Dokter Tomboy Dan Ustadz Gaul

Dokter Tomboy Dan Ustadz Gaul
season 2 5


__ADS_3

Ariska mulai merintih karir di sebuah perusahaan, walaupun ada seorang pria yang selama ini menjadi donatur di panti itu, tapi Ariska menggunakan uangnya untuk menabung membeli rumah. Ia bekerja sebagai sekretaris dan juga wanita penghibur di sebuah klub malam, demi membiayai adik-adiknya, ia rela bekerja di sana. Gajinya sebagai sekretaris tidak cukup untuk membiayai 10 adiknya. Ya, walaupun Ariska bekerja di klub malam, tapi ia tak pernah menjadi pelac*r, ia hanya sekedar menyanyi dan menemani tamu-tamunya.


Setelah lama ia menabung, akhirnya ia sudah mempunyai rumah sendiri dan usaha industri yang bisa di bilang kecil-kecilan. Walaupun begitu, sekarang hidupnya cukup makmur. Ia bahkan sudah bisa menyewa 2 baby sitter untuk membantu merawat adik-adiknya saat ia pergi bekerja.


"Sekarang sudah waktunya aku balas dendam," ucap Ariska sambil tersenyum sinis.


Flashback off


~ ~ ~


"Jadi waktu itu ...."


"Jadi waktu itu kenapa?" ucap Tiwi, yang membuat Ariska sadar dari lamunannya.


"Waktu itu, dia!" Ariska menunjukkan Raihan, "dia telah memperkosa ibuku!"


Raihan, Tiwi dan Ranti sangat terkejut tentang apa yang di katakan Ariska. Mata Tiwi dan Ranti mengarah pada Raihan.

__ADS_1


"Astaghfirullahalazim, nggak mungkin, ini fitnah. Kamu jangan bicara macam-macam!" kini amarah Raihan memuncak mendengar apa yang di katakan oleh gadis yang berada di depannya ini.


"Cih! Jadi, kamu mau menuduh saya berbohong, Ayah?" ucap Ariska.


"Jangan panggil saya dengan sebutan itu! saya bukan ayahmu!" ucap Raihan.


"Abi ...." ucap Ranti lirih, sambil menatap Raihan dengan tatapan kekecewaan. Lalu, ia langsung berlari ke kamarnya.


"Ranti! Nak! abi nggak mungkin gitu, Nak!" ucap Raihan.


Sementara Tiwi, ia menatap Raihan dengan mulut yang terkunci. Suasana hening sebentar, hingga Ariska kembali membuka suara.


Ariska melangkahkan kaki keluar rumah itu. Tiwi masih membisu, ia menatap kosong ke arah lantai.


"Abi nggak mungkin kayak gitu. Tapi ..., ahhhh aku harus apa Ya Rabb? Aku sungguh kecewa saat ini," ucap Tiwi dalam hati.


Tiwi berdiri dari duduknya, masih dengan tatapan kosong, ia berjalan menaiki tangga dan menuju ke kamar. Saat sampai, ia langsung merebahkan dirinya, ia menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya, lalu menangis.

__ADS_1


"Mi," ucap Raihan, yang saat ini sudah berada di samping Tiwi.


"Umi udah tidur, ya?" tapi tidak ada jawaban atau sepatah kata pun yang keluar dari mulut istrinya.


"Yaudah, selamat malam, Umi. Have a nice dream," bisiknya pada Tiwi, lalu ia memeluk istrinya yang sudah terbalut dengan selimut.


"Ana uhibbuki fillah, ya zawjati," ucap Raihan, lalu kembali memeluk Tiwi dengan erat.


Tiwi hanya diam, karna saat ini ia memang membutuhkan pelukan hangat dari suaminya. Perlahan, Tiwi mulai memejamkan matanya dan pergi ke alam mimpi.


Merasa istrinya susah terlelap, Raihan membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya. Ia melihat dengan jelas air mata kesedihan yang tumpah dan jatuh di atas bantal. Raihan mencium kening Tiwi dengan sangat hangat, lalu kembali memeluk sang istri.


"Cobaan apa lagi ini Ya Rabb, bantulah hamba agar bisa melewati semua ini," gumam Raihan dalam hati.


Tak lama kemudian, ia pun ikut terlelap.


~ ~ ~

__ADS_1


Haiii ... gimana-gimana? kesel sama Ariska? atau keselnya sama Nisa? atau sama author, karna author yang buat ceritanya kek gini? kalo keselnya sama author, author minta maaf, dehh hehe. Silakan hakimi Nisa dan Ariska-nya aja🙂.


__ADS_2