
saat ini usia kandungan tiwi sudah memasuki 2 bulan banyak sekali cobaan yg ia dan Raihan hadapi.
baru baru ini mereka mendapat telpon bahwa Kiai razak sakit keras. Raihan dan tiwi lekas kembali ke Jakarta untuk merawat kiai razak.
"umi ayah gimana" ucap Raihan.
"sepertinya ayah harus kerumah sakit bi jantung ayah melemah umi takut ayah kenapa napa" ucap tiwi cemas.
"tapi ayah nya nggak mau mi gimana dong" ucap Raihan yg juga panik.
"kita harus paksa ayah bi " ucap tiwi.
"iya udah" ucap Raihan.
mereka pun membawa kiai razak kerumah sakit agar mendapat perawatan yg intensif. karna semakin hari keadaan kiai razak semakin parah.
"dokter gimana keadaan ayah saya dokter" ucap Raihan.
"ayah anda keritis pak, saat ini kami tidak bisa memprediksi apakah ayah anda akan selamat atau tidak. " ucap dokter.
"astaghfirullah" ucap Raihan. sedangkan tiwi hanya mengeluarkan bulir bening dari matanya.
"umi sudah jangan nangis kita doakan saja semoga ayah diberi kesembuhan" ucap Raihan berusaha tegar.
"iya bi " ucap tiwi memeluk Raihan.
tiwi dan Raihan masuk kedalam ruangan tempat dirawat nya Kiai razak.
__ADS_1
"assalamu'alaikum ayah" ucap Raihan. sementara tiwi langsung memeluk Kiai razak.
"ayah, ayah harus sembuh ya" ucap tiwi menangis dipelukan Kiai razak.
"ayah sudah nggak kuat nak kamu dan Raihan jaga cucu ayah baik baik yaa" ucap Kiai razak meneteskan air mata.
"iya tapi ayah harus sembuh dan bermain bersama cucu ayah nanti" ucap tiwi. Raihan hanya berdiri dan menangis di belakang tiwi.
"Raihan anakku kamu jaga istri dan anakmu ya nak, jika ayah sudah nggak ada" ucap Kiai razak.
"ayah gak boleh ngomong gitu ya" ucap tiwi.
Kiai razak pun mulai merasa sesak didadanya dan itu membuat tiwi khawatir.
"aaa.. abii bi cepat panggil dokter bi cepat" ucap tiwi cemas.
"gak usah Raihan nak kalian jaga diri baik baik ya ayah pergi" ucap Kiai razak.
"asshaadu'.... ala...ilaa.. haa... ilallah.. waashadu'... ana Muhammad.... darosullullahhh... " ucap Kiai razak lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
"ayaaahh" jerit tiwi. Raihan segera keluar memanggil dokter. sedangkan tiwi hanya menangis sambil memeluk Kiai razak.
"saya periksa dulu ya" ucap dokter.
"gimana dok" ucap Raihan.
"maaf Pak ayah anda sudah tidak ada" ucap dokter lalu pergi. spontan tiwi langsung menangis sejadi jadinya di pelukan Raihan.
__ADS_1
"sudah mi kita harus ikhlasin ayah biar ayah tenang disana" ucap Raihan berusaha tegar. tapi tiwi tetap saja menangis.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
keesokan harinya Kiai razak dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan. semua orang pun berduka mendengar kabar bahwa Kiai razak meninggal.
saat sampai di surabaya jenazah kiai razak dibawa kerumah tiwi dan Raihan untuk pembacaan yasin.
berhari hari tiwi menagis dan kadang ia juga melamun. Raihan cemas dengan keadaan tiwi ia takut tiwi stress dan berpengaruh pada bayi mereka.
"umi sudahlah ayah sudah tenang disana sekarang kita fokus sama anak kita ya" ucap Raihan mengelus perut tiwi.
"iya bi maafin umi ya" ucap tiwi memeluk Raihan.
"sekarang umi makan ya supaya umi dan bidadari kecil kita sehat ya" ucap Raihan.
"iya bi, tapi.. " ucap tiwi.
"tapi apa" ucap Raihan.
"umi pengen makan sate bi" ucap tiwi manja.
"ohh ngidam ni ceritanya" ucap Raihan tiwi pun mengangguk.
"ya udah umi tunggu disini abi beliin ya" ucap Raihan.
"iya bi " ucap tiwi mencium tangan Raihan.
__ADS_1
"assalamu'alaikum" ucap Raihan mencium kening tiwi.
"waalaikumsalam" ucap tiwi seketika ia melupakan kesedihannya.