Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 11


__ADS_3

Pagi hari nya, terlihat dengan jelas Harry sedang berolahraga untuk melatih otot ototnya dengan sangat bersemangat. Kemampuan nya di atas ranjang Harry akui sudah menurun, terakhir ia berhubungan dengan sang istri ia terlalu cepat tumbang. Karena itu Harry memperbaiki olahraga nya yang sudah kendor sejak beberapa bulan terakhir.


"Andai saja dia tidak sibuk dengan kegiatan modelnya, sudah pasti aku mendapatkan kepuasan batin setiap hari. Mempunyai Vito sudah bertahun-tahun dulu baru dia mau hamil, aku ingin punya anak lagi," batin Harry.


Sebenarnya Harry sudah merasa jika pernikahan nya dengan Putri sudah tidak ada harapan, hatinya sudah sangat sakit di buat oleh Putri, ia tidak sampai kapan ia bertahan dengan semua ini. Perasaan nya dengan putri juga sudah mati. Ia malah mulai tertarik dengan wanita wanita di luar rumah.


"Sudah lah, untuk apa berpikir yang tidak tidak, jalani saja." Harry memutuskan untuk mandi, ia tidak ingin terlalu ambil pusing dengan pernikahan nya sekarang.


Hari ini Harry tidak masuk kampus karena ia akan mengurus anaknya yang akan masuk sekolah, Ia sudah mendaftarkan vito sekolah PAUD terdekat dari apartemennya, sekarang dia hanya tinggal mengurus administrasi dan lain sebagainy.


Setelah selesai bersiap siap mereka berdua langsung pergi meninggalkan apartemen, sebelum menuju ke sekolah itu keduanya memutuskan untuk sarapan, Harry mencari cafe yang belum pernah mereka kunjungi, Harry ingin mencari suasana baru dan tempat nongkrong yang asik kalau ia sudah lelah.


"Di sini yah," tanya Vito.


"Iya sayang di sini, sepertinya tempat ini bagus. Ayo turun.."


Mereka berdua pun turun dari dalam mobil, keduanya berjalan masuk kedalam cafe itu.

__ADS_1


"Ha pak Harry." Dian terkejut dengan kedatangan Harry dan anaknya.


Segera Dian berjalan masuk ke kamar mandi, ia ingin merapihkan dirinya sebelum ia menghampiri mereka berdua.


"Sudah cantik… aku memang sangat cantik sekali." Dian tersenyum senang.


Jantung Dian berdetak dengan cukup keras, ia benar benar sedang merasakan hal yang dinamakan jatuh cinta. Mencintai Harry di usianya sekarang sebuah anugrah terbesar yang pernah Dian dapatkan. Setelah kehilangan perasaan sayang dan cinta karena keluarga nya, saat ini Dian kembali merasakan hal itu.


"Oke kita temui mereka." Dengan penuh semangat Dian berjalan keluar dari dalam kamar mandi.


"Kakakk.." Vito melihat lebih dulu kedatangan Dian dari belakang Harry.


"Deg.." Jantung Harry berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Kali ini Dian benar-benar merubah cara Harry memandang nya.


"Tampan kamu mau sekolah ya," tanya Dian.


"Iya kak, kakak di sini? Ngapain ya?"

__ADS_1


"Hahaha kaka yang punya tempat ini, kamu bisa makan sesuka hati kamu, pak Harry juga boleh kok tidak perlu bayar."


"Yakin ni, ini benar-benar milik mu," tanya Harry.


Dian menganggukan kepala nya. "Iya ini milik saya pak, bukan warisan ya pak, saya membuka nya sendiri, dengan usaha dan kerja keras saya."


"Menarik," batin Harry.


Harry semakin kagum dengan Dian, ia saja sampai sekarang tidak memiliki usaha sendiri, padahal dirinya dan sangat ingin membuka sesuatu usaha. Ia malah kalah dengan seseorang yang ya remehkan sebelum nya.


"Pak.."


"Iya…" Harry tersadar akan lamunannya.


"Handphone bapak."


Harry melirik handphone nya yang berdering, beberapa pesan masuk ke handphone nya.

__ADS_1


Segera Harry membuka pesan itu.


"Goyangan istri mu mantap."


__ADS_2