Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 16


__ADS_3

Sesekali Harry memantau anaknya dari handphone, ia tidak mau Vito bangun dan menangis karena dirinya tidak ada di apartemen, kalau ada sesuatu yang membuat nya tidak enak ia pasti akan segera kembali ke apartemen, beruntung Vito masih terlelap tanpa gangguan sedikit pun.


"Sudah pak," ucap Dian.


"Ya sudah ayo bayar, ini sudah cukup malam.."


"Terus kalau sudah malam kenapa emangnya," tanya Dian.


"Besok harus ke kampus, kau mau bolos lagi," jawab Harry.


"Pak besok weekend, besok kita jalan jalan yuk," ucap Dian.


"Ha… bukannya besok kamis ya," tanya Harry


"Kamis bagaimana, kan bapak tidak ada kelas di kampus hari jum'at, bapak bagaimana sih.."


"Ah iya, aku lupa.."


Setelah membayar semuanya mereka berdua kembali ke apartemen, Dian tetap ikut Harry masuk ke dalam apartemennya, ia belum ingin kembali ke tempat nya.


"Lah masih mau ikut masuk," tanya Harry.


"Hehehe aku mau bantu bapak, es krim ku juga masih ada di situ," jawab Dian.


"Oh iya, ya sudah nntn ambil lah.. Tidak perlu bantu, ini sudah malam. Aku juga tidak akan membereskan ini semua malam ini, istirahat dengan baik, terimakasih untuk malam ini," ucap Harry.


"Tidak deh, masukan kulkas bapak saja, besok baru aku ambil.. Selamat malam.." Dian berjalan pergi meninggalkan Harry.


Sambil tersenyum Harry menutup pintu apartemennya, ia cukup nyaman berada bersama dengan Dian. Hal yang normal jika ia nyaman dengan wanita lain, ia sudah tidak mempunyai perasaan apapun pada Putri, mungkin itu yang membuat Harry bisa nyaman pada Dian.


"Ah jangan dia, dia tidak mungkin. Masih banyak wanita di luar sana," ucap Harry.


Harry langsung memasukan beberapa belanjanya ke dalam kulkas, termasuk es krim milik Dian, beberapa berang lainnya ia letakan di atas meja saja, setelah itu Harry langsung masuk ke dalam kamar untuk istirahat.


"Malam yang cukup lelah," ucap nya sambil memejamkan kedua matanya.


Pagi hari nya, Dian tengah mencuci wajah sambil bersikat gigi di depan cermin, terlihat senyuman manis di wajahnya, hari ini ia cukup senang karena kemarin ia banyak menghabiskan waktu bersama dengan Harry. Seperti nya ia memang benar-benar sudah cinta mati pada pria beristri itu.


"Ah tidak masalah, dia sudah menyewa loyer untuk cerai dengan istrinya. Salah siapa menyianyiakan suami seperti Harry," batin Dian.

__ADS_1


"Kemarin aku ajak dia jalan jalan, tapi dia tidak respon sama sekali, apa dia tidak dengar ya, ucap Dian.


Dian keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang masih menempel di kepala nya, ia juga hanya menggunakan celana dan tanktop seksi, Dian paling anti menggunakan pakaian ribet jika hanya di rumah saja.


Ting tong.. Terdengar suara bell pintu apartemen nya.


Tanpa pikir panjang Dian langsung membuka pintu itu, ia pikir yang datang teman wanita nya yang memang sudah janji akan ke apartemen nya.


"Dian.."


"Bapak.." Dian langsung menutup dadanya dengan kedua tangan nya.


Harry yang sedikit melihat itu langsung memalingkan wajahnya.


"Kakak," ucap Vito.


"Eh iya, ayo masuk.. Aku ganti pakaian dulu.." Dian membuka pintu apartemennya dengan lebar, kemudian ia langsung berlari masuk ke ruang ganti.


"Ada apa yah? Apa kita menyeramkan," tanya Vito.


"Hahaha tidak sayang, kamu tidak menyeramkan, ayah yang menyeramkan untuk kakak mu," jawab Harry.


"Ada apa ya pak," tanya Dian.


"Katanya kau ingin jalan jalan dengan kami.. Ayo sekarang kita jalan-jalan."


"Lah jadi toh, aku pikir tidak jadi, bapak kemarin tidak ada merespon ku," ucap Dian.


