Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 15


__ADS_3

"Hey.." Suara Harry mengejutkan Dian, ternyata sejak tadi Dian hanya menghayal, ia menghayal terlalu jauh sekali.


"Iya pak.."


"Apa yang sedang kau pikirkan," tanya Harry.


"Tidak ada pak, saya tidak sedang memikirkan apa apa, saya hanya diam membayangkan seru nya mempunyai anak seperti Vito, Vito benar benar anak impian saya."


"Berhenti menggunakan bahasa baku saat sedang berdua dengan ku," ucap Harry.


"Hehehe terkadang aku lupa.."


"Hari ini tidak belajar?"


"Kalau boleh tidak usah pak, saya sedang malas," ucap Dian.


"Hmmm aku juga tidak mood mengajari mu, kau terlalu pintar," kata Harry.


"Stok belanjan ku habis, bagaimana kalau kau yemani aku berbelanja," tanya Harry.


"Berdua? Lalu bagaimana dengan Vito? Tidak masalah dia di tinggal sendiri?"


"Kita belanja di bawah, di sana cukup lengkap, apalagi malam gini barang baru masuk.. Kalau untuk Vito, dia tidak akan bangun kalau sedang tidur. Lagi pula kamar Vito ada cctv yang terhubung langsung dengan handphone mu.. Nah lihat." Harry menunjukkan handphone nya pada Dian.

__ADS_1


"Wah jadi selama ini apa yang aku lakukan bersama dengan Vito, kamu pantau," tanya Dian.


"Sesekali, tidak mungkin aku tidak melihat anak ku," jawab Harry.


Dian benar-benar malu dengan Harry, ia tidak ingat apakah ada hal gila yang ia lakukan bersama dengan Vito, kalau sampai ada rasa malu yang ia rasakan sekarang bisa jadi bertamu lebih banyak.


"Jangan berpikir apa apa, ya sesekali aku melihat mu lagi Berjoget, its normal," ucap Harry.


"Pak ayo berbelanja.." Dian mengalihkan pembicaraan Harry, agar ia tida semakin malu.


"Oh Oke ayo.."


Mereka berdua pun pergi meninggalkan apartemen, beruntung di bawa sana ada minimarket yang cukup lengkap, ini juga salah satu hal yang membuat Harry memilih apartemen ini untuk ia tinggal, sudah murah memiliki fasilitas yang sangat lengkap lagi.


"Kau boleh mengambil satu hal yang kamu mau," jawab Harry.


"Apa saja," tanya Dian.


"Apa saja yang kau mau, asalkan jangan yang terlalu mahal," jawab Harry.


"Hahaha tetap tidak ingin rugi ya, oke aku akan mengambil apa saja yang aku inginkan, tidak akan mahal kok, tenang saja," ucap Dian.


Mereka berdua pun masuk ke dalam minimarket itu. Harry mengambil troli belanja karena cukup banyak barang yang akan ia ambil, stok makanan di apartemen nya benar-benar sudah menipis.

__ADS_1


"Pak Vito sangat suka daging, jangan lupa membeli banyak daging," kata Dian.


"Iya aku mengerti, lagi pula daging bertahan sangat lama, jadi mengambil lebih banyak tidak masalah."


"Ini enak pak, ikanya lembut dan tidak amis," ucap Dian.


"Masukan saja, tapi nanti kau yang memasaknya ya," kata Harry.


"Hehehe siap.."


Mereka berdua berbelanja cukup lama, sampai tiba Harry sudah selesai memberi keperluan nya, ia tinggal menunggu Dian mengambil hadiah yang ia janjikan pada Dian.


"Mau es krim saja deh," ucap Dian.


"Seperti anak kecil ya, di sana es krim nya."


Mereka berdua berjalan mendekati boks es krim. Mata Dian langsung berbinar melihat berbagai macam es krim kesukaan nya.


"Ambil beberapa, jangan hanya satu, buat stok di kulkas, nanti jika kau ingin bisa mengambil nya," ucap Harry.


"Ahkk makasih pak.." Dian terlihat sangat senang sekali.


"Dia menggemaskan," batin Harry.

__ADS_1


__ADS_2