
Dian pun menjelaskan apa yang Bayu jelaskan pada Harry tadi, hal itu benar-benar membuat Harry gemas pada Dian. Ia tidak bisa marah karena memang tidak ada hal yang membuat nya marah, ternyata wanita ini sudah jatuh cinta dengan nya saat mereka berdua pertama kali bertemu.
Sebenarnya Harry tidak heran karena memang ketampanan nya di atas rata rata, walaupun usianya sudah masuk 35 tahun tidak membuat ketampanannya luntur, malahan wajahnya tidak terlihat seperti pria berusia 35 tahun.
"Jangan bilang kamu juga mempunyai banyak rencana lainnya agar bisa dekat dengan ku," tanya Harry.
"Hahaha begitu lah, namanya juga cinta, kalau cinta harus ada perjuangan," jawab Dian.
"Dimana anak itu," tanya Harry.
"Dia sedang mandi, kata Vito dia ingin main air," jawab Dian.
Harry mendapatkan kesempatan kedua, ia sudah tau perasaan Dian padanya dan ia juga sudah mengakui jika ia tertarik dengan Dian. Tidak ada salahnya jika ia mulai mengikat Dian agar tidak di ambil pria lain.
"Aku tidak tau apa ini terlalu cepat atau tidak, tapi aku ingin mengatakan aku ingin serius dengan mu, aku sudah benar-benar yakin dengan diri mu. Dian mungkin ini terasa aneh, tapi aku serius ingin mengatakan nya, kamu mau jadi pacar ku," tanya Harry.
Dian cukup terkejut mendengar Harry mengatakan hal ini, ia jadi penasaran apakah Harry mempunyai perasaan yang sama dengan nya atau tidak. Ini hal yang paling ia tunggu tidak mungkin Dian menyianyiakan momen ini.
"Aku tidak mau jadi pacar kamu," Jawab Dian.
"Kenapa??" Harry kecewa dengan jawaban Dian.
"Aku mau nya jadi istri mu," ucap Dian.
Harry tersenyum mendengar ucapan Dian, ia mengecup wajah Dian yang tampak menggemaskan setengah mengucapkan hal itu.
"Itu pasti, tunggu sebentar lagi, aku sudah mendapatkan dukungan dari abang abang ku, tidak sampai seminggu kami akan benar benar berpisah, setelah itu kita urus pernikahan kita," ucap Harry.
__ADS_1
"Iya mas, aku juga tidak akan mau menikah dengan pria suami wanita lain," kata Dian.
Sementara itu di tempat yang jauh dari Harry, Putri tampil cantik menuju sebuah kamar hotel, ia sudah mempunyai janji pada seseorang yang akan membantu nya menjadi salah satu sampulnya majalah terkenal. Putri tidak ambil pusing dengan perceraian nya dengan Harry, tidak bersalah dengan Harry pun ia bisa menjadi wanita yang sukses, walaupun hati kecil nya masih mencintai Harry.
"Sayang kamu lama sekali.."
"Maaf, aku sedang ada masalah," ucap Putri.
"Masalah apa? Suami mu?"
"Iya aku cerai dengan dia," ucap Putri.
"Hahaha bagus, menikah dengan ku dan kamu akan lebih sukses dari sekarang."
"Aku tidak ingin menikah dengan mu, aku tidak mau jadi istri kedua mu, lebih baik kita seperti ini tanpa ada ikatan apapun," ucap Putri.
"Sudah 3 tahun sayang, kamu masih yang terbaik dari istri ku. Tanpa terasa perselingkuhan kita sudah selama ini."
***
Malam hari nya, malam hari ini Harry dengan Dian mendapatkan kesempatan untuk jalan berdua, kedua orang tua Harry membawa Vito jalan jalan sendiri. Mereka berdua sengaja ingin memberikan waktu Harry dengan Dian berduaan.
"Sudah siap," tanya Harry.
"Sudah dong, sayang kita ke hotel dulu ya. Aku mau ambil pakaian ku, tidak enak memakai pakaiannya kakak mu terus.."
"Oke.." Harry menggandeng tangan Dian keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
Abang-abang serta kakak Harry sangat senang melihat Harry yang sudah menemukan wanita terbaik untuk menemani Harry sampai tua nanti, mereka sudah tidak perlu khawatir lagi dengan masa depan Vito, mereka yakin Harry dengan Dian dapat membimbing anak itu ke masa depan yang cerah.
Sebelum ke pasar malam di desa sebrang mereka berdua mampir ke hotel tempat Dian meletakkan barang barangnya, ia ingin membawa semua barang nya ke rumah orang tua Harry.
"Sayang kamu memesan kamar besar begini, pasti mahal kan," ucap Harry.
"Hehehe lumayan sayang," kata Dian.
"Banyak uang kamu…"
"Hehehe lumayan lah cafe ku selalu ramai, dua cabang nya juga ramai, jadi uang tidak berhenti mengalir," ucap Harry.
"Wah kamu keren sayang.."
"Kamu jangan macam macam, kita di hotel berdua mas. Kalau ada setan bagaimana…" Dian ketar ketir sendiri.
Harry membalik tubuh Dian, sejenak mereka berdua saling bertatapan, kalau Dian janda saja sudah habis Dian dengan nya malam ini. Apalagi ia sudah tidak merasakan belain wanita setelah sekian lamanya, beruntung Harry bisa menahan nya.
"Aku ingin mencium mu," ucap Harry.
"Kalau mau cium ya cium saja, jangan banyak berbicara," kata Dian.
Perlahan Harry mendekati bibir Dian, ini pertama kalinya Dian mempersilahkan pria untuk mencium nya, Harry benar benar pria idaman nya dan tidak masalah jika Harry ingin mencium bibir nya.
Mereka pun mulai berciuman. Dian gelagapan mendapatkan serangan ganas Harry. Ternyata Harry ganas juga, hal itu membuat Dian terkejut. Tetapi ia suka, ia tidak khwatir kalau Harry tidak bergairah dengan nya, beberapa waktu lalu ia sempat berpikir Harry tidak suka dengan bentuk tubuh nya yang lurus saja, tidak seperti mantan istri Harry Harry memiliki tubuh sempurna, secara wanita itu juga seorang model.
"Hahaha walaupun aku tidak pintar dalam urusan kuliah tetapi untuk masalah pekerjaan semuanya baik baik saja," ucap Dian.
__ADS_1
Harry tersenyum puas, ia tidak salah ingin menikahi wanita ini.
"Kamu wanita terbaik yang pernah aku temui." Harry memeluk Dian dari belakang.