
Tolong beritahu aku, bagaimana caranya agar kita bisa seperti dulu lagi.
~Raihan
~ ~ ~
Raihan tersenyum tipis, walaupun istrinya sedang marah padanya, tapi ia tetap di perhatikan. Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan.
Raihan mengarahkan matanya pada sepiring nasi goreng kesukaannya. Tanpa menunggu lama, ia langsung melahap nasi goreng buatan istrinya itu. Saat tengah asyik makan, tiba-tiba Ranti keluar dari kamarnya, Raihan yang melihat itu, langsung memanggil putrinya yang manja itu.
"Nak," ucap Raihan. Ranti menoleh sebentar, lalu memutar mata malasnya.
"Kenapa?" ucap Ranti dengan nada cuek.
"Sini sarapan, atau mau abi suapin?"
"Nggak usah, tadi Ranti udah sarapan bareng umi. Ranti mau langsung berangkat aja," Ranti mengambil tangan Raihan, lalu mencium punggung tangan abinya itu.
"Assalamu'alaikum," dengan langkah malas, Ranti pun berangkat ke kampus.
"Bantulah hamba agar hamba bisa lolos dari ujian ini, Ya Allah. Semoga semuanya cepat terbongkar," gumam Raihan.
__ADS_1
~ ~ ~
fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa dasar kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang. Sedangkan memfitnah adalah menjelekkan nama orang (menodai nama baik, merugikan kehormatan, dan sebagainya).
Ayat yang membicarakan "fitnah lebih kejam dari pembunuhan" adalah,
واقتلوهم حيث ثقفتموهم وأخرجوهم من حيث أخرجوكم والفتنة أشد من القتل ولا تقاتلوهم عند المسجد الحرام حتى يقاتلوكم فيه فإن قاتلوكم فاقتلوهم كذلك جزاء الكافرين
“ Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan , dan janganlah kamu setuju dengan mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka menambahkan kamu di tempat itu. Jika mereka mengubah kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah: 191)
Ada riwayat dari Muhammad bin 'Amr, telah menceritakan dari Abu' Ashim, telah menceritakan dari 'Isa bin Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, ia mengatakan mengenai ayat' fitnah lebih parah dari pembunuhan ', “Membuat seorang mukmin kembali menyembah berhala (murtad) lebih dahsyat bahayanya dibanding dengan membunuhnya. ”
Allah SWT berfirman yang artinya;
“Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? ( Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan-larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujarat : 12).
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Hudzaifah RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya; “Tidak akan masuk surga orang yang suka menebar fitnah.”
~ ~ ~
Kini, Raihan telah pulang dari kantor. Ia langsung berniat menjemput Tiwi di rumah sakit. Saat sampai di sana, Raihan melihat Tiwi sedang bersama seseorang yang sepertinya ia kenal.
__ADS_1
Tiwi laki-laki itu terlihat sangat akrab, mereka saling bercanda dan sesekali tertawa. Raihan hanya memperhatikan keduanya sejenak. Tak lama kemudian, Tiwi dan laki-laki itu masuk ke mobil yang cukup mewah, mungkin itu mobil yang dimiliki oleh laki-laki yang sedang bersama Tiwi. Amarah Raihan langsung memuncak kala itu.
Tapi Raihan mencoba tenang, ia mengikuti kemana arah mobil itu melaju. Setelah perjalanan panjang, akhirnya mobil itu sampai di pekarangan rumahnya. Laki-laki itu turun lalu membukakan pintu mobil untuk Tiwi. Tiwi terlihat tersenyum di perlakukan seperti itu. Mereka mengobrol lagi sebentar, lalu laki-laki itu kembali masuk ke mobil miliknya, Tiwi terlihat melambaikan tangan ketika mobil itu hendak pergi.
Saat mobil itu sudah tak terlihat, Tiwi pun masuk ke rumah, tapi tiba-tiba ia di kagetkan oleh Raihan yang tengah memegang pergelangan tangannya dengan erat, bukan memegang lebih tepatnya mencengkram.
Tiwi merintih merasakan pergelangan tangannya cukup perih. "Awhhh, abi apa-apaan sih!" ucap Tiwi, sambil meringis kesakitan. Ia memberontak, kala Raihan menarik tangannya agar mengikuti langkah suaminya itu. Tiwi semakin meringis saat Raihan membanting tubuhnya di sofa.
"Abi kenapa sih?!" tanya Tiwi yang heran melihat sikap suaminya yang agak kasar.
"Harusnya abi yang tanya, umi sama siapa tadi?!" ucap Raihan dengan nada membentak.
"Maksudnya?" Tiwi sama sekali tak mengerti apa yang suaminya ucapkan.
"Siapa laki-laki yang tadi pulang sama umi?!"
"Ohh, itu Kevin. Emangnya kenapa?" ucap Tiwi dengan nada rendah.
"Abi gak suka umi deket-deket sama dia!!" Raihan berkacak pinggang, sambil memalingkan wajahnya yang tengah diliputi kabut amarah.
~ ~ ~
__ADS_1