
Saat sampai di ruang ranti kelihatan murung dan Raihan ada rasa sedikit kecewa di hati nya.
"Ranti sayang sholat ashar ya" ucap Raihan.
"iya bi" ucap ranti lalu pergi ke kamar nya.
Raihan pun masuk ke kamarnya. Untuk mengerjakan sholat ashar. sesudah sholat ia masih memikirkan kejadian di mall tadi.
"ya Allah apa benar tadi dik tiwi" ucap Raihan.
"namanya rupanya dan sikapnya sama tapi mengapa ia tak mengenal kami" ucap Raihan.
"tapi dik tiwi kan sudah kembali padamu ah mana mungkin itu dia udah lah" ucap Raihan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
beralih ke tiwi dan Kevin.
"wi kamu kenal sama anak kecil tadi" ucap Kevin.
"aku gak kenal mas" ucap tiwi.
"tapi aku rasa dia kenal kamu deh apa jangan jangan dia keluarga kamu" ucap Kevin.
"tapi mas apa iya aku udah nikah "ucap tiwi.
"udah lah gak usah di pikirin nanti kepala kamu sakit lagi" ucap Kevin.
"iya mas" ucap tiwi.
tak lama kemudian mereka sampai di rumah tiwi.
"mas Makasih udah nganterin ya" ucap tiwi.
"iya wi sama sama "ucap Kevin.
"aku pamit dulu ya assalamualaikum" lanjutnya.
"wa'alaikumsalam "ucap tiwi lalu masuk ke dalam.
Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur .
"apa benar mereka itu suami dan anakku" ucap tiwi.
__ADS_1
"ah kenapa aku tidak bisa mengingat nya" ucap tiwi.
"huh aku jangan terlalu memaksakan diri nanti aku gak bisa sembuh lag" ucap tiwi.
baru saja menyentuh bantal ia langsung tertidur pulas. di dalam tidurnya ia bermimpi bertemu ranti.
"umi ranti kangen banget sama umi" ucap ranti.
"kamu beneran anakku" ucap tiwi.
"iya umi" ucap ranti.
"aaaww kepalaku" ucap tiwi meringis kesakitan. dan ia pun terbangun.
"huh ternyata cuma mimpi "ucap tiwi.
"tapi anak itu...."ucap tiwi
"ah sudahlah lebih baik aku ke rumah sakit." ucap tiwi langsung bersiap.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
di rumah Raihan....
"Ranti. ."ucapnya lagi karna ranti tidak menjawab. akhirnya Raihan menghampirinya.
"Ranti ayo makan "ucap Raihan.
"nak kamu sakit" ucap Raihan lalu memegang kening ranti.
"astagfirullah "ucap Raihan langsung membawa ranti ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit ranti langsung di bawa ke IGD untuk di periksa.
"pak mohon tunggu sebentar kami sedang menunggu dokter nya datang" ucap salah satu perawat.
"iya" ucap Raihan lalu duduk di ruang tunggu.
tak lama kemudian ada seorang dokter yg masuk ke ruang IGD.
"mas yg tadi di mall kan" ucap tiwi. Raihan yg sangat mengenali suara itu langsung menoleh.
"ah ternyata mbak" ucap Raihan.
__ADS_1
"mas ngapain di sini apakah ada yg sakit" ucap tiwi entah kenapa jantungnya tiba tiba berdegub sangat kencang.
"iya mbak ranti anak saya sakit "ucap Raihan.
"Ranti yg tadi ya mas" ucap tiwi. Raihan hanya mengangguk.
"oh ya sudah saya tangani dulu" ucap tiwi.
"mbak dokter" tanya Raihan.
"iya mas" ucap tiwi.
"bahkan pekerjaan nya pun sama" batin Raihan.
"ya sudah saya masuk dulu ya mas" ucap tiwi lalu masuk ke dalam
setengah jam berlalu sekarang pemeriksaan sudah berakhir tinggal menunggu hasil tes darah saja.
"pak silakan masuk dokter ingin bicara" ucap perawat.
Raihan lekas masuk ia melihat tiwi sedang ngobrol bersama Ranti.
"sayang "ucap Raihan pada ranti.
"abi, sini deh "ucap ranti. Raihan pun duduk di sampingnya.
"Emm gini mas ranti kena demam berdarah jadi harus rawat inap" ucap tiwi.
"iya dok, ranti mau kan dirawat" ucap Raihan.
"iya abi malahan ranti seneng bisa di rawat sana umi" ucap ranti.
"ya udah ranti istirahat ya" ucap tiwi. ranti segera tidur.
"mas kalo boleh tau umi nya ranti kemana" tanya tiwi karna rasa penasarannya sudah melampaui batas.
"umi nya tiwi itu jatuh di mbak terus sampai sekarang jasadnya juga belum di temuin" ucap Raihan.
"jatuh di sungai??" ucap tiwi.
"kok sama kayak cerita ku ya.." batin tiwi.
terus tunggu kelanjutannya yaaa
__ADS_1