
"oh ya dik tiwi kenapa nerima lamaran saya" hanya Raihan.
"apa adik harus jujur ustadz. " Ucap tiwi.
"kita kan mau mulai sebuah hubungan yang baik jadi harus saling terbuka kan" ucap Raihan.
"iya udah deh tapi ustadz merem yaa" ucap tiwi Raihan pun memejamkan matanya
"ANA UHIBBUKA FILLAH" ucap tiwi lalu pergi meninggalkan Raihan. Raihan pun membuka mata dan langsung mengejar tiwi
"itu bener dik, MasyaAllah saya gak nyangka loh kalo adik bisa... " kata Raihan membuat tiwi penasaran.
"bisa ngungkapin perasaan adik" ucap tiwi.
"bukan tapi bisa bahasa Arab" ucap Raihan membuat tiwi kesal. dan mencubit pinggang nya.
"aduhhh kena cubitan maut lagi deh" ucap Raihan. tiwi pun tertawa.
sementara nisa dan rina sedang mengamati Raihan dan tiwi.
"ih gila tu cewek berani beraninya nyubit ustadz kesayangan ku" ucap nisa kesal
"iya nis gak bener ini mah" ucap rina.
keesokan harinya......
setelah tiwi sholat subuh ia berniat untuk jogging. tiwi pun mengganti baju trening nya.
ia pun langsung pergi didekat danau pesantren karna disana adalah tempat favoritnya. disana ia bertemu sangat ustadz pujaan hati.
"assalamu'alaikum ustadz ku" sapa tiwi.
"eh waalaikumsalam" ucap Raihan.
"ustadz jogging bareng yuk" ajak tiwi.
"boleh" ucap Raihan.
mereka pun jogging bersama. saat dijalan mereka membicarakan tentang rencana pernikahan mereka.
"ustadz nanti nikahan kita diadain di mana. " tanya tiwi.
__ADS_1
"adik pengennya dimana. " ucap Raihan.
"di mushola aja ya adik pengen yg sederhana" ucap tiwi.
"saya sih juga pengen yang sederhana dik yaudah di mushola aja ya" ucap Raihan.
"terus mas kawinnya adik mau apa" ucap Raihan.
"emm terserah ustadz seperangkat alat sholat juga gak papa" ucap tiwi.
"hmm ok, oh iya dik kata ayah nanti kalau kita udah nikah kita tinggal di rumah sendiri gimana adik setuju gak" ucap Raihan.
"emang ayah gak papa tinggal sendiri nanti" tanya tiwi.
"kata ayah sih gak papa soalnya biar kita bisa belajar berumah tangga yg baik dan mandiri" ucap Raihan. tiwi pun tersenyum.
"tanggal pernikahan bagusnya tanggal berapa ya dik" tanya Raihan.
"emm 2 minggu lagi kan 1 muharram jadi kayaknya bagus deh ustadz" ucap tiwi.
"hmm iya udah berarti 2 minggu lagi ya" ucap Raihan.
"kita pulang yuk ustadz udah siang juga nih " ucap tiwi.
"assalamu'alaikum" pamit tiwi.
"waalaikumsalam" jawab Raihan.
mereka pun pulang kerumah masing-masing. setelah pulang ia bersiap untuk sholat dhuha di mushola. saat memasuki halaman pesantren tiwi bertemu nisa.
"ehemm kamu siapa ya kayak baru liat deh" ucap nisa judes.
"saya tiwi baru pindah 2 hari lalu mbak" ucap tiwi sopan.
"ohh kenalin saya nisa temen kecilnya ustadz Raihan. " ucap nisa sombong.
"ohh berarti mbak dah lama dong mondok disini" ucap tiwi
"iya saya mondok disini sejak masih kecil " ucap nisa masih judes.
"kemarin saya liat kamu jalan sama ustadz Raihan emang kamu siapanya" ucap nisa.
__ADS_1
"oh saya calon istri ustadz Raihan mbak" ucap tiwi.
"hah kamu pasti bohong kan calon istri ustadz Raihan itu aku bukan kamu" ucap nisa dengan nada tinggi dan telunjuknya menunjuk tiwi.
"ah pasti mbak yg bohong saya nggak percaya orang kemarin yang ngedampangin ustadz Raihan ngelamar saya itu kiai razak sendiri kok" jelas tiwi..
"oh iya mbak saya ke mushola dulu ya assalamu'alaikum" ucap tiwi santai lalu pergi .
ternyata semua kejadian itu dilihat oleh Raihan. dan Raihan tidak menyangka bahwa tiwi sangat mempercayainya.
selesai sholat dhuha tiwi bertemu lagi dengan nisa.
"heh kamu ya beraninya kamu deketin ustadz Raihan ku awas ya kamu, kamu harus jauhi ustadz Raihan kalau enggak" ucap nisa judes.
"kalo nggak kenapa " ucap tiwi dengan santai. Raihan yang saat itu melihat nisa yang sedang marah langsung menghampiri mereka.
"assalamu'alaikum" ucap Raihan.
"waalaikumsalam" jawab keduanya.
"ustadz apa bener ya ustadz mau nikah sama wanita murahan ini" kata nisa manja. dan tiwi hanya mengalihkan pandangan ketika disebut wanita murahan.
"iya saya mau menikah sama dik tiwi tolong kamu jangan ganggu dia ya" ucap Raihan lembut.
"dik tiwi ayi saya antar pulang" kata Raihan.
"iya ustadz assalamu'alaikum mbak" ucap tiwi sopan tapi ada judes nya sedikit.
Raihan pun mengantar tiwi pulang
"ustadz gak mau mampir dulu" ucap tiwi
"gak usah saya langsung pulang aja oh ya maafin nisa ya dia emang gitu orangnya"
ucap Raihan.
"iya ustadz gak papa" ucap tiwi.
"saya pulang ya assalamu'alaikum" pamit Raihan.
"waalaikumsalam" ucap tiwi lalu masuk ke rumah
__ADS_1
Hai kakak kakak like and comen ya😗😗