
Hari ini seperti yg tiwi katakan bahwa ia akan lembur.
"abi cepetan katanya mau nganter umi" ucap tiwi.
"iya mi sebentar" ucap Raihan.
"Ranti mana bi" tanya tiwi.
"emang kenapa "tanya Raihan.
"huhhh abi ditanya malah balik nanya " ucap tiwi.
"hehehehe ranti udah di mobil mi" ucap Raihan.
"oooh yaudah ayuk berangkat " ucap tiwi.
Saat tiwi ingin masuk mobil ia tidak melihat ranti ia pun panik.
"abi ranti kok gak ada di mobil bi" ucap tiwi panik namun berusaha tenang.
"ah masa tadi ranti ada di si..." ucapan Raihan terhenti ketika tidak melihat ranti di dalam mobil.
"Ranti mana bi "ucap tiwi makin panik.
"aduh ranti mana ya ayuk kita cari ranti mi" ucap Raihan membukakan pintu mobil untuk tiwi.
Mereka tergesa gesa masuk ke mobil dan mulai berkeliling mencari keberadaan ranti. sudah setengah jam mereka mencari ranti tapi hasilnya nihil.
"abi cepat kabari yg lain agar mereka bisa membantu kita mencari ranti " ucap tiwi sedari tadi air matanya terus mengalir.
__ADS_1
"iya mi " ucap Raihan mulai membuka Ponsel nya dan mengabari semua sahabat nya.
"bi gimana apa mereka tau dimana ranti" ucap tiwi.
"mereka juga gak tau mi tapi mereka lagi nyari ranti juga kok." ucap Raihan berusaha menenangkan tiwi.
"apa kita lapor polisi aja ya bi" ucap tiwi mulai tenang
"lapor polisi? kayanya kita cari ranti nya pribadi dulu aja mi nanti kalo kita Bener Bener gak sanggup lagi baru kita cari ranti. "ucap Raihan.
"yaudah bi kita cari ranti lagi" ucap tiwi. Raihan pun mulai menjalankan mobil nya lagi.
Sudah cukup lama mereka mengelilingi jalanan tapi saat ini ranti belum juga di temukan. Raihan yg sudah cukup lama menahan tangis nya pun pecah ketika tiwi memeluknya.
"abi ranti gimana bi" ucap tiwi menangis di pelukan Raihan. tapi Raihan hanya diam dan meneteskan air mata di ubun ubun tiwi.
"Ranti pasti ketakutan bi, pasti dia belum makan, hiks hiks hiks" ucap tiwi tak henti hentinya mengeluarkan air mata.
"umi kita gak boleh kayak gini terus kita harus nyari ranti mi kita gak boleh lemah demi ranti" ucap Raihan memegang wajah tiwi.
"iya bi" ucap tiwi menghapus air matanya.
kringg....kringg... suara hp tiwi.
"Halo maaf ini siapa ya" ucap tiwi.
"kalo kamu mau anak kamu kembali datanglah ke wilayah dekat hutang yg di dekat sungai jangan membawa siapa siapa atau anakmu akan tiada" ucap orang itu dan langsung mematikan Ponsel nya.
"Halo kamu siapa Halo...." ucap tiwi.
__ADS_1
"kenapa mi tadi ada yg nelpon umi katanya ranti ada di hutan." ucap tiwi mulai panik.
"yaudah kita kesana" ucap Raihan.
"tapi bi katanya umi harus pergi sendiri kalo nggak ia akan membunuh Ranti" ucap tiwi.
"abi tetap akan ikut dan polisi juga akan ikut bersama kita abi punya rencana" ucap Raihan.
"iya bi" ucap tiwi.
"abi akan telepon polisi dan juga yg lain agar ikut bersama kita tapi nanti kami akan bersembunyi kalo dia mencelakai umi dan ranti baru kami akan bergerak" jelas Raihan.
"iya bi umi percaya sama abi" ucap tiwi memeluk Raihan.
"tapi bi gimana kalo umur umi sampai di sini" ucap tiwi. Raihan langsung melepas pelukan nya
"umi ngomong apa sih" ucap Raihan.
"umi serius kalo misalnya kita berpisah apa abi akan nikah lagi dan melupakan umi" tanya tiwi.
"abi gak akan pernah nikah lagi walau pun itu umi yg minta sendiri" ucap Raihan.
"iya bi umi percaya" ucap tiwi.
"yaudah kita langsung jemput ranti ya mi" ucap Raihan tiwi pun mengangguk.
Mereka pun pergi ke tempat di mana seseorang menculik ranti.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
hai semua Makasih udah setia baca novel Ini. terus tunggu kelanjutannya ya.