Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 7


__ADS_3

Harry membawa Dian ke ruangannya, kaki Dian terlihat terluka karena terjatuh cukup keras di kantin tadi. Dalam sakit Diam terliat sangat senang karena ia bisa lebih dekat dengan Harry, jatuh ini cukup membawa berkah untuk dirinya.


"Kakak tidak papa," tanya Vito.


"Sakit," jawab Dian.


"Ayah obati kakak," kata Vito.


"Iya Vito, kamu minggir dulu ya." Harry mengambil kotak p3k dan langsung mengobati kaki Dian.


"Makannya pelan pelan, kenapa tadi harus lari lari," tanya Harry.


"Maaf Pak, saya sudah membuat bapak repot." Dian cukup malu dengan Harry, walaupun rasa malu itu bercampur dengan rasa senang.


"Sakit," tanya Harry.


"Iya Pak, sangat sakit sekali," jawab Dian.

__ADS_1


"Setelah ini kelas ku kan?"


"Iya Pak."


"Ya sudah kau aku berikan izin. Nanti aku akan mengatakan pada dosen selanjutnya, kau pasti tidak bisa belajar dengan baik. Pulang dan istirahat lah," ucap Harry.


Jantung Dian langsung berdetak dengan sangat keras, ternyata Haryy baik juga kepadanya. Tiba-tiba ia merasa beruntung tetap jatuh tepat di depan Haryy, kalau tidak di depan Harry ia tidak mungkin mendapatkan pelayanan seperti ini.


"Kalau saya di sini saja boleh tidak pak, saya masih bersama dengan Vito dan kaki saya masih sakit. Nanti setelah Bapak selesai mengajar saya akan langsung pulang kok," kata Dian, ini hanua modus nya saja.


"Ya sudah kau boleh di sini, kau bisa bermain dengan Vito di sini. Vito jangan nakal ya, kamu boleh bermain dengan kakak, tapi jangan membuat kaki kakak semakin sakit," ujar Harry.


Karena memang waktu mengajar akan segera datang Harry pun pergi meninggalkan ruangan itu, sekarang hanya tinggal Dian dan Vito berada di dalam sana, keduanya terlihat langsung akrab tanpa rasa canggung sedikit pun.


"Kamu makan apa? Maaf ya gara-gara kakak tadi kamu tidak makan dengan baik di kantin," ucap Dian.


"Aku sangat senang bertemu dengan kakak, Kakak bisa bermain denganku di rumah tidak?"

__ADS_1


"Kakak sih sebenarnya mau, tapi apakah Ayah memberikan kita izin untuk bermain bersama di rumah. Jangan membuat ayahmu marah, Dia sangat seram kalau marah," kata Dian.


"Tidak kok Ayah tidak marah, nanti Vito berbicara dengan ayah."


"Oke tapi setelah kakak pulang ya, nanti kalau kakak masih di sini ayahmu tidak akan memberikan izin. Dan jangan katakan jika Kakak mau, katakan saja pada ayahmu jika ayahmu harus datang untuk menemui kakak," kata Dian.


"Oke."


Walaupun masih kecil Vito sudah mengerti apa yang Dian katakan, hal itu membuat Dian semakin sayang pada Vito, sudah menggemaskan dapat membantu rencananya pula.


"Oh iya Vito, tadi malam mama kamu pulang ya, kata kamu mamah kamu sudah tidak di rumah?"


"Yah tadi mamah mau pulang, tetapi Vito tidak berbicara dengannya," katanya dengan wajah yang sedikit sedih.


Dian dapat merasakan apa yang Vito rasakan, malahan ia berasal dari keluarga brokenhome, ia sangat tidak suka ada anak yang menjadi korba keegoisan orang tuanya. Apalagi anak kecil seperti Vito, ia ingin sekarang memaki orang tua yang tidak bertanggung jawab seperti mamanya Vito.


"Tenang Vito, ada kakak semaunya akan aman terkendali, kamu tidak akan kesepiannya lagi," ucap Dian.

__ADS_1


Mereka berdua pun kembali bermain, Dian semakin yakin dapat mengambil Harry dari istri nya, ia tidak peduli dengan wanita itu, salah siapa menyia nyiakan dua pria tampan ini.


__ADS_2