
Entahlah, aku tak tahu harus bagaimana sekarang. Aku ingin mempercayaimu, tapi di sisi lain, pikiranku memilih untuk menjauh darimu.
~Tiwi
~ ~ ~
Jam dinding menunjukkan pukul 02.00, Tiwi sudah terbangun dari tidurnya. Ia melirik sebentar ke arah Raihan, entah apa yang ia pikirkan saat ini, tapi saat ini ia tengah menatap Raihan dengan tatapan yang sulit di artikan.
Tiwi hendak beranjak dari kasur, baru saja ia berbalik badan, tapi Raihan memegang tangannya seraya menahannya pergi.
"Umi mau wudhu, ya?" ucap Raihan.
"Gak," hanya itu yang di ucapkan Tiwi. Ia melepaskan tangannya dari Raihan, lalu pergi ke luar kamar.
"Abi tau umi masih marah sama abi. Tapi, abi harap umi percaya sama abi," gumam Raihan, sambil melihat punggung istrinya yang mulai menjauh.
~ ~ ~
__ADS_1
"Ya Allah, apa hamba salah jika hamba kecewa dan mendiami mas Raihan?" ucapnya, saat ia berada di lantai bawah.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW juga mengatakan jika sangat tinggi kedudukan suami untuk istrinya.
“Seandainya saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri utk sujud pada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)
“Dan sebaik-baik istri yaitu yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tak sukai membicarakan suatu hal yg tidak berguna, tak cerewet serta tak sukai bersuara hingar-bingar dan setia pada suaminya.” (HR. An Nasa’i)
Sebagai manusia biasa, suami pun bisa berbuat salah, dan memang seorang istri seharusnya dapat menasihati dan mengingatkan suami dengan cara yang bai, komunikasi yang baik, bertutur kata lembut, dan mengusahakan untuk tidak menyinggung perasaan suami.
Rasulullah SAW juga mengatakan dalam hadits lain perihal istri marah pada suami. Apabila suami dibentak, dimarahi, atau didzlimi, bidadari-bidadari surga akan sangat murka pada istri yang memarahi suaminya tersebut.
Dalam hadits yang sudah dijabarkan di atas, jelas istri tidak boleh marah pada suami sampai membentak. Apabila Moms merasakan kemarahan yang tidak bisa ditahan, alangkah lebih baik menenangkan diri dulu dengan mengucapkan istigfar dan memohon ampun pada Allah SWT. Setidaknya dengan beristigfar, hati akan menjadi lebih tenang.
Tiwi pergi ke ruang kerjanya dan Raihan, ia lebih memilih untuk sholat tahajjud munfarid di sana. Setiap sujud air matanya selalu tumpah dan membasahi sajadah yang ia gunakan sebagai alas untuk sholat.
"Ya Allah, bantulah hamba agar hamba bisa melewati semua ini. Agar hamba bisa tetap sabar, Ya Allah. Hamba mohon padamu, berilah hamba ketabahan agar bisa melewati semuanya dengan mudah. Aamiin aamiin ya rabbal a'lamin," Tiwi mengakhiri sepertiga malamnya dengan mengaji. Walaupun ia sudah terbiasa mengaji bersama Raihan, tapi untuk saat ini ia hanya ingin sendiri dan menyendiri. Ia butuh waktu untuk menetralkan pikirannya terhadap apa yang baru saja terjadi.
__ADS_1
3 jam berlalu dengan Tiwi yang saat ini masih membaca Al-Quran. Ia sudah membaca 2 juz Al-Quran dan tibalah azan subuh yang kini menggema di telinga Tiwi, ia segera beranjak untuk mengambil wudhu lagi.
Setelah sholat dan mandi, ia langsung bergegas memasak, lalu membangunkan anak gadisnya yang manja itu.
"Alhamdulillah, semuanya sudah selesai," kini Tiwi telah selesai mengerjakan semuanya, ia langsung bergegas pergi ke rumah sakit, dengan gerakan cepat ia merapihkan barang-barangnya. Karena ia tak mau menemui Raihan saat ini.
Raihan telah siap dengan kemeja yang telah istrinya siapkan, entah kapan Tiwi pergi ke kamar mereka, yang jelas saat Raihan keluar dari kamar mandi, pakaiannya sudah siap di atas ranjang.
Raihan pergi mencari Tiwi, tapi ia tak menemukan istrinya itu, Raihan beralih ke dapur berharap istrinya ada di sana. Lagi-lagi istrinya tak ada, ia hanya menemukan sehelai kertas yang di tulis tangan oleh Tiwi.
Isi surat
Assalamu'alaikum, Mas. Maaf aku nggak pamit dulu sama kamu. Kamu pasti tau alasannya 'kan? Baju kerja, sarapan dan keperluan kantor kamu udah aku siapin. Maaf juga, hari ini aku berangkat sendiri aja.
Ana uhibbuka fillah, ya zauji.
Raihan tersenyum tipis, walaupun istrinya sedang marah padanya, tapi ia tetap di perhatikan. Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan.
__ADS_1
~ ~ ~