Dokter Tomboy Dan Ustadz Gaul

Dokter Tomboy Dan Ustadz Gaul
season 2 4


__ADS_3

Kenapa semua ini terjadi? Apa salahku Ya Rabb? Aku hanya ingin hidup bersama suami dan anakku dengan tenang, tanpa gangguan siapapun.


~Tiwi


~ ~ ~


"Jadi waktu itu ...."


Flashback on


Nisa sedang berjalan ke alun-alun kota, di sana cukup ramai. Saat sedang asyik mengelilingi alun-alun dengan berbagai lampu kelap kelip yang menerangi malam itu. Setelah puas berkeliling, Nisa berniat pulang ke rumah. Tapi, saat ia sedang di jalan, ada seorang laki-laki yang cukup tampan, seperti laki-laki sedang mabuk.


Nisa yang melihatnya agak sedikit takut, jadi ia langsung pergi, tapi laki-laki malah tertarik untuk mendekat pada Nisa.


"Halo cantik, ayo ikut saya. Kita akan bersenang-senang malam ini," ucap laki-laki itu dengan genitnya.


"Nggak, saya nggak mau! lepas! dasar bajing*n! gak tahu malu! kurang ajar!" Nisa tak henti-hentinya berteriak. Tapi laki-laki itu malah menggendong Nisa dengan kasar, lalu melemparkannya ke dalam mobil mewah miliknya.

__ADS_1


"Kita akan bersenang-senang," ucapnya. Ia membuka pakaiannya dan pakaian Nisa, hingga tubuh keduanya sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.


Nisa sangat trauma pasca kejadian itu. jadi, ia memutuskan untuk pindah dari pesantren. Di usianya yang ke-18, Nisa sudah mengandung 2 bulan. Ia sangat terpukul, ingin rasanya ia menggugurkan kandungnya.


"Aku benci anak ini!" teriaknya, sambil memukul perutnya dengan keras.


7 bulan kemudian, lahirlah seorang anak perempuan yang sangat lucu dan manis. Perasaan Nisa masih sama, ia masih benci dengan anak tersebut. Tapi, ia tetap merawat anak itu, walaupun tanpa kasih sayang.


Nisa menetap di kota yang ia tinggali saat ini, ia masih ragu jika ingin kembali ke pesantren. Hingga 7 tahun berlalu, dan ia mendapat informasi bahwa Raihan sudah kembali setelah lulus kuliah di Kairo. Nisa berniat pulang ke pesantren lagi. Tapi, bagaimana dengan Ariska anaknya? Aahh ia tidak perduli, lagipula Ariska telah menghancurkan semuanya.


"Ibu, jangan tinggalin Riska, Bu!" ucap anak yang berumur 7 tahun itu, sambil mengejar Nisa yang sudah berada di bis.


"Nenek, ibu pergi ninggalin Riska hikss ... ibu lebih milih ustadz itu dari pada Riska, Nek. Hikss ... Riska benci ustadz itu, karna udah rebut ibu dari Riska!" Ariska langsung berlari masuk ke dalam rumah panti.


Hingga saat ia berusia berusia 10 tahun, ia mendapatkan kabar bahwa Nisa jatuh ke sungai dan meninggal dunia. Ariska pergi ke Surabaya, di mana jasad ibunya sudah di kuburkan.


"Ibu, hikss ... kenapa ibu tinggalin Riska, Bu?!" ucap Ariska, sambil menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Liat aja, aku akan balas dendam sama ustadz itu!" ucap Ariska dalam hati.


"Yaudah, Riska. Kita sekarang pulang, yuk," ucap ibu panti. Ariska mengangguk pelan.


Hari, bulan dan tahun berganti, kini Ariska sudah lulus kuliah. Ia membiayai panti asuhan yang dulu ia tempati, ibu panti di sana sudah meninggal dunia, jadi ia yang bertanggung jawab di sana, karna ia adalah yang paling tua di antara semuanya.


Ariska mulai merintih karir di sebuah perusahaan, walaupun ada seorang pria yang selama ini menjadi donatur di panti itu, tapi Ariska menggunakan uangnya untuk menabung membeli rumah. Ia bekerja sebagai sekretaris dan juga wanita penghibur di sebuah klub malam, demi membiayai adik-adiknya, ia rela bekerja di sana. Gajinya sebagai sekretaris tidak cukup untuk membiayai 10 adiknya. Ya, walaupun Ariska bekerja di klub malam, tapi ia tak pernah menjadi pelac*r, ia hanya sekedar menyanyi dan menemani tamu-tamunya.


(Ya Allah, makin ke sini, kisah Ariska makin sedih🤧)


~ ~ ~


Author udah buat part berikutnya, mau sekarang atau lanjut besok aja😄.



Oh iya, sedikit info buat reader ....

__ADS_1



Nah ini komunitas yang baru saya bangun pada tanggal 16 September kemarin. Kalau readers mau bergabung, silakan chat saya via whatsapp (083178535937)


__ADS_2