
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di halaman rumah baru mereka itu.
"wah abi Ini rumah kita ya" ucap ranti.
"iya sayang kamu suka" ucap Raihan.
"suka banget bi" ucap ranti sangat senang.
"ayo masuk "ucap Raihan.
Mereka berdua lekas masuk kedalam. ranti sangat kagum dengan rumah itu sedari tadi ia tak berhenti mengagumi rumah itu.
"abi kamar ranti di mana." tanya ranti.
"kamar ranti ada di atas di samping kamar abi" ucap Raihan.
"ohh yg itu ya bi "ucap ranti menunjuk salah satu kamar.
"iya sayang" ucap Raihan.
ranti pun lekas menuju kamarnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
tak terasa sudah 2 bulan mereka tinggal di semarang dan itu membuat Raihan dan ranti merasa kesedihan sudah tidak menyelimuti mereka lagi.
Hari ini ranti dan Raihan akan pergi ke mall. Raihan akan mengajak Ranti jalan jalan karna hari ini ranti libur sekolah.
"abi ranti mau main di time zone ya" ucap ranti.
"iya sayang ayo abi temani" ucap Raihan.
"iya abi" ucap ranti.
"eh abi kita beli camilan dulu" ucap ranti.
"dasar anak abi" ucap Raihan.
"hehehe, ayo abi" ucap ranti menarik tangan Raihan.
Mereka pun sampai di tempat camilan. Saat sedang memilih ranti melihat sosok yg sangat ia rindukan saat ini. Yaitu sosok wanita yg mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
"abi itukan umi" ucap ranti meneteskan air mata.
"mana sayang" ucap Raihan.
"itu abi" ucap ranti. Raihan pun melihat ke arah yg ditunjuk oleh ranti.
"dik tiwi" ucap Raihan.
"itu beneran umi kan bi" ucap ranti. Raihan hanya diam. ranti langsung berlari ke arah wanita itu.
"UMIII "ucap ranti sambil berlari. Raihan yg menyadari itu langsung mengejarnya.
"ranti" ucap Raihan tapi Ranti tak mempedulikan nya ia tetap berlari.
"umii" ucap ranti memeluk wanita itu dari belakang. Wanita itu hanya diam terpaku.
"umi ranti kangen sama umi" ucap ranti menangis.
"nak kamu kenapa "ucap wanita itu.
"umi ranti kangen umi" ucap ranti mengeratkan pelukan nya.
"ini umi" ucap ranti
"tante bukan umi mu nak" ucap wanita itu dengan lembut.
"nggak ini umi" ucap ranti.
"huh ranti sini sama abi" ucap Raihan.
"nggak abi ranti mau sama umi" ucap ranti. Raihan menatap wanita itu dengan tatapan rindu ingin rasanya ia memeluk wanita itu.
"Emm maaf ya " ucap Raihan pada wanita itu.
"iya" ucap wanita itu.
"Ranti udah jangan ganggu tante ini" ucap Raihan.
"tapi abi..." ucap ranti.
"Ranti tolong dengar abi kali ini ya" ucap Raihan tegas.
__ADS_1
"iya abi" ucap ranti berjalan ke arah Raihan.
"sekali lagi maaf ya mbak "ucap Raihan.
"iya mas gak papa mungkin dia kangen ibunya" ucap wanita itu.
"tante namanya siapa" tanya ranti ia sangat penasaran.
"nama tante..." ucapan wanita itu di potong oleh seorang pria.
"tiwi ayo ngapain di sini" ucap pria itu.
yaa.. Wanita itu namanya tiwi dan parasnya pun mirip tiwi apakan itu benar2 dia???
"eh mas Kevin maaf" ucap tiwi.
"jadi nama wanita ini tiwi apakah benar dia istri ku" batin Raihan.
"ayo kita harus ke panti sekarang" ucap Kevin.
"iya mas, sayang tante pergi dulu ya" ucap tiwi mencium ranti.
"iya tante" ucap ranti tak bersemangat.
"assalamualaikum "ucap tiwi.
"wa'alaikumsalam "ucap Raihan dan ranti.
Setelah tiwi dan Kevin pergi ada banyak pertanyaan di fikiran ranti.
"abi apa benar itu umi" ucap ranti
"umi kan udah tenang di surga nya allah sayang" ucap Raihan. tapi dalam benak nya ia juga berpikir bahwa itu adalah tiwi.
"huh yaudah abi ayo pulanh" ucap ranti.
"gak jadi mainnya" ucap Raihan.
"gak "jawab ranti tak bersemangat.
Raihan dan ranti lekas pulang karna hari pun sudah mulai petang.
__ADS_1