
"Kok diam," tanya Harry.
"Iya aku baru pindah, aku tidak tau kalau kamu tinggal di sini juga," jawab Dian.
"Di sini murah kan, aku ambil di sini karena murah dan bagus, beruntung kau bisa mendapatkan nya," kata Harry.
Harry tidak curiga sama sekali pada Dian, memang wajah Dian sama sekali tidak terlihat mencurigakan.
"Kakak.." Vito langsung berlari mendekati Dian.
"Hay, ayo kita main.."
"Ya sudah masuk lah, kau bisa bermain dengan Vito, kalau ingin minum atau memakan cemilan ada di dapur, jangan sungkan. Aku mau melanjutkan pekerjaan ku." Harry berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ayah kamu punya pekerjaan lain," tanya Dian.
"Aku tidak tau, kakak aku akan sekolah. Ayo lihat barang barang sekolah ku." Dengan semangat Vito menarik Dian dari depan pintu, tak lupa Dian menutup pintu apartemen itu, ia tak mau ada orang asing masuk ke dalam apartemen.
Dian benar benar mengurus Vito dengan baik, dari menemani Vito bermain sampai dengan belajar semuanya Dian lakukan dengan senang hati, ia memang sangat suka dengan anak kecil, apalagi Vito salah satu anak yang sangat penurut dan mudah mengerti apa yang ia katakan.
__ADS_1
Pukul 9 malam Vito sudah tertidur dengan sangat lelap, karena mereka bermain di kamar Vito, Dian dapat langsung meletakan Vito di atas kasur, setelah itu ia pergi meningalkan kamar itu. Sambil menunggu Harry selesai dengan pekerjaan nya Dian memutuskan duduk di dapur sambil memakan buah yang ada di dalam kulkas. Harry memberikan nya kebebasan untuk makan, jadi ia tidak malu mengambil beberapa makanan yang ada di dalam kulkas.
"Sudah tidur dia," tanya Harry.
"Sudah pak."
"Karena ini di luar jam saya mengajar lebih kau bisa memanggil ku dengan biasa saja. Tida perlu formal," kata Harry
"Tidak bisa pak, lebih baik saya memanggil bapak saja, lebih enak di dengar."
"Oke terserah mu, sekarang ayo kita mulai. Ini sudah malak, beruntung kau tinggal di depan pintu apartemen ku," kata Harry.
Harry mulai membimbing Dian menyelesaikan tugas nya, ia hanya mengajari Dian agar bisa menyelesaikan nilai yang kosong, terapi yang mengerjakan tugas itu tetap Dian. Intinya Harry hanya menjadi guru les Dian agar Dian lebih paham tentang materi yang ada.
"Sulit sekali, aku tidak bisa.."
"Makannya belajar, kau itu terlalu malas. Awas saja sudah di ajari tetap tidak selesai," kata Harry.
"Lapar.."
__ADS_1
"Aduh memang wanita ini, bukannya tadi sudah ngemil," ucap Harry.
"Ya sudah aku pulang saja, aku mau makan di apartemen ku."
"Hmmm ya sudah, ini juga sudah Malam.. Besok jangan terlambat, aku tidak ada jam di kelas mu, aku juga tidak masuk," ucap Harry.
"Ha.." Dian langsung merasa lemas.
"Kenapa," tanya Harry.
"Tidak.. Besok aku tidak akan tepat pak, jam 7." Sambil tersenyum Dian pergi meninggalkan Harry. Sedangkan Harry langsung masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.
Sementara itu di tempat yang jauh entah dimana, sepasang kekasih sedang berhubungan suami istri dengan lancah nya, mereka berdua benar-benar menikmati hubungan ini.
"Bagaimana enak aku atau suami mu."
"Kalian benar benar membuat ku terbang sayang, aku tidak bisa memilih nya."
"Harry tidak akan bisa memuaskan mu, tetap bersama dengan ku dan kamu akan menjadi model yang paling tekenal," ucap seseorang pria.
__ADS_1