli malah berpikir Aran sudah punya wanita lain di luar sana, "Sana keluar! Pergi ke rumah itu janda, nikahin sekalian!!!" seru Veli.


"Ok....." Aran berpura-pura keluar, dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Veli.


"Mas!!!" Veli kembali memanggil Aran saat suaminya itu mulai menegang gagang pintu.


"Mami!!!!" Veli menghentakkan keduanya kakinya sambil memanggil Mami mertuanya, ia benar-benar kesal pada Aran, "Hiks....hiks...hiks..."


Aran tersenyum kemudian ia kemudian kembali mendekati Veli, "Aduh istri Mas nangis," Aran langsung memeluk istrinya dengan penuh cinta, "Khumairah ku sayang jangan nangis dong, Mas becanda nggak ada yang lain selain kamu bidadari surga ku...."


"Tapi tadi Mas bilang mau pergi ke rumah janda sebelah," kata Veli dengan mata yang berkaca-kaca, "Atau jangan-jangan Mas udah nggak sayang sama Veli.....atau Mas udah nikah lagi, atau Mas udah punya yang lain!" tebak Veli.


Ia menjauh Aran dengan sejuta pikiran buruk nya, andai saja apa yang di pikirkan nya itu benar maka ia hujan hanya hampir gila seperti saat Aran menghilang tanpa kabar saat itu. Tapi Veli akan benar-benar gila karena kesetiannya di balas dusta.


"Sayang," Aran kembali menarik Veli kedalam pelukannya, ia tidak mungkin setega itu pada Veli. Kesetiaan Aran rasanya sudah sampai pada puncaknya, hingga tidak usah di pertanyakan lagi, "Mas mencintai mu, Mas hanya bercanda saja," ujar Aran berusaha meyakinkan Veli.


"Terus kenapa ngomong gitu barusan!"


"Mas bercanda saja...."

__ADS_1


"Nggak lucu!" ketus Veli.


"Maaf," Aran tidak ingin melepaskan Veli, tanpaknya ia salah tempat saat ini. Veli kini terlihat begitu perasa mungkin karena ia memang belum menjelaskan dengan baik tentang kemana ia selama ini. Bukan Aran ingin Veli curiga atau pun membuat rasa gelisah, hanya saja Aran tidak ingin Veli tahu bertapa sulit ia untuk bisa lepas dari jeratan seorang pria yang sangat menguras waktu dan tenaganya itu.


"Veli sayang sama Mas, tapi Mas gitu sama Veli," lirih Veli dengan penuh kesedihan.


"Maaf," Aran beberapa kali mengecup kening istrinya, karena ia memang merasa sangat bersalah, "Maaf ya.....Mas beneran tadi cuman bercanda ada nggak ada maksud apa-apa..."


Tok tok tok.


Terdengar suara ketukan pintu, Veli seketika melepaskan dirinya dari Aran. Ia mengusap air matanya dan segera membuka pintu, "Kiara," Veli langsung mengambil alih Kiara dari seorang baby sitter yang membawanya.


"Maaf Bu, tapi Nina Kiara rewel terus.....mungkin dia pengen asi, saya udah kasih susu formula tapi dia nggak mau Bu," jelas baby sitter tersebut.


"Iya udah nggak papa," Veli tersenyum, "Kiara bobo sama Mama aja ya," kata Veli dan ia membawa putrinya mendekati Aran.


"Anak Papa," kata Aran, ia langsung menciumi pipi Kiara. Dua bulan tidak bertemu membuat nya sangat merindukan Kiara, "Anak Papa bobo sama Papa ya," kara Aran lagi sambil menoel-noel pipi gembul Kiara.


"Iya Papa," Veli tersenyum, dan menirukan suara anak kecil.


"Kiara bobo di tengah apa di pinggir?" tanya Aran.


"Papa kok tanya begitu?" tanya Veli bingun.


Kini ketiganya sudah berbaring di atas ranjang dengan Kiara yang berada di tengah, sedangkan Aran dan Veli tidur miring saling berhadapan.


"Papa kan tanya Ma, kalau Kiara bobo di tengah bisa lama dapet Adek....tapi kalau bobonya di pinggir bisa lebih cepat...." ujar Aran dengan senyuman menggoda Veli.


"Mas ish......" Veli merasa malu dengan Aran, suaminya itu tidak pernah berubah dalam hal menggoda. Aran selalu punya cara membuat nya seakan terbang ke awan dalam sekejap saja.


"Pipinya merah banget, aduh Kiara.....lihat deh istri Papa cantik banget...." kata Aran lagu, bahkan tangannya mencolek dagu Veli dengan senyuman manis.


"Mas ish....malu tau Mas, ada Kiara," Veli berdalih ada Kiara, padahal ia yang sudah tidak sanggup di goda oleh suaminya itu. Walaupun sudah menikah dan memiliki seorang anak tapi Aran tetap saja sama seperti saat dulu, dimana Aran selalu membuat Veli seakan menjadi ABG yang baru merasakan indahnya cinta.

__ADS_1


Aran sangat gemas melihat tingkah istrinya, hal yang sangat di rindukan Aran, kini semuanya sudah kembali lagi.


__ADS_2