"Tidak merespon bukan berarti tidak diajak bukan, sekarang aku mengajakmu. Kau mau tidak kalau tidak kami berangkat sendiri."


"Eh iya aku mau, aku bersiap siap dulu ya.. Tidak lama kok hanya beberapa menit saja." Segera Dian kembali masuk ke dalam ruang ganti kembali, ia ingin memakai pakaian terbaik agar Harry semakin tertarik dengan nya.


Setelah Dian selesai bersiap-siap mereka bertiga pun langsung pergi meninggalkan apartemen, hari ini Harry akan mengajak mereka main di wahana air, ia sengaja tidak memberitahu mereka berdua agar keduanya terkejut ketika sampai tempat itu.


"Kita kemana yah," tanya Vito.


"Sebentar lagi juga sampai," jawab Harry.


Tak lama mereka sampai di wahana air terbesar di kota ini, Dian benar-benar terkejut ketika Harry membelokan mobil nya ke wahana itu.

__ADS_1


"Yeaa berenang," teriak Vito.


"Bapak yakin," tanya Dian.


"Hahaha yakinlah, Vito sangat suka main air. Sesekali tidak masalah bukan," jawab Harry.


Dian melihat pakaiannya yang tidak masuk sama sekali dengan apa yang akan mereka bertiga lakukan, ia sudah berdandan sangat cantik sekali, tapi Harry malah membawanya ke tempat ini. Semua yang ia lakukan tadi percuma saja.


"Saya tidak membawa pakaian ganti," kata Dian.


"Di samping wahana itu ada toko baju, kita ke sana dulu," ucap Harry.


"Oke.." Walaupun Dian cukup kesal pada Harry, ia tidak ingin terlalu menunjukkan nya. Ia yakin bisa menikmati liburan kali ini.


"Apa nanti aku akan melihat nya bertelanjang dada, dari luar saja tubuhnya terlihat sangat sempurna sekali, bagaimana ya dalam nya," batin Dian.


Karena harus mengantri untuk membeli tiket dahulu. Harry membagi tugas antara ia dengan Dian, ia menugaskan Dian membeli baju ganti di toko sebelah sedangkan ia dengan Harry tetap berada di antrian. Tanpa pikir panjang Dian mengiyakan apa yang Harry minta.


Dian berjalan masuk ke dalam toko itu untuk mencari baju ganti mereka bertiga, memang toko di sebelah wahana air ini khusus menjual perlengkapan berenang, ada juga beberapa baju yang sangat cocok di pakai untuk berenang. Segera Dian memilih mana yang cocok untuk nya dan yang cocok untuk Harry, untuk Vito tidak memerlukan baju ganti karena anak kecil biasanya hanya memakai celana pendek saja.


"Aku tak tau ukuran pria itu, beli kan saja lah lengkap semuanya. Aku ingat kalau ****** ***** harus yang besar," batin Dian.


Saat berjalan mencari perlengkapan Harry, Dian melihat satu pakaian yang cocok untuk Harry, segera ia mengambil pakaian itu.


"Kalau Harry pakai ini sangat cocok untuk nya, aku bisa melihat perut sixpack nya," batin Dian.


Setelah selesai membeli nya ia langsung kembali ke tempat awal, beruntung Harry dengan Vito juga selesai untuk mengantri tiket.


"Sudah," tanya Harry.


"Sudah, aku tidak tau apakah ukuran pakaian yang kamu pakai sama atau tidak, jadi aku beli beberapa, dari dalaman sampai pakaian luar," ucap Dian.


"Tidak papa, nanti aku ganti uang nya, sudah ayo masuk," kata Harry.


Mereka berdua pun masuk ke dalam, beruntung tidak terlalu banyak orang. Mungkin karena mereka datang terlalu pagi, Harry sudah meyewah satu tempat khusus untuk mereka ganti dan meletakkan barang barang mereka, tidak sembarangan orang bisa mendapatkan nya, Harry bisa mendapatkan tempat itu karena ia memiliki orang dalam. Kekuatan orang dalam memang tidak bisa di ragukan.


"Pak kita bukannya tidak bisa sembarang masuk ke sini," tanya Dian.


"Hahaha ada orang dalam tenang saja, kekuatan orang dalam tidak bisa di ragukan lagi," jawab Harry.

__ADS_1


"Pantas saja Harry bisa masuk ke sini, ternyata memang ada orang dalam di sini, kira kira siapa ya," batin Dian.


__ADS_2