
Saat sedang beristirahat dengan tenang tiba tiba handphone Harry berdering dengan kuat, ia melihat siapa yang menghubungi nya di hari libur seperti ini.
Nafas Harry ia buang dengan kasar saat melihat panggilan dari Putri, ia benar benar sudah tidak ingin berhubungan dengan wanita ini, tetapi wanita ini masih saja terus menghubunginya.
"Hallo," ucap Harry.
"Sayang… Apa-apaan ini, kenapa kamu mendaftarkan perceraian kita," tanya Putri.
"Kalau begitu bukan nya sudah jelas aku ingin bercerai dengan mu, masih tanya lagi," kata Harry.
"Sayang aku tidak mau, kamu kok begini sih, kamu pasti selingkuh kan," tanya Putri,
"Kalau aku selingkuh itu hal yang wajar, aku mempunyai istri tetapi seperti tidak mempunyai istri. Dan harus kau tau aku tidak selingkuh, aku sudah tidak bisa menjalin hubungan ini lagi dengan mu," ucap Harry.
"Sayang kamu kenapa tidak bisa mengerti diri ku, aku bekerja untuk kamu dengan Vito sayang, kamu kenapa seperti ini sih."
__ADS_1
"What… Untuk aku dengan Vito, kau tidak salah berkata kan, untuk aku dengan Vito aku tidak salah dengar kan. Kau tidak tau menikah dengan siapa? Aku hidup dengan kecukupan, tidak memerlukan bantuan mu untuk membiayai kehidupan rumah tangga kita. Kau hanya mementingkan diri mu, kau wanita teregois yang pernah aku temui," ucap Harry.
"Sayang.."
"Berhenti memanggilku sayang, peradangan ku pada mu sudah mati, satu dua tiga kali keselamatan sudah akun berikan pada mu, sekarang sudah saatnya untuk aku memutus hubungan dengan mu, anak mu juga sudah tidak pernah menganggap mu ibu lagi," ucap Harry.
Harry memutuskan sambungan telepon itu, ia benar benar sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan Putri, walaupun Putri masih istrinya Harry sudah tidak peduli akan hal itu. Hidup sendiri dengan Vito sudah membuat nya bahagia.
Setelah mendapatkan panggilan dari Putri, Harry mendapatkan panggilan dari sang mamah. Kalau ini ia tidak bisa marah, apalagi ia anak bungsu yang sangat di sayang anggota keluarganya.
"Iya mah, aku akan datang bersama dengan Vito," kata Harry.
"Oke, Nanti sekalian mamah kenalkan dengan seseorang wanita."
"Mamah aku tidak mau, aku mau hidup sendiri dulu dengan Vito, nanti aku akan cari jodoh ku sendiri," kata Harry.
__ADS_1
"No no no kamu tidak bisa mencari nya sendiri, kamu terlalu ceroboh, lihat bagaimana pilihan kamu sekarang, tidak baik bukan. Dulu mamah sudah mengingat kan mu."
"Ya susah terserah mamah deh, tapi kalau aku tidak cocok jangan paksa aku ya mah," ucap Harry.
"Iya sayang, ya sudah mamah tutup ya.."
Panggilan itu pun ditutup, Harry tidak tau saja sedang ada dua orang yang sedang bekerja sama.
"Bagaimana mah, dia mau kan," tanya Bayu.
"Beres, tapi kami benar kan wanita itu baik baik."
"Iya mah, percaya pada ku. Aku cape cape datang ke sini, kalau bukan wanita itu baik dan sangat cocok dengan Harry tidak mungkin aku melakuan nya," kata Bayu.
Bayu memang sudah merencanakan ini sejak tadi, itu sebabnya ia pulang lebih awal dari biasa nya, saat mereka berdua tadi sedang makan siang, Bayu memutuskan untuk langsung ke rumah orang tuanya, ia ingin membahas masalah ini dengan dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Kau akan mendapatkan Harry Dian, dan Harry wanita itu sangat cocok untuk mu," batin Bayu.